Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dugaan Perusakan Hutan Mangrove, PT DMS Resmi Dilaporkan ke Mabes Polri dan Diminta Jalani Pemeriksaan

Dugaan Perusakan Hutan Mangrove, PT DMS Resmi Dilaporkan ke Mabes Polri dan Diminta Jalani Pemeriksaan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Nalarpubliknews.com puluhan pemuda yang tergabung dalam lembaga Kajian dan Riset Hukum mengelar aksi demonstrasi didepan kantor kementerian kehutanan RI dan Dirjen minerba

Ketua lembaga dan riset hukum, Muh andika Saputra , menyampaikan bahwa Kerusakan lingkungan yang diduga terjadi di wilayah Desa Tokowuta, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara kembali menjadi sorotan. Dugaan pembangunan jety yang dilakukan PT. Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) menimbulkan keresahan masyarakat karena diduga dilakukan di kawasan hutan mangrove yang merupakan area yang di lindungi oleh undang- undang dan memiliki fungsi vital bagi keseimbangan ekosistem pesisir serta kehidupan masyarakat sekitar.

Hutan mangrove bukan sekadar kumpulan pohon di wilayah pesisir, melainkan benteng alami yang melindungi garis pantai, tempat berkembang biaknya berbagai biota laut, serta sumber kehidupan bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Aktivitas PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) yang diduga melakukan pembangunan jety tanpa mengantongi izin yang sah tersebut tidak hanya berpotensi merusak kawasan hutan mangrove, tetapi juga mengancam ruang hidup masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan mata pencahariannya dari hasil laut.

Muh Andika Saputra salah satu putra daerah konawe utara yang sedang melanjutkan pendidikan di ibu kota Jakarta juga menemukan adanya tepian galian lubang yang berada di sekitar lokasi, yang menambah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak lingkungan yang lebih luas. Temuan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait guna memastikan apakah aktivitas yang terjadi telah sesuai dengan ketentuan dan perizinan yang berlaku.

Lebih jauh, kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Jika benar terdapat aktivitas pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan aspek perizinan dan perlindungan lingkungan, maka hal tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa, melainkan harus dipandang sebagai persoalan serius yang menyangkut masa depan ekosistem pesisir dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.

Muh Andika Saputra menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah terhadap kepentingan investasi yang mengabaikan aspek lingkungan. Menurutnya, pembangunan dan investasi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup, bukan justru menghadirkan ancaman bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya pada laut, kawasan pesisir, serta keberadaan hutan mangrove sebagai benteng alami kehidupan.

Oleh karena itu, Lembaga Kajian dan Riset Hukum mendesak pemerintah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk segera turun melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan aktivitas tersebut. Transparansi, penegakan hukum, serta tindakan tegas dinilai penting agar tidak muncul kesan bahwa kerusakan lingkungan dapat terjadi tanpa konsekuensi hukum, terlebih apabila dampaknya berpotensi dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Laporan: Redaksi

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budisatrio Djiwandono investigasi serangan UNIFIL konferensi pers DPR RI

    Gerindra Desak Investigasi Serangan UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Gugur

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Investigasi serangan UNIFIL menjadi perhatian serius setelah insiden di Lebanon Selatan menewaskan tiga prajurit TNI. Oleh karena itu, Fraksi Partai Gerindra DPR RI mendesak langkah cepat dan transparan untuk mengungkap fakta. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, mengecam keras serangan tersebut. Ia menilai tindakan itu melanggar hukum humaniter internasional. Selain […]

  • Penghentian Penyelidikan Laporan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD konawe, Pelapor: Ada Kongkalikong Penyidik dan Oknum Anggota DPRD

    Penghentian Penyelidikan Laporan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD konawe, Pelapor: Ada Kongkalikong Penyidik dan Oknum Anggota DPRD

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kendari – Penyelidikan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh seorang anggota DPRD Kabupaten Konawe dari Fraksi PKB yang dilaporkan pada 11 September 2025 resmi dihentikan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara. Penghentian penyelidikan tersebut menuai sorotan dan dinilai janggal. Ketua JKSM, Irjal Ridwan, selaku pelapor, menduga adanya praktik kongkalikong antara penyidik Krimum […]

  • Marie-Louise Eta Bundesliga pelatih perempuan Union Berlin.

    Marie-Louise Eta: Pelatih Perempuan Bundesliga

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 69
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Marie-Louise Eta resmi mencatat sejarah sebagai pelatih perempuan pertama di Bundesliga. Penunjukan ini terjadi setelah Union Berlin menunjuknya sebagai pelatih interim hingga akhir musim 2025/2026. Langkah besar ini menjadikan Marie-Louise Eta pelatih perempuan Bundesliga yang membuka babak baru dalam sepak bola Jerman. Ia menggantikan Steffen Baumgart yang sebelumnya dipecat akibat hasil kurang […]

  • Yusril Ihza Mahendra Istana Kepresidenan Riza Chalid di Malaysia

    Yusril: Riza Chalid Diduga di Malaysia, Ekstradisi Jadi Opsi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 149
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan buronan kasus korupsi minyak, Riza Chalid, diduga berada di Malaysia. Pemerintah membuka peluang menempuh jalur ekstradisi untuk memulangkannya ke Indonesia. Pernyataan Pemerintah Yusril menyampaikan hal tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat. Ia menegaskan aparat penegak hukum masih mendalami informasi tersebut. […]

  • "TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon: Evaluasi Perlindungan Pasukan Perdamaian Diminta".

    Misi Perdamaian TNI di Lebanon: Evaluasi Perlindungan Pasukan PBB

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 24
    • 2Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan rasa dukacita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia (31), anggota TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon akibat serangan Israel. Sukamta menegaskan bahwa PBB harus segera mengevaluasi perlindungan terhadap pasukan UNIFIL. “Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik TNI. Pengorbanan […]

  • Idham Azis Ditolak oleh NFW dari Komisi Reformasi Polri terkait dugaan tambang ilegal di Konawe Selatan

    Nusantara Forest Watch Tolak Keras Penunjukan Idham Azis dalam Komisi Reformasi Polri

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Koalisi masyarakat sipil bidang lingkungan, Nusantara Forest Watch (NFW), menolak masuknya mantan Kapolri Idham Azis ke Komisi Reformasi Polri. NFW menilai penunjukan tersebut bertentangan dengan semangat reformasi kepolisian dan prinsip integritas hukum. NFW menyampaikan penolakan itu karena dugaan keterlibatan Idham Azis dalam aktivitas perambahan hutan ilegal melalui perusahaan yang terafiliasi dengannya. Menurut […]

expand_less