Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » All News » Mapalaya Univ Jayabaya Angkat Bicara Soal Banjir Rob Pesisir Utara Jakarta, : “Negara Lalai Lindungi Warganya”.

Mapalaya Univ Jayabaya Angkat Bicara Soal Banjir Rob Pesisir Utara Jakarta, : “Negara Lalai Lindungi Warganya”.

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta_Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Jayabaya (Mapalaya Univ. Jayabaya) menilai banjir rob kembali merendam kawasan pesisir utara Jakarta. Tepatnya di Pluit, Muara Angke, Sunda Kelapa, Jalan RE Martadinata, hingga Marunda kembali tergenang air laut sampai  masuk ke pemukiman warga.

Peristiwa ini terjadi saat pasang laut tinggi bertepatan dengan fase bulan purnama dan perigee (supermoon), namun dampaknya meluas akibat lemahnya pemerintah dalam pengelolaan lingkungan pesisir Jakarta.
Akibat banjir rob tersebut beberapa kelurahan terdampak, sehingga aktivitas warga lumpuh. Resiko yang dialami yaitu kerusakan rumah, fasilitas umum, hingga kesehatan masyarakat terganggu.

Ketua Umum MAPALAYA Universitas Jayabaya, Muhammad Adriansyah, menilai banjir rob yang terus berulang menunjukkan kegagalan serius pemerintah dalam tata kelola wilayah pesisir.

“Banjir rob ini bukan bencana dadakan. Ini krisis yang dibiarkan, Negara seharusnya hadir melindungi warga pesisir, tapi yang terjadi justru pembiaran terhadap penurunan muka tanah, penyedotan air tanah berlebihan, dan pembangunan yang mengorbankan lingkungan,” tegas Adriansyah.

Menurut Muh. Adriansyah, selama penanganan banjir rob masih dianggap sebagai masalah teknis semata, Jakarta akan terus berada dalam lingkaran krisis tanpa mitigasi dan solusi. Infrastruktur pompa dan tanggul tidak akan efektif jika tidak dibarengi perbaikan tata ruang dan pemulihan ekosistem pesisir.

Ketum Mapalaya Muh. Adriansyah, menyoroti minimnya ruang terbuka hijau di kawasan pesisir Utara Jakarta yang seharusnya berfungsi sebagai area resapan dan penyangga ekologis dan ekosistem. Alih fungsi lahan yang masif dinilai telah menghilangkan daya tahan alami wilayah pesisir terhadap tekanan air laut.

Selain itu, lemahnya pengawasan terhadap pembangunan di kawasan pesisir turut memperparah kondisi, Bangunan berdiri di wilayah rawan tanpa mempertimbangkan kapasitas lingkungan dan struktur daya tahan tanah, sementara kawasan lindung semakin terdesak.

Sebagai langkah konkret, MAPALAYA Universitas Jayabaya mendorong rehabilitasi dan perluasan ruang terbuka hijau di pesisir utara Jakarta, peningkatan dan modernisasi sistem drainase dan pompa air, serta penegakan aturan yang tegas mengenai tata ruang pesisir. Upaya ini harus dibarengi dengan pembatasan penyedotan air tanah dan percepatan pemulihan ekosistem, termasuk penanaman mangrove dan penguatan perlindungan pantai.

Ketum MAPALAYA Universitas Jayabaya, juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam upaya mitigasi banjir rob, edukasi lingkungan, pengelolaan sampah yang lebih baik dan partisipasi warga dalam menjaga kawasan pesisir harus menjadi bagian dari kebijakan bukan hanya sekadar slogan.

“Selama banjir rob hanya dianggap kejadian musiman, Jakarta akan terus kalah oleh lautnya sendiri. Kami secara kelembagaan siap terlibat dalam aksi lapangan, advokasi kebijakan, dan edukasi publik. akan tetapi tanggung jawab utama tetap ada pada Pemerintah Daerah dan Pusat sebagai pengambil kebijakan. Pemerintah harus segera  mencari solusi dan kami secara kelembagaan siap berkolaborasi” Tutup Adriansyah.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dampak pelecehan seksual digital terhadap korban

    Opini: Kasus Grup WhatsApp Mahasiswa UI dan Krisis Etika Digital

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 38
    • 1Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) — Kasus dugaan pelecehan seksual dalam grup WhatsApp mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia menegaskan satu hal penting: krisis etika di ruang digital bukan lagi isu pinggiran. Kini, masalah ini telah menjadi persoalan nyata yang mengakar, bahkan di lingkungan terdidik. Peristiwa ini tidak bisa dianggap sekadar candaan atau kesalahan individu. Sebaliknya, percakapan yang mengandung […]

  • Kasus korupsi Konawe Utara dalam temuan BPK Sulawesi Tenggara

    Jadi “Juara” Korupsi 2024, Dinas PUPR Konut Jadi Sorotan, Eksistensi dan Kinerja Kejari Konawe Dipertanyakan!

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 23
    • 1Komentar

    JAKARTA, nalarpubliknews.com – Praktik tindak pidana korupsi (tipikor) di sektor pemerintahan masih terus terjadi hingga saat ini. Pemerintah memang telah membentuk berbagai lembaga untuk memberantas korupsi, namun upaya tersebut belum mampu menghentikan penyalahgunaan anggaran. Di tengah kebijakan efisiensi, dugaan korupsi justru muncul di wilayah utara daratan Konawe, Sulawesi Tenggara. Daerah yang dikenal sebagai Bumi Oheo […]

  • aksi mahasiswa di KPK terkait hutan lindung Sulawesi

    Aksi Mahasiswa Desak KPK Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan PT TMS dan Aliran Dana Politik Pilgub Sultra

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nalarpubliknews
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com | Aksi mahasiswa KPK TMS kembali mencuat setelah Koalisi Mahasiswa Bersatu menggelar demonstrasi di depan Gedung KPK, Jakarta. Mereka mendesak aparat penegak hukum memeriksa dugaan penyerobotan hutan lindung oleh PT TMS. Mahasiswa Desak Pemeriksaan Menyeluruh Koalisi Mahasiswa Bersatu menuntut aparat memeriksa semua pihak yang terlibat. Mereka menolak perlakuan khusus terhadap keluarga pejabat. Mereka […]

  • korupsi hibah pilkada saat aksi mahasiswa di Kejagung

    Satu Tersangka Bukan Jawaban: Aksi Jilid I Desak Kejaksaan Agung RI Ungkap Seluruh Aktor Korupsi Dana Hibah Pilkada Konawe Utara

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jaringan Aktivis Mahasiswa Hukum (JAMH) Sultra–Jakarta bersama CAMADA menggelar Aksi Jilid I di depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Rabu (31/12/2025). Massa aksi menyoroti dugaan korupsi dana hibah Pilkada Kabupaten Konawe Utara Tahun 2024. Massa menilai penanganan kasus belum berjalan maksimal. Mereka menyoroti kerugian negara yang mencapai Rp1,6 miliar. Namun, penyidik baru menetapkan […]

  • Suhu neraka bocor di India saat gelombang panas ekstrem mencapai 45 derajat Celsius.

    Suhu Ekstrem di India Tembus 45 Derajat, Picu Korban Jiwa

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Gelombang panas ekstrem atau fenomena “suhu neraka bocor” melanda India dan menewaskan sedikitnya 16 orang di Telangana, India Selatan. Suhu udara mencapai 45 derajat Celsius dan memicu darurat kesehatan di sejumlah wilayah. (24/05/2026). Pemerintah India meningkatkan kewaspadaan karena cuaca panas terus memburuk. Menteri Pendapatan Telangana, Ponguleti Srinivasa Reddy, meminta seluruh pejabat daerah […]

  • GMNI: Intervensi AS di Venezuela Bentuk Penjajahan Modern

    GMNI: Intervensi AS di Venezuela Bentuk Penjajahan Modern

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com  – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam operasi militer Amerika Serikat di Venezuela. Organisasi itu menilai tindakan tersebut melanggar kedaulatan negara dan mencederai hukum internasional. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI menyampaikan kecaman setelah muncul laporan operasi militer AS di Caracas. Laporan itu juga menyebut pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Ketua DPP […]

expand_less