Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Demi Hukum dan Rakyat, Pemerintah Diminta Tak Ragu Cabut Perizinan PT. WIN di Konsel.

Demi Hukum dan Rakyat, Pemerintah Diminta Tak Ragu Cabut Perizinan PT. WIN di Konsel.

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Nalarpubliknews.com – Desakan pencabutan perizinan PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) kembali digaungkan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo mengatakan, eksistensi PT. WIN di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara sudah harus dihapuskan demi keselamatan rakyat dan penegakan supremasi hukum.

“Demi rakyat dan demi hukum, kami minta pemerintah tidak ragu untuk mencabut seluruh perizinan PT. WIN”. Ucap Hendro kepada media ini, Kamis, (4/6/26).

Dia mengungkapkan, sejak hadirnya PT. WIN sudah begitu banyak dugaan pelanggaran yang dilakukan. Mulai dari dugaan komersialisasi jetty secara ilegal, pengrusakan mangrove, pencemaran lingkungan dan lain sebagainya menandakan bahwa perusahaan milik Frans Kalalo itu tidak bisa lagi diberikan toleransi.

“Dari tahun 2017 PT. WIN sudah kerap menuai sorotan, bahkab sampai sekarang. Artinya perusahaan tersebut memang bermasalah menurut kami. Sehingga pemerintah sudah sewajibnya mencabut semua perizinannya”. Pintanya

Puncaknya pelanggaran PT. WIN, lanjut Hendro, adalah dengan melakukan kegiatan pertambangan tepat di samping Sekolah Dasar (SD) dan pemukiman warga. Hal tersebut seakan mempertegas bahwa kehadiran PT. WIN, hanya ingin menguras habis seluruh Sumber Daya Alam di Desa Torobulu, Kec. Laeya, Kab. Konawe Selatan tanpa memikirkan potensi keselamatan rakyat.

“Perlu dipahami bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, namun bagi PT. WIN asas ini tidak berlaku hanya karena mengejar kandungan mineral yang terdapat di dekat fasilitas Sekolah Dasar dan pemukiman warga Torobulu”. Ujar pria yang akrab disapa Egis itu dengan nada geram.

Oleh sebab itu, pihaknya mengingatkan, agar instansi terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM RI untuk segera mengambil keputusan tegas dengan mencabut seluruh perizinan PT. WIN.

“Kami tekankan sekali lagi agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM RI tidak ragu untuk segera mencabut Izin Lingkungan dan IUP PT. WIN”. Tegasnya

Pihaknya juga menyatakan sikap akan bertandang di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM RI guna menyampaikan aspirasi terkait pencabutan perizinan PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Konawe Selatan.

“Dalam waktu dekat kami akan bertandang secara langsung di Kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM RI di Jakarta”. Tutupnya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • lahan bekas tambang ilegal Indonesia di kawasan hutan

    Satgas PKH Kuasai 8.822 Hektare Tambang Ilegal, Negara Tegaskan Perang terhadap Mafia Tambang

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Jakarta | nalarpubliknews.com — tambang ilegal Indonesia kembali menjadi perhatian serius pemerintah setelah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengambil langkah tegas. Di bawah kepemimpinan Fabriel Buyung, tim berhasil mengambil alih 8.822 hektare lahan tambang ilegal di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Penertiban ini menunjukkan keseriusan negara dalam mengatasi praktik pertambangan ilegal […]

  • Oman memediasi negosiasi AS Iran Oman untuk stabilitas kawasan

    Peran Oman buka pintu negosiasi AS-Iran, dalam meredam ketegangan di Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Oman buka pintu negosiasi AS Iran sebagai upaya damai meredam konflik. Artikel ini mengulas peran Oman, respons AS dan Iran, serta dampaknya bagi stabilitas Timur Tengah.

  • dampak pelecehan seksual digital terhadap korban

    Opini: Kasus Grup WhatsApp Mahasiswa UI dan Krisis Etika Digital

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 39
    • 1Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) — Kasus dugaan pelecehan seksual dalam grup WhatsApp mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia menegaskan satu hal penting: krisis etika di ruang digital bukan lagi isu pinggiran. Kini, masalah ini telah menjadi persoalan nyata yang mengakar, bahkan di lingkungan terdidik. Peristiwa ini tidak bisa dianggap sekadar candaan atau kesalahan individu. Sebaliknya, percakapan yang mengandung […]

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • kejanggalan proyek Gerbang Wanggudu dalam aksi mahasiswa di KPK

    Mahasiswa Sultra di Jakarta Desak Kontraktor Gerbang Kota Wanggudu Buka Klarifikasi ke Publik

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Kejanggalan proyek Gerbang Wanggudu kembali menjadi sorotan publik. Untuk itu, GPM Sultra–Jakarta menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI), Selasa (20/1/2026). Mahasiswa menyoroti proyek Gerbang Wanggudu di Konawe Utara. Selain itu, mereka menilai proyek ini belum transparan. Mahasiswa Pertanyakan Proyek Gerbang Wanggudu Dalam aksi tersebut, massa mendesak CV Menara […]

  • Anggito Abimanyu menjelaskan fenomena bunga simpanan LPS dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta

    Sepertiga Bank RI Tawarkan Bunga di Atas Batas LPS, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 40
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Sebanyak 33% bank di Indonesia masih menawarkan suku bunga simpanan di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan. Kondisi ini mencerminkan ketatnya persaingan likuiditas sekaligus tingginya kebutuhan dana di industri perbankan. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyebut bank aktif menawarkan bunga lebih tinggi untuk menarik dana masyarakat. Ia […]

expand_less