Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Opini: Sultra di Persimpangan: Kaya Nikel, Miskin Keadilan

Opini: Sultra di Persimpangan: Kaya Nikel, Miskin Keadilan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 105
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Egit Setiawan

Nalarpubliknews.com – Hari ulang tahun Sulawesi Tenggara seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan sekadar seremoni. Bertambahnya usia daerah ini memperlihatkan dua wajah yang kontras: kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan persoalan tambang ilegal yang terus berulang.

Perayaan tahunan sering hanya menghadirkan kegiatan seremonial. Pemerintah dan pemangku kepentingan jarang menggunakan momen ini untuk mengevaluasi kondisi daerah secara jujur. Padahal, masyarakat membutuhkan perubahan nyata, bukan sekadar perayaan simbolik.

Potensi Besar yang Belum Maksimal

Sulawesi Tenggara memiliki potensi pertambangan yang sangat besar, terutama nikel yang kini menjadi komoditas strategis global. Industri kendaraan listrik terus meningkatkan permintaan nikel, sehingga daerah ini memegang peran penting dalam rantai pasok dunia.

Potensi ini membuka peluang besar. Sektor tambang dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Jika pengelolaannya tepat, kekayaan ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Namun, banyak pihak belum mengelola potensi ini secara optimal dan adil.

Tambang Ilegal dan Dampaknya

Tambang ilegal terus merusak wajah daerah. Para pelaku menjalankan aktivitas tanpa izin, menghindari kewajiban pajak, dan mengabaikan aturan lingkungan.

Mereka menebangi hutan, mencemari sungai dengan limbah tambang, serta merusak ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat. Kerusakan ini menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

Aktivitas ilegal ini juga memicu konflik sosial. Warga sering menghadapi perebutan lahan, tekanan dari pihak tertentu, hingga ketegangan antar kelompok. Situasi ini menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan.

Ketimpangan yang Terjadi

Kekayaan alam yang melimpah belum membawa kesejahteraan merata. Banyak masyarakat di sekitar tambang masih hidup dalam keterbatasan ekonomi, menghadapi akses pendidikan yang minim, serta kekurangan fasilitas kesehatan.

Kondisi ini mencerminkan kegagalan dalam mendistribusikan manfaat sumber daya alam. Pemerintah dan pengelola tambang belum memastikan masyarakat sekitar menerima manfaat yang adil.

Jika situasi ini terus berlanjut, rasa ketidakadilan akan semakin kuat dan berpotensi merusak kepercayaan publik.

Tanggung Jawab Pemerintah dan Perusahaan

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum harus bertindak tegas. Mereka perlu menertibkan tambang ilegal secara konsisten dan menyeluruh, tanpa pengecualian.

Pengawasan harus melibatkan masyarakat lokal agar kontrol berjalan lebih efektif. Selain itu, pemerintah perlu membuka informasi pengelolaan sumber daya agar publik dapat mengawasi secara langsung.

Perusahaan tambang yang beroperasi secara legal juga harus menjalankan praktik yang bertanggung jawab. Mereka wajib menjaga lingkungan, menghormati masyarakat sekitar, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Program tanggung jawab sosial tidak boleh berhenti sebagai formalitas. Perusahaan harus merancang program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Momentum Perubahan

Hari ulang tahun Sulawesi Tenggara harus menjadi titik balik. Pemerintah perlu memperbaiki tata kelola pertambangan, memperkuat pengawasan, dan memastikan hukum berjalan secara adil.

Daerah ini juga perlu mengembangkan sektor lain seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata agar tidak bergantung pada tambang.

Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar. Daerah ini hanya membutuhkan keberanian untuk berbenah dan komitmen kuat untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat.

Dengan langkah tersebut, masyarakat tidak hanya merayakan usia daerah, tetapi juga merasakan keadilan, kesejahteraan, dan lingkungan yang terjaga.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda
  • Sumber: redaksi

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • WN Swedia tewas di jurang Ubud Bali saat proses evakuasi oleh tim SAR di Desa Petulu Gianyar.

    WN Swedia Tewas di Jurang Ubud Bali, Diduga Meninggal 3 Hari

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 47
    • 3Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – WN Swedia tewas di jurang Ubud Bali setelah terjatuh di Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Dalam kasus WN Swedia tewas di jurang Ubud Bali ini, warga melaporkan dugaan orang jatuh ke jurang, lalu tim gabungan langsung menyisir lokasi hingga menemukan korban. Korban bernama Kenneth Juan Fujita (60). Tim […]

  • Enam Atlet SEA Games 2025 Resmi Jadi Perwira TNI AU, KSAU: Ini Penghargaan Negara
    TNI

    Enam Atlet SEA Games 2025 Resmi Jadi Perwira TNI AU, KSAU: Ini Penghargaan Negara

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Atlet TNI AU SEA Games resmi menjadi perwira pertama setelah mengikuti pelantikan di Mabesau Cilangkap, Jakarta, Kamis (5/2). Momen ini menjadi bentuk penghargaan atas prestasi mereka di ajang internasional. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono memimpin langsung upacara tersebut. Ia menegaskan bahwa negara memberikan apresiasi kepada atlet TNI AU […]

  • kulit hidup tembok china berupa lumut dan lichen yang melindungi batu dari erosi

    Kulit hidup tembok china bantu jaga ketahanan ribuan tahun

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Ketahanan Tembok Besar China tidak hanya berasal dari konstruksi batu yang kuat, tetapi juga dari peran alam yang bekerja secara perlahan. Salah satu temuan penting adalah keberadaan kulit hidup tembok china, yaitu lapisan mikroorganisme yang tumbuh di permukaan struktur. (01/04/2026). Lapisan ini terdiri dari lumut, alga, dan lichen yang membentuk biokrust. Fungsinya […]

  • Idham Azis Ditolak oleh NFW dari Komisi Reformasi Polri terkait dugaan tambang ilegal di Konawe Selatan

    Nusantara Forest Watch Tolak Keras Penunjukan Idham Azis dalam Komisi Reformasi Polri

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Koalisi masyarakat sipil bidang lingkungan, Nusantara Forest Watch (NFW), menolak masuknya mantan Kapolri Idham Azis ke Komisi Reformasi Polri. NFW menilai penunjukan tersebut bertentangan dengan semangat reformasi kepolisian dan prinsip integritas hukum. NFW menyampaikan penolakan itu karena dugaan keterlibatan Idham Azis dalam aktivitas perambahan hutan ilegal melalui perusahaan yang terafiliasi dengannya. Menurut […]

  • eks pegawai hapus server dan ganggu sistem IT perusahaan

    Eks Pegawai Ngamuk, Hapus 180 Server Perusahaan hingga Rugi Rp11 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 140
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Kasus eks pegawai hapus server kembali menjadi perhatian setelah mantan karyawan perusahaan teknologi NCS melakukan aksi perusakan sistem yang merugikan perusahaan hingga Rp11,1 miliar. Insiden ini menunjukkan pentingnya pengelolaan akses digital, terutama bagi karyawan yang sudah tidak lagi bekerja. Pelaku, Kandula Nagaraju (39), menggunakan akses lama untuk masuk ke sistem internal perusahaan. […]

expand_less