Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Technology » China Unggul di Teknologi Drone, AS Kejar Ketertinggalan Lewat Investasi Besar

China Unggul di Teknologi Drone, AS Kejar Ketertinggalan Lewat Investasi Besar

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, nalarpubliknews.com – Dominasi drone China kini menjadi isu penting dalam persaingan teknologi global. Amerika Serikat menghadapi tekanan besar karena China menguasai produksi dan rantai pasok drone. Kondisi ini mendorong AS untuk mempercepat strategi guna mengejar ketertinggalan.

Dominasi Drone China Kian Menguat

China terus memperluas pengaruhnya dalam industri drone global. Produsen di negara tersebut meningkatkan kapasitas produksi dan menekan harga sehingga produk mereka mudah diakses berbagai negara.

Dalam konflik di Ukraina, sejumlah laporan menunjukkan banyak drone menggunakan komponen asal China, seperti baterai, motor, dan chip. Fakta ini menegaskan kuatnya posisi China dalam rantai pasok global.

Para analis industri menilai dominasi drone China tidak hanya berasal dari teknologi, tetapi juga dari kemampuan produksi massal. China mampu menyediakan komponen dalam jumlah besar dengan biaya rendah. Keunggulan ini sulit disaingi oleh negara lain dalam waktu singkat.

AS Percepat Strategi untuk Mengejar

Pemerintah AS merespons situasi ini dengan langkah strategis. Menteri Pertahanan Pete Hegseth meluncurkan program “Drone Dominance” dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar.

Program tersebut mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan memperkuat rantai pasok lokal. Pentagon juga merencanakan pembelian hingga ratusan ribu drone FPV untuk memperluas pasar domestik.

Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat. Pemerintah ingin produsen lokal mampu bersaing dari segi harga dan kualitas.

Tantangan Besar yang Dihadapi AS

Meski bergerak cepat, AS menghadapi berbagai tantangan. Produsen lokal masih menetapkan harga drone jauh lebih tinggi dibandingkan produk China. Perbedaan harga ini membuat produk AS sulit bersaing di pasar global.

Selain itu, AS masih membutuhkan bahan baku penting seperti mineral untuk baterai dan motor. Pemerintah sebelumnya di bawah Donald Trump telah mengalokasikan investasi besar untuk sektor ini. Namun, pembangunan industri hulu membutuhkan waktu panjang dan biaya besar.

Para ahli menilai AS perlu waktu hingga satu dekade untuk membangun rantai pasok yang benar-benar mandiri. Tanpa langkah konsisten, ketergantungan terhadap komponen luar negeri akan terus berlanjut.

Ekosistem China Lebih Luas dan Matang

China tidak hanya unggul di sektor militer. Negara tersebut juga membangun pasar drone sipil yang luas. Perusahaan seperti DJI melayani berbagai sektor, mulai dari kreator konten hingga instansi pemerintah.

Pasar yang luas ini mendorong inovasi dan efisiensi produksi. Produsen China memperoleh keuntungan dari skala ekonomi yang besar. Kondisi ini membuat mereka terus unggul dalam persaingan global.

Sebaliknya, industri drone AS masih bergantung pada permintaan militer. Keterbatasan pasar sipil memperlambat pertumbuhan dan inovasi.

Prospek Persaingan ke Depan

Persaingan antara China dan AS dalam teknologi drone akan terus berlangsung. China berupaya mempertahankan keunggulan melalui produksi massal dan inovasi. Sementara itu, AS fokus membangun kembali industri dalam negeri.

Keberhasilan AS sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dan investasi jangka panjang. Tanpa strategi yang berkelanjutan, dominasi drone China akan semakin sulit ditandingi.

Dominasi drone China kini menjadi faktor penting dalam peta kekuatan teknologi global. AS sudah mengambil langkah strategis, tetapi masih menghadapi banyak hambatan. Persaingan ini akan menentukan arah perkembangan teknologi militer dan industri drone dunia.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PN Jaksel Terapkan KUHP Baru, Laras Faizati Dihukum Pidana Pengawasan

    PN Jaksel Terapkan KUHP Baru, Laras Faizati Dihukum Pidana Pengawasan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Vonis Laras Faizati menjadi perhatian publik setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan pidana pengawasan selama enam bulan. Putusan ini sekaligus memerintahkan pembebasan terdakwa dari tahanan. Sidang berlangsung pada Kamis (15/1). Hakim Ketua I Ketut Darpawan menyatakan Laras terbukti menyebarkan tulisan yang menghasut publik untuk melakukan tindak pidana. Majelis hakim tidak […]

  • Pasokan Minyak Rusia membantu stabilitas energi di Kuba, dengan kapal Rusia mengangkut minyak dan bendera Rusia serta Kuba melambangkan kerjasama energi.

    Pasokan Minyak Rusia: Solusi bagi Krisis Energi Kuba

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 92
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Pasokan minyak dari Rusia kini kembali mengalir ke Kuba, memberikan secercah harapan bagi ekonomi yang tengah terpuruk. Sejak sanksi internasional memperburuk kondisi pasokan energi di negara pulau ini, Rusia telah menjadi mitra utama dalam menjaga kelangsungan distribusi energi di Kuba. (25/04/2026). Krisis Energi yang Menghantui Kuba Kuba telah berjuang untuk mengatasi krisis […]

  • kasus kuota haji Maktour di Gedung KPK Jakarta oleh Asep Guntur Rahayu

    KPK Ungkap Dugaan Keuntungan Rp27,8 Miliar Maktour dalam Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 76
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap dugaan keuntungan tidak sah yang diperoleh PT Makassar Toraja (Maktour) dalam kasus kuota haji. Nilainya mencapai sekitar Rp27,8 miliar sepanjang 2024. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan auditor menghitung langsung angka tersebut dari kerugian keuangan negara. Ia menegaskan temuan itu memperkuat indikasi praktik korupsi dalam […]

  • Ilustrasi penandatanganan perjanjian dagang ART antara Indonesia dan Amerika Serikat

    KSPI dan Partai Buruh Tolak Deal Dagang RI–AS, Said Iqbal Minta Prabowo Batalkan ART

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 132
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menolak perjanjian ART Indonesia AS. Mereka menilai kesepakatan dagang tersebut merugikan pekerja dan kepentingan nasional. Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut isi perjanjian tidak seimbang. Ia menjelaskan Indonesia hanya mengajukan enam poin. Sementara itu, dokumen kerja sama tersebut memuat sekitar 115 […]

  • Unjuk Rasa Di Mabes Polri, Ippmik Jakarta Beberkan Dugaan Kerugian Negara 9,2 M di Konawe

    Unjuk Rasa Di Mabes Polri, Ippmik Jakarta Beberkan Dugaan Kerugian Negara 9,2 M di Konawe

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Jakarta – Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Konawe (IPPMIK) Jakarta kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Senin (22/12/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kasus dugaan korupsi anggaran makan dan minum Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe yang dikelola Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Konawe, dimana kasus […]

  • Proses hukum kasus OTT PT ST Nickel oleh aparat kepolisian

    Mahasiswa Konawe Nilai OTT Dugaan Pemerasan PT ST Nickel Perlu Didalami, Diduga Ada Unsur Suap dari Pihak Perusahaan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Konawe, (Nalarpubliknews.com) || Aparat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan terhadap PT ST Nickel oleh oknum LSM. Kasus ini langsung memicu perhatian publik, khususnya dari kalangan mahasiswa di Sulawesi Tenggara. Mahasiswa Minta Penanganan Objektif Irjal Ridwan, mahasiswa asal Konawe, meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara menyeluruh. Ia menilai aparat tidak boleh […]

expand_less