Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Kasus Tambang Ilegal Sultra PT Amarfi Disorot, Nusantara Forest Watch dan IMPH Pertanyakan Kinerja Bareskrim

Kasus Tambang Ilegal Sultra PT Amarfi Disorot, Nusantara Forest Watch dan IMPH Pertanyakan Kinerja Bareskrim

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 209
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Nalarpubliknews.comBareskrim Polri kembali menjadi sorotan dalam penanganan kasus tambang ilegal di Sulawesi Tenggara. Sejumlah pihak menilai aparat penegak hukum tidak konsisten dan cenderung tebang pilih saat memproses perkara.

Kritik terhadap Penegakan Hukum

Nusantara Forest Watch menilai aparat belum bertindak adil dalam kasus ini. Lembaga tersebut mengarahkan kritik kepada pengusaha tambang berinisial AM yang diduga menjadi bagian dari direksi PT Amarfi.

Selain itu, mereka menyebut aparat belum memeriksa sosok tersebut secara serius. Padahal, perusahaan itu diduga terlibat langsung dalam aktivitas penambangan di kawasan hutan pada perkara PT Masempo Dalle. Karena itu, publik mulai meragukan komitmen aparat.

Dugaan Peran PT Amarfi

Arin Fahrul Sanjaya menilai penyidik belum menyasar aktor utama. Ia menegaskan bahwa penyidik hanya menetapkan kuasa direktur PT Masempo Dalle sebagai tersangka.

Menurut Arin, kontraktor mining, yaitu PT Amarfi, justru menjalankan aktivitas penambangan. Oleh sebab itu, ia menilai arah penyidikan belum tepat sasaran.

Lebih lanjut, Arin mengungkapkan bahwa aparat sudah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti ore nikel, dump truk, dan alat berat. Temuan tersebut memperkuat dugaan keterlibatan pihak lain. Karena itu, ia mendesak penyidik segera memperluas penetapan tersangka.

Mahasiswa Desak Transparansi

Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) juga menyoroti kasus ini. Ketua IMPH, Rendy Salim, meminta aparat bertindak tegas dan transparan.

Ia menegaskan bahwa aparat harus menelusuri semua pihak yang terlibat. Selain itu, aparat perlu mengungkap aktor utama yang mengendalikan aktivitas tambang ilegal. Dengan demikian, penegakan hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan.

Barang Bukti dan Hambatan Proses

Aparat mengamankan tiga unit ekskavator dan empat dump truk yang diduga milik PT Amarfi. Petugas kemudian menitipkan barang bukti itu di sekitar Kantor Kejaksaan Negeri Konawe.

Namun, penyidik kejaksaan belum melanjutkan proses tahap dua. Mereka menilai berkas perkara dan barang bukti belum lengkap. Akibatnya, proses hukum berjalan lambat.

Desakan Percepatan Penanganan

Nusantara Forest Watch dan IMPH terus mendesak aparat mempercepat penanganan kasus. Mereka juga meminta penyidik menelusuri aktor utama, termasuk pihak kontraktor.

Dengan langkah tersebut, aparat dapat memastikan keadilan dan kepastian hukum. Selain itu, transparansi penanganan kasus akan meningkatkan kepercayaan publik.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Endana

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benda Mirip Torpedo Sumenep, Diduga Masih Aktif

    Benda Mirip Torpedo Sumenep, Diduga Masih Aktif

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Penemuan benda mirip torpedo di pesisir Aeng Lombi, Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Jawa Timur, memicu respons cepat aparat. Polisi menutup akses lokasi dan meminta warga menjauh untuk menghindari risiko. (22/04/2026). Polisi Jaga Lokasi Penemuan Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto mengerahkan personel untuk menjaga area temuan. Anggota Polsek Kangayan memasang garis pembatas dan […]

  • Petugas Polri dan imigrasi mengawal WNA dalam kasus judi online internasional di Jakarta

    Polri Titipkan 320 WNA Kasus Judi Online Internasional ke Imigrasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Kepolisian mengawal warga negara asing yang terlibat kasus judi online internasional saat tiba di lokasi detensi imigrasi di Jakarta.

  • logistic supply chain management diagram alur distribusi

    Ampuh Sultra Dorong Pemrov Sultra Bentuk Perda Wajibkan Semua Kendaraan Sektor Tambang dan Smelter Pakai Plat DT.

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 34
    • 2Komentar

    KENDARI, nalarpubliknews.com – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Pemerintah Provinsi Sultra segera menyusun peraturan daerah (Perda). Aturan ini akan mewajibkan seluruh kendaraan operasional tambang memakai pelat nomor DT. Ampuh Sultra menyampaikan desakan itu setelah menemukan banyak perusahaan tambang masih memakai kendaraan berpelat luar daerah. Kendaraan tersebut mencakup dump truck, mobil operasional, […]

  • Gedung KPK saat mengusut kasus aliran uang RPTKAGedung KPK saat mengusut kasus aliran uang RPTKA

    Aliran Uang RPTKA ke Eks Sekjen Kemenaker Didalami KPK

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 45
    • 0Komentar

    “Kami menggali keterangan saksi terkait aliran uang kepada tersangka HS dalam pengurusan dokumen RPTKA,” ujar Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo.

  • Abbas Araghchi tegaskan Iran tidak negosiasi dengan AS dalam konferensi pers di Baghdad

    Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS di Tengah Ketegangan Kawasan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) | Pemerintah Teheran kembali menegaskan bahwa Iran tidak negosiasi dengan AS di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang menolak klaim adanya dialog langsung dengan Washington. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa pemerintahnya tidak menjalankan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa meskipun […]

  • Opini: Tata Kelola Tambang Nikel di Sulawesi dan Maluku — Deforestasi Dibalut Kemasan Investasi

    Opini: Tata Kelola Tambang Nikel di Sulawesi dan Maluku — Deforestasi Dibalut Kemasan Investasi

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Oleh: Egi Rahman SukartaMenteri Lingkungan Hidup BEM Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Indonesia tengah memposisikan diri sebagai pusat industri nikel dunia. Melalui agenda hilirisasi, negara menaruh harapan besar pada komoditas ini sebagai tulang punggung transisi energi global. Namun di balik narasi kemajuan dan pembangunan, praktik tata kelola tambang nikel di Sulawesi dan Maluku menyimpan persoalan serius: […]

expand_less