Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kejati Sultra Didesak Usut Kasus Kejahatan Lingkungan PT. TDJ Group di Konsel dan Bombana.

Kejati Sultra Didesak Usut Kasus Kejahatan Lingkungan PT. TDJ Group di Konsel dan Bombana.

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kendari, nalarpubliknews.com – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta Kejaksaan Tinggi untuk terlibat langsung mengusut kasus kejahatan lingkungan oleh Koorporasi PT. Tri Daya Jaya (TDJ) Grup di Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Bombana.

Sebab dimana ada investasi pertambangan di Sultra yang terafiliasi dengan PT. TDJ Grup, selalu terlibat dalam kasus kerusakan lingkungan seperti kasus PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kec. Laeya, PT. Gerbang Multi Sejahtera (GMS) di Desa Sangi-Sangi, Kec. Laonti, Kab. Konawe Selatan dan PT. Tekonindo di Desa Pangkalaero, Kec. Kabaena Selatan, Kab. Bombana.

Ketiga perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang sampai saat ini masih menuai sorotan publik akibat kasus dugaan kejahatan lingkungan.

Seperti yang diungkapkan oleh direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo. Menurutnya ketiga perusahaan yakni PT. WIN, PT. GMS dan PT. Tekonindo merupakan anak perusahaan atau terafiliasi dengan PT. Tri Daya Jaya (TDJ) Grup yang diduga milik pengusaha Frans Kalalo.

“Ketiganya kami duga milik pengusaha berinisial FK (bos TDJ Grup), bahkan ketiga perusahaan tersebut masih menuai sorotan sampai hari ini terkait dugaan kejahatan lingkungan”. Ucapnya kepada media ini, Sabtu, (4/7/26).

Sehingga kata Hendro, sudah seharusnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk turun lapangan mengusut dan mendalami tindak pidana Koorporasi yang melibatkan PT. TDJ Grup dalam kasus kerusakan lingkungan di Sultra.

“Kami minta agar Kejati Sultra segera memanggil dan memeriksa, oknum pengusaha inisial FK selaku bos dari PT. TDJ Grub yang membawahi tiga perusahaan tambang (PT. WIN, PT. Tekonindo, PT. GMS) yang terlibat dalam kasus kerusakan lingkungan di Kab. Konawe Selatan dan Kab. Bombana”. Pintanya

Pihaknya berharap dengan keterlibatan lembaga Adhyaksa dalam kasus kejahatan lingkungan oleh Koorporasi PT. TDJ Grup segera bisa diusut dan dituntaskan demi keadilan dan tegaknya supremasi hukum.

“Semoga Kejati Sultra bisa turun tangan untuk mengusut dan menuntaskan kasus tersebut, karena kami percaya kasus kejahatan lingkungan yang diduga melibatkan koorporasi PT. TDJ Grub ini berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, daerah dan negara”. Tutur aktivis nasional yang akrab disapa Egis itu

Terakhir, pihaknya menyampaikan akan turun melakukan aksi demonstrasi damai di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai bentuk dorongan serta apresiasi kepada Kejati Sultra untuk mengungkap kasus kejahatan lingkungan koorporasi PT. TDJ Grup.

“Iya benar, apresiasi dan dorongan tersebut akan kami sampaikan nanti melalui aksi demonstrasi damai sekaligus membawa laporan resmi”. Tutupnya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • relaksasi produksi batu bara nikel di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta

    Bahlil Siapkan Relaksasi Terukur Batu Bara–Nikel, Produksi Jadi Tak Dipangkas?

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 90
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Relaksasi produksi batu bara nikel kini menjadi fokus utama pemerintah. Saat ini, harga komoditas global masih stabil sehingga pemerintah melihat peluang untuk menyesuaikan kebijakan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia langsung menyusun skema relaksasi produksi. Dengan demikian, ia mengatur volume produksi agar tetap sesuai kebutuhan pasar. Fokus Menjaga Keseimbangan Pasar Selanjutnya, Bahlil menjelaskan rencana […]

  • konflik agraria Konawe Selatan di lahan sengketa 1300 hektare

    Konflik Agraria di Konawe Selatan, IPPMI Konsel Indonesia: Jangan Bangun Opini Seolah Ini Kesalahan Bupati

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Konawe Selatan — Konflik lahan seluas sekitar 1.300 hektare di wilayah ini kembali menjadi perhatian publik. IPPMI Konsel Indonesia menilai masyarakat tidak boleh terburu-buru menyimpulkan bahwa Bupati Konawe Selatan menjadi pihak yang harus disalahkan. Sejak awal, sengketa ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan kelompok masyarakat. Oleh karena itu, publik perlu memahami konteks secara menyeluruh […]

  • dampak longsor akibat hujan deras di Aceh Tengah menutup jalan utama

    Hujan Deras Picu Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Tengah, Jembatan Darurat Ambruk

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 121
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tengah sejak Selasa (31/3) memicu banjir bandang Aceh Tengah dan tanah longsor di sejumlah titik. Debit air meningkat cepat dari kawasan perbukitan dan membawa material lumpur, kayu, serta batu ke permukiman warga. Peristiwa ini melanda beberapa kecamatan, antara lain Celala, Bintang, Linge, Kebayakan, dan Ketol. […]

  • kasus korupsi cirauci pada proyek jembatan di Bombana Sulawesi Tenggara

    FAMHI Sultra Pertanyakan Ketegasan Kejati Sultra Tangani Dugaan Korupsi Bupati Bombana

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.Com || Kasus Korupsi Cirauci kembali menjadi sorotan publik setelah FAMHI Sultra mempertanyakan penanganan perkara yang dinilai belum jelas. Kasus ini berkaitan dengan pembangunan Jembatan Cirauci II di Bombana, Sulawesi Tenggara. Nama Bupati Bombana berinisial BRHD ikut terseret dalam perkara tersebut. Namun, hingga kini proses hukum belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi ini memicu pertanyaan […]

  • The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    At Microsoft Ignite 2023, we are announcing Copilot in Microsoft Dynamics 365 Guides, which combines the power of generative AI with mixed reality to help frontline workers complete complex tasks and resolve issues faster with less disruption to the flow of work. Copilot in Dynamics 365 Guides assists workers in industrial settings who deal with complex […]

  • Serangan Israel di Gaza tewaskan 4 warga sipil di tengah reruntuhan bangunan.

    Serangan Israel di Gaza Tewaskan 4 Warga Sipil

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Serangan Israel di Gaza, kembali menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil. Insiden yang terjadi di wilayah utara ini menewaskan beberapa orang, termasuk seorang balita, dan memperlihatkan bahwa situasi keamanan di kawasan tersebut masih jauh dari stabil. (15/04/2026). Serangan terjadi ketika pesawat tempur menargetkan sebuah kendaraan polisi di pusat kota. Juru bicara […]

expand_less