Presiden Mesir Anwar Sadat Tewas Ditembak Usai Perjanjian Damai dengan Israel
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
- visibility 141
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Anwar Sadat dan Husni Mubarak (AP/BILL FOLEY)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Nalarpubliknews.com – Presiden Mesir Anwar Sadat tewas dalam serangan bersenjata saat menghadiri parade militer di Kairo pada 6 Oktober 1981. Insiden itu terjadi beberapa tahun setelah Sadat menandatangani perjanjian damai dengan Israel.
Pemerintah Mesir menggelar parade tersebut untuk memperingati keberhasilan pasukan Mesir dalam Perang Yom Kippur 1973. Saat acara berlangsung, Sadat duduk di tribun kehormatan bersama pejabat tinggi negara dan petinggi militer.
Di tengah parade, sebuah kendaraan militer berhenti tepat di depan tribun utama. Sejumlah tentara turun dari kendaraan dan berpura-pura memberi hormat kepada presiden. Dalam hitungan detik, mereka langsung melempar granat dan menembakkan senapan otomatis ke arah tribun.
Serangan mendadak itu memicu kepanikan di lokasi acara. Peluru menghantam Sadat dan sejumlah pejabat lain yang berada di dekatnya. Tim medis segera membawa Sadat ke rumah sakit, namun dokter gagal menyelamatkan nyawanya.
Perdamaian dengan Israel Picu Penolakan
Pembunuhan Sadat berkaitan erat dengan kebijakan politik luar negerinya. Pada 26 Maret 1979, Sadat menandatangani Perjanjian Damai Camp David bersama Perdana Menteri Israel Menachem Begin dengan mediasi Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter.
Kesepakatan itu menjadikan Mesir sebagai negara Arab pertama yang resmi berdamai dengan Israel. Sadat menilai jalur diplomasi menjadi langkah terbaik untuk menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah setelah konflik panjang antara kedua negara.
Namun, keputusan tersebut memicu kemarahan kelompok garis keras di Mesir. Banyak pihak menilai langkah Sadat sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina dan solidaritas negara-negara Arab.
Kelompok Radikal Susun Aksi Pembunuhan
Kelompok Jihad Islam Mesir kemudian menyusun rencana pembunuhan terhadap Sadat. Organisasi radikal itu merekrut sejumlah anggota militer untuk menjalankan aksi penyerangan dalam parade militer.
Salah satu pelaku utama bernama Khalid Islambouli. Ia memimpin serangan langsung ke tribun kehormatan saat parade berlangsung.
Aparat keamanan segera menangkap Islambouli di lokasi kejadian. Pengadilan Mesir kemudian menjatuhkan hukuman mati kepada dirinya. Pemerintah mengeksekusi Islambouli pada 15 April 1982.
Jadi Salah Satu Tragedi Politik Terbesar Mesir
Kematian Anwar Sadat menjadi salah satu tragedi politik terbesar dalam sejarah modern Mesir. Peristiwa tersebut menunjukkan besarnya gejolak politik di Timur Tengah, terutama terkait hubungan negara-negara Arab dengan Israel.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar