PB.HAM SULTRA Soroti Aktivitas Hauling PT TPM, Infrastruktur Rusak – Pemda dan DPRD Diminta Bertindak
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- visibility 76
- comment 1 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Konawe, nalarpubliknews.com – PB.HAM Sultra menyoroti aktivitas hauling PT TPM yang merusak jalan di Kecamatan Anggaberi. Kerusakan paling parah muncul di Kelurahan Lawulo, Unaasi, dan Toriki.
Dampak Hauling terhadap Infrastruktur
Ketua Umum PB.HAM Sultra, Muh. Supril, menilai truk pengangkut crude palm oil (CPO) memicu kerusakan jalan. Truk melintas setiap hari dengan muatan berat. Aktivitas ini mempercepat kerusakan pada ruas jalan utama.
Jalan tersebut menjadi akses penting bagi warga. Masyarakat menggunakannya untuk bekerja, berdagang, dan bersekolah. Kini warga harus menghadapi jalan berlubang dan berdebu.
Mobilitas Warga Terganggu
Warga mengaku kesulitan saat melintas. Mereka harus memperlambat kendaraan agar tetap aman. Waktu tempuh pun menjadi lebih lama.
Pengendara motor menghadapi risiko lebih tinggi. Banyak pengendara hampir terjatuh saat melewati lubang. Debu tebal juga mengurangi jarak pandang di siang hari.
“Kami menerima banyak laporan soal jalan rusak dan debu akibat hauling. Kondisi ini harus segera ditangani,” ujar Muh. Supril.
Sorotan terhadap Pengawasan
PB.HAM Sultra menilai pengawasan terhadap PT TPM belum optimal. Perusahaan tetap menggunakan jalan umum tanpa perawatan rutin. Kondisi ini merugikan masyarakat sekitar.
Mereka menegaskan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab. Perusahaan perlu memperbaiki jalan dan mengatur operasional truk. Langkah ini penting untuk mengurangi dampak negatif.
Desakan kepada Pemerintah
PB.HAM Sultra mendesak pemerintah daerah dan DPRD segera bertindak. Pemerintah perlu turun langsung ke lapangan. Mereka juga harus mengevaluasi izin operasional perusahaan.
Selain itu, pemerintah perlu menetapkan aturan yang lebih tegas. Pengawasan harus berjalan konsisten. Jika terjadi pelanggaran, pemerintah harus memberi sanksi.
“Kami meminta pemerintah bertindak cepat dan tegas,” kata Muh. Supril.
Rencana Aksi dan Harapan Warga
PB.HAM Sultra akan terus mengawal persoalan ini. Mereka berencana menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat. Aksi juga akan dilakukan di kantor pusat PT TPM di Jakarta.
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan. Mereka juga meminta pengaturan aktivitas hauling yang lebih tertib. Warga ingin tetap beraktivitas tanpa rasa khawatir.
Kasus ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara industri dan kepentingan publik. Warga berharap semua pihak mengambil langkah nyata agar kondisi segera membaik.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

https://shorturl.fm/Rz01F
3 Mei 2026 8:01 pm