Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Bisnis » Mentan tegaskan bersama Papua bangun pertanian berbasis potensi lokal

Mentan tegaskan bersama Papua bangun pertanian berbasis potensi lokal

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, nalarpubliknews.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda Papua mengambil peran dalam membangun sektor pertanian berbasis potensi lokal. Ia menegaskan pemerintah akan mendukung pengembangan komoditas unggulan di setiap daerah agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Amran menyampaikan ajakan tersebut saat berdialog dengan 150 mahasiswa asal berbagai wilayah Tanah Papua di kediaman pribadinya di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Dalam pertemuan itu, ia menekankan bahwa pembangunan pertanian harus mengikuti karakteristik wilayah, budaya, serta kebutuhan masyarakat setempat.

“Saya dari gunung di Sulawesi Selatan. Saudara saya banyak di Papua. Kenapa saya undang ke rumah pribadi? Karena Anda bertemu dengan kakakmu sendiri, saudara sendiri. Saya kakak menteri, orang Papua juga. Kita bangun Papua bersama,” kata Amran.

Ia menilai mahasiswa Papua memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi di daerah masing-masing melalui sektor pertanian. Karena itu, Kementerian Pertanian siap memberikan dukungan agar potensi tersebut berkembang secara optimal.

Dalam dialog tersebut, para mahasiswa memaparkan berbagai komoditas unggulan dari daerah asal mereka. Mereka menyebut ubi jalar, buah merah, sagu, kopi, kakao, kelapa, kacang tanah, hingga sektor peternakan dan perikanan sebagai potensi yang layak dikembangkan.

Seorang mahasiswa bertanya kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berdialog dengan Asosiasi Mahasiswa Papua Indonesia di kediamannya di Jakarta, Kamis (2/7/2026). 

Mahasiswa asal Papua Tengah, Edron Tabuni, menjelaskan bahwa masyarakat di wilayah pegunungan masih mengandalkan ubi sebagai pangan pokok. Menurutnya, pemerintah perlu menyesuaikan program pertanian dengan kondisi geografis dan budaya masyarakat setempat.

Amran langsung merespons usulan tersebut. Ia memastikan pemerintah akan mengembangkan komoditas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Kalau Papua Tengah dan Papua Pegunungan membutuhkan pengembangan ubi, maka kita dukung ubi. Kita harus membangun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat dan potensi yang memang hidup di masyarakat,” tegasnya.

Kementan Salurkan Bantuan Alat Pertanian

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertanian akan menyalurkan bantuan alat pertanian untuk mendukung pengembangan ubi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Amran menjelaskan bahwa bantuan tersebut mencakup berbagai peralatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar proses budidaya berjalan lebih efektif dan produktif.

“Kita sama-sama petani. Saya paham, kalau sudah ada alat kerja, masyarakat bisa langsung bergerak. Yang kita bangun adalah ekonomi desa dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah mengundang gubernur, bupati, tokoh adat, petani, dan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Tanah Papua untuk menyusun program pembangunan pertanian berbasis potensi daerah.

Tim Kementerian Pertanian kemudian memetakan berbagai komoditas unggulan, seperti pala, sagu, kopi, kakao, jagung, peternakan, serta kebutuhan alat dan mesin pertanian di masing-masing wilayah.

Amran menegaskan seluruh program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua melalui pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Amran juga mendorong mahasiswa memanfaatkan lahan milik keluarga untuk membangun usaha pertanian sejak masih menempuh pendidikan.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menghasilkan pendapatan ketika mahasiswa menyelesaikan kuliah sekaligus membuka peluang usaha baru di daerah.

“Kalau punya lahan, tanam dari sekarang. Ketika selesai kuliah, kebunnya sudah menghasilkan. Kita ingin anak-anak muda Papua menjadi pengusaha pertanian yang sukses. Bahkan pendapatannya bisa lebih tinggi daripada pegawai,” katanya.

Ia optimistis sektor pertanian mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mengurangi angka pengangguran di Tanah Papua.

Mahasiswa Apresiasi Komitmen Pemerintah

Mahasiswa asal Papua Barat Daya, Ronaldo Jakobinesta dari Universitas Kristen Indonesia, mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan Menteri Pertanian. Ia menilai forum tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan potensi daerah secara terbuka.

“Pak Menteri sangat tegas, sangat rendah hati, dan sangat cepat merespons setiap masukan. Kegiatan seperti ini sangat baik karena kami bisa menyampaikan langsung potensi daerah kami, mulai dari kacang tanah di Maybrat, kelapa di Tambrauw, hingga berbagai jenis sagu di Sorong Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Edron Tabuni menyambut baik keputusan pemerintah yang memberikan bantuan alat pertanian untuk mendukung pengembangan ubi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Pemuda asal Papua Pegunungan, Onajige Balong, juga mengapresiasi gagasan Menteri Pertanian yang mendorong generasi muda menjadi pelaku usaha pertanian.

Menurutnya, sektor pertanian menawarkan peluang besar bagi anak muda untuk membangun kemandirian ekonomi tanpa harus bergantung pada pekerjaan sebagai aparatur sipil negara.

“Saya sangat senang karena Pak Menteri memberikan pemahaman bahwa mencari penghasilan tidak harus menjadi PNS. Uang juga ada di kebun,” kata Onajige.

Ia berharap semakin banyak generasi muda Papua mengembangkan potensi pertanian daerah sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan di Tanah Papua.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dominasi drone China pada DJI Mavic 2 Zoom di industri drone global

    China Unggul di Teknologi Drone, AS Kejar Ketertinggalan Lewat Investasi Besar

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 72
    • 0Komentar

    JAKARTA, nalarpubliknews.com – Dominasi drone China kini menjadi isu penting dalam persaingan teknologi global. Amerika Serikat menghadapi tekanan besar karena China menguasai produksi dan rantai pasok drone. Kondisi ini mendorong AS untuk mempercepat strategi guna mengejar ketertinggalan. Dominasi Drone China Kian Menguat China terus memperluas pengaruhnya dalam industri drone global. Produsen di negara tersebut meningkatkan […]

  • Pengunjung diminta KTP masuk gedung saat proses verifikasi keamanan di resepsionis

    Masuk Gedung Diminta KTP dan Difoto, Benarkah Melanggar Undang-Undang?

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 110
    • 2Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) – Banyak pengelola gedung meminta KTP dari pengunjung sebelum memberi akses masuk. Selain itu, mereka menjalankan aturan ini untuk menjaga keamanan area. Namun, para ahli menilai praktik diminta KTP masuk gedung berpotensi melanggar prinsip perlindungan data pribadi. Peneliti dari Lembaga Studi & Advokasi Masyarakat, Parasurama Pamungkas, menegaskan bahwa pengelola harus menetapkan tujuan jelas sebelum […]

  • Aktivitas kapal di Selat Malaka Indonesia jalur pelayaran internasional

    Signifikansi Strategis Selat Malaka dan Peran Indonesia dalam Keamanan Maritim Global: Perspektif Jepang

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 197
    • 6Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com || Jepang menilai Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga Selat Malaka. Jalur ini menjadi penghubung utama antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Selain itu, jalur ini juga menjadi salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia. Diplomat Jepang, Mitsuru Myochin, menegaskan pentingnya posisi Indonesia. Ia membandingkan Selat Malaka dengan Selat Hormuz. Kedua wilayah ini […]

  • Ilustrasi kehancuran Kekaisaran Romawi yang menggambarkan faktor ekonomi, politik, dan invasi dalam runtuhnya Romawi, dengan latar belakang kebakaran dan pasukan barbar yang menyerbu Roma.

    Runtuhnya Kekaisaran Romawi: Ekonomi, Politik, dan Invasi.

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Kekaisaran Romawi menjadi salah satu peradaban terbesar dalam sejarah dunia, namun kehancurannya tidak terjadi dalam satu waktu. Faktor-faktor yang saling mempengaruhi menyebabkan keruntuhan yang berlangsung secara bertahap. Kekaisaran ini bertahan lebih dari seribu tahun dan menyaksikan kejayaan luar biasa sebelum akhirnya runtuh, meninggalkan pengaruh besar di dunia kuno. 1. Krisis Ekonomi yang […]

  • Presiden Mesir ditembak mati saat parade militer 1981

    Presiden Mesir Anwar Sadat Tewas Ditembak Usai Perjanjian Damai dengan Israel

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Presiden Mesir Anwar Sadat tewas dalam serangan bersenjata saat menghadiri parade militer di Kairo pada 6 Oktober 1981. Insiden itu terjadi beberapa tahun setelah Sadat menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Pemerintah Mesir menggelar parade tersebut untuk memperingati keberhasilan pasukan Mesir dalam Perang Yom Kippur 1973. Saat acara berlangsung, Sadat duduk di tribun […]

  • Program Setara Konawe Selatan dorong pembangunan dan ekonomi desa

    Ukir Prestasi, Program Konsel Setara Banjir Pujian, ini Kata IPPMI :..

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    KONAWE SELATAN, nalarpubliknews.com – Program Setara Konawe Selatan mendapat apresiasi dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPPMI) Konawe Selatan. Organisasi tersebut menilai program itu mampu mempercepat pembangunan desa dan memperkuat ekonomi masyarakat. Ketua IPPMI Konsel Indonesia, Arin Fahrul Sanjaya, mengatakan masyarakat mulai merasakan manfaat Program Setara Konawe Selatan. Menurutnya, pemerintah daerah kini memperluas pembangunan hingga […]

expand_less