Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Aksi Puskom Desak Kemenag Usut Dugaan Suap Izin Prodi dan Kekerasan Seksual di IAI Rawa Aopa

Aksi Puskom Desak Kemenag Usut Dugaan Suap Izin Prodi dan Kekerasan Seksual di IAI Rawa Aopa

  • account_circle Rahmadani
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Nalarpubliknews.com – Pusat Studi Konstitusi Indonesia (Puskom) mendesak Kementerian Agama RI dan KPK segera mengusut dugaan suap izin operasional Program Studi Ekonomi Syariah di IAI Rawa Aopa. Puskom menyampaikan desakan itu saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Agama RI, Rabu, 13 Mei 2026.

Ratusan mahasiswa, masyarakat, dan orang tua mahasiswa IAI Rawa Aopa mengikuti aksi tersebut. Massa juga meminta Kemenag mengevaluasi kinerja Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) karena dianggap lambat menangani berbagai dugaan pelanggaran di kampus tersebut.

Koordinator Puskom, Robby Anggara, menegaskan pihaknya datang untuk bertemu langsung dengan Menteri Agama RI. Menurutnya, Puskom kecewa terhadap respons Diktis yang dianggap tidak serius menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

“Kami datang untuk bertemu Menteri Agama. Kami tidak mau bertemu bawahan menteri yang kami duga mempersulit pengaduan kami,” ujar Robby saat berorasi.

Massa Soroti Dugaan Pelanggaran Kampus

Dalam aksi itu, Puskom menyoroti lemahnya perlindungan terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan kampus. Selain itu, massa juga mengangkat isu dugaan komersialisasi pendidikan dan ketidakjelasan tata kelola akademik.

Puskom menduga pihak yayasan dan oknum yang berkaitan dengan Diktis Kemenag RI ikut terlibat dalam persoalan tersebut. Karena itu, massa meminta Kemenag segera mengevaluasi IAI Rawa Aopa dan Yayasan Rawa Aopa secara menyeluruh.

Situasi sempat memanas ketika massa mencoba masuk ke area Kantor Kementerian Agama RI. Namun, aparat kepolisian langsung menghentikan langkah massa aksi demi menjaga keamanan.

Direktur PTKI Temui Perwakilan Massa

Setelah beberapa jam berorasi, pihak Kemenag RI kembali menawarkan mediasi. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., kemudian menerima empat perwakilan massa aksi.

Dalam pertemuan itu, Robby memaparkan sejumlah dugaan persoalan di IAI Rawa Aopa. Ia menyoroti dugaan pelanggaran mutu pendidikan, dugaan suap izin prodi, hingga dugaan jual beli ijazah.

Menurut Robby, persoalan tersebut menunjukkan lemahnya tata kelola kampus dan yayasan. Bahkan, ia menilai praktik itu mengarah pada komersialisasi pendidikan.

Selain itu, Robby mengaku siap menyerahkan bukti kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI untuk mendukung proses investigasi.

Kemenag Akan Periksa Dugaan Suap

Menanggapi tuntutan massa, Prof. Sahiron menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengirim surat klarifikasi kepada kampus. Ia juga meminta Kopertais segera memeriksa persoalan tersebut.

“Saat ini kami sudah melayangkan surat klarifikasi ke kampus dan permintaan pemeriksaan oleh Kopertais,” ujar Prof. Sahiron.

Salah satu perwakilan aksi, Apriansyah, turut menyoroti dugaan suap izin prodi. Ia mengaku memiliki rekaman video percakapan telepon sebagai bukti awal.

Rekaman tersebut memuat percakapan antara pihak yayasan dan oknum berinisial L yang diduga menjabat sebagai pejabat Diktis. Setelah melihat video itu, Prof. Sahiron meminta massa aksi membuat laporan resmi ke Itjen Kemenag RI.

Prof. Sahiron juga memastikan pihaknya akan memanggil oknum yang namanya muncul dalam rekaman tersebut untuk memberikan klarifikasi.

Puskom Siap Lapor ke KPK

Usai mediasi, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Meski demikian, Puskom memastikan akan melanjutkan langkah advokasi dengan mendatangi KPK RI.

Mereka berencana melaporkan dugaan suap dalam proses izin operasional Program Studi Ekonomi Syariah IAI Rawa Aopa.

“Pendidikan Islam harus bersih dari transaksi. Izin prodi tidak boleh diperjualbelikan,” tutup Robby.

  • Penulis: Rahmadani
  • Editor: Nur Wayda
  • Sumber: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Enam Atlet SEA Games 2025 Resmi Jadi Perwira TNI AU, KSAU: Ini Penghargaan Negara
    TNI

    Enam Atlet SEA Games 2025 Resmi Jadi Perwira TNI AU, KSAU: Ini Penghargaan Negara

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Atlet TNI AU SEA Games resmi menjadi perwira pertama setelah mengikuti pelantikan di Mabesau Cilangkap, Jakarta, Kamis (5/2). Momen ini menjadi bentuk penghargaan atas prestasi mereka di ajang internasional. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono memimpin langsung upacara tersebut. Ia menegaskan bahwa negara memberikan apresiasi kepada atlet TNI AU […]

  • China batasi obligasi AS picu kenaikan yield global

    China Minta Bank Lokal Kurangi Obligasi AS, Yield Tembus 4,25%

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || China batasi obligasi AS dan memicu pergerakan signifikan di pasar keuangan global. Regulator di Beijing meminta lembaga keuangan domestik mengurangi eksposur terhadap US Treasuries. Kebijakan ini segera mendorong kenaikan yield dan mengubah arah sentimen investor. Yield obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun naik ke level 4,25%. Yield tenor 30 tahun juga […]

  • KPK temukan dokumen sakti, indikasi aliran dana dan keterlibatan pengusaha mulai terungkap.

    KPK Temukan Dokumen Sakti, Nama Pengusaha Terkuak

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – KPK temukan dokumen sakti dalam penyelidikan kasus korupsi yang kini menarik perhatian publik. Temuan ini membuka indikasi kuat aliran dana mencurigakan dan keterlibatan sejumlah pihak. (16/04/2026). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan “dokumen sakti” dalam penyelidikan kasus korupsi terbaru. Dokumen ini memuat catatan aliran dana dan hubungan antar pihak yang sebelumnya belum terlihat. […]

  • aksi aktivis menolak aktivitas tambang yang melanggar aturan

    KRIMINALISASI AKTIVIS DI TENGAH PELANGGARAN TAMBANG: HUKUM JANGAN TAJAM KE BAWAH, TUMPUL KE ATAS

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Konawe, (Nalarpubliknews.com) – Kamis, 26 Maret 2026 Kasus kriminalisasi aktivis tambang di Konawe menarik perhatian publik. Muhammad Rahim, mahasiswa asal Konawe yang kini tinggal di Jakarta, menilai aparat harus mengkaji dugaan pemerasan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya memahami konteks sebelum publik menarik kesimpulan. Keresahan Warga Jadi Pemicu Rahim menjelaskan bahwa aktivitas perusahaan tambang memicu keresahan warga. […]

  • Pengembangan investasi Sulawesi Tenggara oleh Anton Timbang

    Kepemimpinan Anton Timbang Perkuat Peran Kadin Sulawesi Tenggara dan Daya Tarik Investasi

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 72
    • 1Komentar

    JAKARTA, Nalarpubliknews.com – Minggu, 26/4/2026 Kepemimpinan Anton Timbang di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah arahannya, organisasi ini menjadi lebih solid, progresif, dan aktif membuka peluang investasi di berbagai sektor strategis. Kepemimpinan yang Cepat dan Berorientasi Hasil Sejak menjabat sebagai Ketua Kadin Sulawesi Tenggara, […]

  • cadangan minyak China mencapai 1,5 miliar barel di fasilitas penyimpanan strategis

    Cadangan Minyak China Capai Rekor 1,5 Miliar Barel

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Ilustrasi fasilitas penyimpanan cadangan minyak China yang mencapai sekitar 1,5 miliar barel.

expand_less