JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Center for Energy Security Studies menilai energi panas bumi mampu mendorong percepatan transisi energi nasional. Selain itu, Direktur Eksekutif Ali Ahmudi Achyak menegaskan bahwa sektor ini dapat menjadi tulang punggung energi bersih di Indonesia.
Menurut Ali, Indonesia menyimpan cadangan panas bumi yang sangat besar. Dengan potensi tersebut, Indonesia bisa menekan emisi karbon sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Karena itu, pemanfaatan panas bumi perlu terus ditingkatkan secara konsisten.
PLN Perkuat Target Energi Terbarukan
Pemerintah melalui Perusahaan Listrik Negara menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 76 persen pada periode 2025–2034. Dalam rencana tersebut, PLN menetapkan total kapasitas pembangkit EBT sebesar 42,1 gigawatt (GW).
Dari total itu, panas bumi menyumbang sekitar 5,2 GW. Dengan kontribusi ini, panas bumi memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan sistem energi nasional.
Di sisi lain, panas bumi mampu menghasilkan listrik secara stabil. Oleh karena itu, sumber energi ini membantu menjaga keandalan listrik nasional ketika permintaan terus meningkat. Berbeda dengan energi lain yang bergantung cuaca, panas bumi menyediakan suplai yang lebih konsisten.
Kinerja PGE Dorong Optimisme Industri
Pertamina Geothermal Energy menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Perusahaan meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 727 megawatt (MW) dari sebelumnya 672 MW.
Seiring dengan peningkatan tersebut, Ali melihat peluang percepatan transisi energi semakin terbuka. Bahkan, ia menilai Indonesia dapat bergerak lebih cepat jika perusahaan terus memperluas proyek dan menjaga kinerja operasional.
Pendapatan dan Produksi Listrik Terus Naik
Perusahaan berkode saham PGEO mencatat pendapatan sebesar 432,72 juta dolar AS pada 2025. Sebelumnya, perusahaan meraih pendapatan sebesar 407,12 juta dolar AS.
Tidak hanya itu, perusahaan juga meningkatkan produksi listrik hijau. Sepanjang 2025, produksi mencapai 5.095 gigawatt hour (GWh). Sebagai perbandingan, pada 2024 produksi berada di angka 4.827 GWh.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa sektor panas bumi terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pasokan energi bersih nasional.
Menuju Kemandirian Energi Nasional
Ali menilai Indonesia masih memiliki banyak potensi panas bumi yang belum tergarap secara optimal. Oleh sebab itu, pemerintah dan pelaku industri perlu mempercepat pengembangan sektor ini.
Ke depan, panas bumi tidak hanya membuka peluang ekonomi, tetapi juga memperkuat kemandirian energi nasional. Dengan langkah yang tepat, Indonesia dapat mempercepat transisi energi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.
Saat ini belum ada komentar