Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Mengenal Herman Willem Daendels: Reformasi, Jalan Raya Pos, dan Kontroversi Kerja Paksa di Jawa

Mengenal Herman Willem Daendels: Reformasi, Jalan Raya Pos, dan Kontroversi Kerja Paksa di Jawa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 392
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nalarpubliknews.com – Tokoh kolonial Herman Willem Daendels dikenal sebagai pemimpin yang membawa reformasi besar di Hindia Belanda sekaligus meninggalkan kontroversi akibat kebijakan kerja paksa. Ia memimpin Jawa saat Belanda berada di bawah pengaruh Napoleon Bonaparte dan berupaya memperkuat pertahanan kolonial dari ancaman Inggris.

Daendels lahir di Hattem, Belanda, pada 21 Oktober 1762. Sebelum datang ke Nusantara, ia menjalani karier militer yang kuat dan terkenal sebagai sosok disiplin serta tegas. Pemerintah Belanda menunjuknya sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1808 untuk memperkuat pertahanan Pulau Jawa, memperbaiki administrasi kolonial yang korup, serta meningkatkan disiplin di kalangan pejabat kolonial dan elite lokal.

Reformasi Administrasi Kolonial

Selama masa pemerintahannya, Daendels melakukan berbagai reformasi administratif. Pertama, ia menata ulang sistem birokrasi agar lebih terpusat dan efisien. Selain itu, ia membatasi kekuasaan raja-raja lokal serta para bupati, terutama dalam urusan pajak dan pengelolaan wilayah.

Daendels juga menerapkan disiplin ketat kepada pejabat kolonial yang lalai menjalankan tugas. Di sisi lain, ia memperbarui aturan hukum dan sistem pajak guna meningkatkan pendapatan pemerintah kolonial.

Kebijakan tersebut membuat pemerintahan kolonial menjadi lebih terorganisasi. Namun demikian, banyak elite lokal merasa tertekan karena pengawasan yang semakin ketat. Bahkan, gaya kepemimpinan Daendels yang militeristik sering memicu ketegangan dengan sejumlah pejabat daerah.

Pembangunan Jalan Raya Pos

Salah satu proyek paling terkenal pada masa pemerintahan Daendels ialah pembangunan Jalan Raya Pos atau De Grote Postweg yang membentang dari Anyer hingga Panarukan sepanjang sekitar 1.000 kilometer. Jalan ini bertujuan mempercepat mobilisasi militer, memperlancar komunikasi antardaerah, serta memperkuat pengawasan pemerintah kolonial di Pulau Jawa.

Meski menjadi pencapaian infrastruktur penting, pembangunan Jalan Raya Pos memicu kontroversi besar karena pemerintah kolonial menggunakan sistem kerja paksa atau rodi. Ribuan rakyat pribumi harus bekerja tanpa upah dalam kondisi berat dan berbahaya. Akibatnya, banyak pekerja meninggal karena kelelahan, penyakit, dan buruknya kondisi kerja.

Karena itu, proyek tersebut kemudian menjadi simbol penderitaan rakyat pada masa kolonial. Hingga kini, Jalan Raya Pos masih tercatat sebagai salah satu proyek terbesar pada era pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia.

Praktik Korupsi Pejabat Lokal

Selain kerja paksa, praktik penyalahgunaan kekuasaan oleh bupati dan elite lokal turut memperburuk keadaan. Sejumlah pejabat daerah memotong logistik dan bahan makanan yang seharusnya diterima pekerja rodi.

Bahkan, beberapa bupati memperpanjang masa kerja paksa demi kepentingan pribadi dan memaksa rakyat bekerja melebihi ketentuan resmi pemerintah kolonial. Kondisi tersebut membuat penderitaan rakyat semakin berat.

Daendels beberapa kali mengkritik tindakan itu dan menjatuhkan sanksi kepada pejabat yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan. Akan tetapi, luasnya wilayah pengawasan serta banyaknya pejabat lokal membuat praktik korupsi tetap berlangsung di berbagai daerah.

Gaya Kepemimpinan Daendels

Sejarawan menilai Daendels sebagai sosok yang memiliki dua sisi. Di satu sisi, ia berhasil membangun infrastruktur penting, memperbaiki administrasi pemerintahan, dan menekan korupsi di kalangan pejabat kolonial.

Namun di sisi lain, kebijakannya dianggap represif karena sering mengabaikan hak rakyat dan membuka peluang eksploitasi terhadap masyarakat pribumi. Oleh sebab itu, nama Daendels selalu memunculkan perdebatan dalam kajian sejarah kolonial Indonesia.

Akhir Masa Jabatan dan Warisan Sejarah

Pada 1811, Inggris berhasil menguasai Jawa sehingga Daendels kembali ke Eropa. Setelah itu, pemerintah kolonial menggantinya dengan Thomas Stamford Raffles.

Hingga kini, warisan sejarah Daendels masih menjadi bahan kajian penting, terutama terkait modernisasi administrasi kolonial dan dampak sosial dari kebijakan kerja paksa. Kisah Daendels menunjukkan bahwa modernisasi dan pembangunan pada masa kolonial sering berjalan bersamaan dengan praktik eksploitasi dan penderitaan rakyat.

Karena itu, sejarah kepemimpinannya menjadi pelajaran penting mengenai hubungan antara kekuasaan, pembangunan, dan kemanusiaan.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretariat nasional BAPEMNUS resmi diresmikan di Jakarta

    Resmikan Sekretariat, BAPEMNUS Tegaskan Arah Perjuangan dan Agenda Strategis Pemuda Mahasiswa Nusantara

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Januari 2026 – Barisan Pemuda Mahasiswa Nusantara (BAPEMNUS) resmi meresmikan sekretariat nasional sebagai pusat koordinasi dan konsolidasi gerakan pemuda serta mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi sekaligus memperluas peran advokasi sosial, hukum, dan kebangsaan. Ketua Umum BAPEMNUS, Nabil Dean, mengatakan sekretariat nasional menjadi simbol […]

  • pertumbuhan pembiayaan emas BSI gadai emas

    Pembiayaan BRIS Tumbuh 14,49% pada 2025, Didorong Kuat Bisnis Emas

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) || 6 Februari 2026  pembiayaan emas BSI menjadi salah satu pendorong utama kinerja PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 14,49% secara tahunan (yoy) hingga mencapai Rp318,84 triliun. BSI menyalurkan pembiayaan segmen konsumen sebesar Rp175,79 triliun atau 55,13% dari total pembiayaan. Angka ini mencerminkan kuatnya permintaan pembiayaan […]

  • pergerakan kurs rupiah menuju 15000 per dolar

    Purbaya Yudhi Sadewa Nilai Rupiah Berpeluang Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 230
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Selain faktor domestik, pergerakan nilai tukar rupiah juga sangat dipengaruhi kondisi global. Penguatan dolar Amerika Serikat sering terjadi ketika bank sentral AS menaikkan suku bunga. Kondisi ini membuat investor global cenderung menarik dana dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di sisi lain, ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia juga mendorong investor mencari aset […]

  • aktivitas tambang nikel Anton Timbang Konawe Utara Sulawesi Tenggara

    Tudingan Terhadap Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Dinilai Tidak Berdasar dan Abaikan Rekam Jejak Kontribusi Nyata

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) || Isu tentang Anton Timbang Konawe Utara kembali mencuat. Sejumlah pihak mengaitkan namanya dengan dugaan aktivitas tambang nikel. Namun, banyak pihak menilai tudingan itu spekulatif karena tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Anton Timbang saat ini menjabat sebagai Ketua Kadin Sulawesi Tenggara. Beberapa narasi publik menyebut namanya tanpa menyertakan data kuat. Selain itu, […]

  • Kerajaan Konawe: Pilar Sejarah dan Identitas Budaya Masyarakat Tolaki

    Kerajaan Konawe: Pilar Sejarah dan Identitas Budaya Masyarakat Tolaki

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    KONAWE, Sulawesi Tenggara — Di balik hamparan dataran luas dan aliran Sungai Konaweeha, tersimpan jejak sejarah panjang sebuah kerajaan tua yang menjadi fondasi peradaban masyarakat Sulawesi Tenggara, yakni Kerajaan Konawe. Kerajaan ini dikenal sebagai pusat awal pembentukan identitas suku Tolaki, salah satu kelompok etnis terbesar di wilayah tersebut. Kerajaan Konawe diperkirakan berdiri pada abad ke-14 […]

  • digitalisasi sekolah konawe selatan dalam pembelajaran berbasis teknologi di ruang kelas.

    Digitalisasi Pendidikan : Ikhtiar Peradaban bagi Masa Depan Konawe Selatan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Ilustrasi suasana pembelajaran digital di ruang kelas yang menggambarkan penerapan digitalisasi sekolah di Konawe Selatan. Dalam gambar terlihat guru memanfaatkan layar digital untuk menjelaskan materi pelajaran, sementara para siswa menggunakan laptop dan tablet sebagai media belajar. Kehadiran teknologi seperti internet, perangkat komputer, dan media digital mencerminkan upaya transformasi pendidikan yang lebih modern. Digitalisasi sekolah Konawe Selatan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pengetahuan, serta menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan masa depan.

expand_less