Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bantah Tuduhan, Mantan Istri Pendiri Yayasan Bongkar Fakta Kebobrokan Tata Kelola IAI Rawa Aopa

Bantah Tuduhan, Mantan Istri Pendiri Yayasan Bongkar Fakta Kebobrokan Tata Kelola IAI Rawa Aopa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 63
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kendari, Nalarpubliknews.com – Polemik dugaan kekerasan seksual di lingkungan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus berkembang. Mantan istri pendiri yayasan, Salma, membantah sejumlah tuduhan yang muncul dalam beberapa pemberitaan terakhir.

Salma menilai tuduhan soal penggelapan dana, perekrutan mahasiswa, hingga isu poliandri tidak berdasar. Ia menegaskan isu itu justru mengaburkan pokok perkara dugaan kekerasan seksual yang kini menjadi perhatian publik.

Yayasan Ikut Rekrut Mahasiswa

Salma mengatakan pihak yayasan ikut menjalankan proses perekrutan mahasiswa sejak awal. Ia menolak anggapan yang menyebut dirinya bekerja sendiri dalam proses tersebut.

“Pihak yayasan mengetahui dan mengikuti seluruh proses perekrutan mahasiswa. Jadi kalau sekarang muncul anggapan seolah-olah saya bekerja sendiri, itu tidak sesuai fakta,” ujarnya.

Salma juga membantah tuduhan penggelapan dana mahasiswa. Ia mengaku menyerahkan dana itu langsung kepada Al Asri selaku pemilik yayasan.

Menurut Salma, dirinya sempat menahan penyerahan dana karena ia mempertanyakan status akreditasi kampus. Ia khawatir persoalan itu berdampak pada masa depan mahasiswa dan keabsahan ijazah mereka.

“Dana itu bukan saya gelapkan. Saya sudah menyerahkan dana tersebut kepada pemilik yayasan secara tunai walaupun sempat saya tahan karena sampai sekarang kampus belum memiliki kejelasan akreditasi,” katanya.

Tata Kelola Kampus Jadi Sorotan

Pernyataan Salma memunculkan sorotan baru terkait tata kelola perguruan tinggi tersebut. Ia mengungkap dugaan kejanggalan dalam pengelolaan anggaran kampus.

Menurut Salma, pihak kampus menyetor biaya perkuliahan mahasiswa ke rekening pribadi pendiri yayasan, yakni Al Asri. Nama Al Asri sebelumnya muncul dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi di lingkungan masjid kampus.

Sejumlah pihak kini mendesak pengelola kampus menjalankan sistem pendidikan secara transparan dan akuntabel. Publik juga mulai menyoroti dugaan komersialisasi pendidikan di lingkungan kampus tersebut.

Salma Tolak Tuduhan Poliandri

Selain persoalan dana, Salma juga menolak tuduhan poliandri. Ia menegaskan dirinya sudah resmi bercerai sebelum menjalin hubungan baru.

“Saya sudah resmi bercerai. Saat itu mantan suami saya justru masih menjalin hubungan dengan istri sebelumnya,” ujarnya.

Salma menduga berbagai tuduhan terhadap dirinya muncul setelah ia memutuskan berpihak kepada korban dugaan kekerasan seksual.

“Setelah kasus ini ramai dan saya berpihak kepada korban, hubungan kami memburuk. Mantan suami kemudian menceraikan saya secara sepihak,” katanya.

Kuasa Hukum Soroti Substansi Kasus

Kuasa hukum korban, Muswanto Utama, SH, meminta publik tetap fokus pada substansi perkara. Ia menilai isu pribadi tidak berkaitan langsung dengan proses hukum dugaan kekerasan seksual.

“Publik seharusnya menguji substansi dugaan kekerasan seksual dan tanggung jawab institusi, bukan membawa persoalan personal untuk membentuk opini publik,” ujarnya.

Perwakilan keluarga korban, Robby Anggara, juga meminta publik memperhatikan dugaan persoalan tata kelola kampus.

“Kalau benar ada persoalan akreditasi dan proses perekrutan mahasiswa yang tidak transparan, maka persoalan ini bukan hanya soal dugaan kekerasan seksual, tetapi juga menyangkut integritas lembaga pendidikan,” kata Robby.

Saat ini aparat masih memproses kasus dugaan kekerasan seksual tersebut. Di sisi lain, berbagai informasi baru terus mendorong publik untuk mengevaluasi tata kelola institusi pendidikan itu secara menyeluruh.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi mahasiswa soroti tambang ilegal Buton Tengah di Kementerian ESDM

    IMPH Desak Dirjen Minerba Hentikan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO Atas Dugaan Perambahan Hutan Seluas 911 Haktare

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Jakarta, Senin (12/01/2026) — Isu tambang ilegal Buton Tengah kembali mencuat. Kali ini, Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menggelar aksi di depan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah bertindak cepat. Selain itu, mereka menyoroti dugaan pelanggaran oleh PT Arga Moroni Indah (AMI) […]

  • Ilustrasi, kapal induk USS Gerald Ford terbakar di tengah laut.
    War

    Terungkap! 5 Fakta Kapal Induk USS Gerald Ford Terbakar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden kapal induk USS Gerald Ford terbakar. Angkatan Laut akan mengevaluasi seluruh sistem kapal.

  • Strategi Baru Iran Hadapi AS dan Israel, Mojtaba Khamenei Tegaskan Kesiapan Militer

    Strategi Baru Iran Hadapi AS dan Israel, Mojtaba Khamenei Tegaskan Kesiapan Militer

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 81
    • 2Komentar

    JAKARTA, Nalarpubliknews.com – Strategi baru Iran kembali menjadi perhatian internasional setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengumumkan langkah terbaru menghadapi Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah dan kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih besar. Strategi Baru Iran Jadi Fokus Pertahanan Nasional Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba […]

  • Anggito Abimanyu menjelaskan fenomena bunga simpanan LPS dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta

    Sepertiga Bank RI Tawarkan Bunga di Atas Batas LPS, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 64
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Sebanyak 33% bank di Indonesia masih menawarkan suku bunga simpanan di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan. Kondisi ini mencerminkan ketatnya persaingan likuiditas sekaligus tingginya kebutuhan dana di industri perbankan. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyebut bank aktif menawarkan bunga lebih tinggi untuk menarik dana masyarakat. Ia […]

  • Final LCC Empat Pilar Kalbar diulang oleh MPR RI

    MPR Gelar Ulang Final LCC Empat Pilar Kalbar, Juri Lama Dinonaktifkan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Final LCC Empat Pilar Kalbar resmi diulang oleh MPR RI setelah muncul polemik kesalahan penilaian pada babak final tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Polemik Final LCC Empat Pilar Kalbar ramai menjadi sorotan publik dan media sosial. Peserta sebelumnya memprotes keputusan dewan juri saat sesi pertanyaan rebutan. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mengambil langkah […]

  • leo bagas perempat final orleans masters 2026

    Leo/Bagas Tekankan Kontrol Permainan Usai Amankan Tiket Perempat Final Orleans Masters 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 97
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) | Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memastikan langkah ke perempat final Orleans Masters 2026 setelah tampil solid di babak 16 besar. Mereka menyoroti pentingnya kontrol permainan sebagai bahan evaluasi utama untuk laga berikutnya. Leo/Bagas menghadapi wakil tuan rumah Baptiste Labarthe/Quentin Ronget di Palais des Sports, Orléans, Prancis. Mereka menang dua gim […]

expand_less