Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » All News » FAMHI Sultra Pertanyakan Ketegasan Kejati Sultra Tangani Dugaan Korupsi Bupati Bombana

FAMHI Sultra Pertanyakan Ketegasan Kejati Sultra Tangani Dugaan Korupsi Bupati Bombana

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Nalarpubliknews.Com || Kasus Korupsi Cirauci kembali menjadi sorotan publik setelah FAMHI Sultra mempertanyakan penanganan perkara yang dinilai belum jelas. Kasus ini berkaitan dengan pembangunan Jembatan Cirauci II di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Nama Bupati Bombana berinisial BRHD ikut terseret dalam perkara tersebut. Namun, hingga kini proses hukum belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi ini memicu pertanyaan dari berbagai kalangan.

FAMHI Sultra Soroti Kinerja Kejati

FAMHI Sultra menilai Kejati Sultra harus bekerja lebih transparan. Mereka menekankan pentingnya keterbukaan dalam menangani kasus korupsi Cirauci.

Presidium FAMHI Sultra, Don Mike, meminta aparat tidak ragu menindak siapa pun yang terlibat. Ia juga menilai lambatnya penanganan kasus dapat merusak kepercayaan publik.

“Jika perkara besar tidak menunjukkan progres, publik tentu akan bertanya,” ujarnya.

Selain itu, FAMHI Sultra mendorong aparat penegak hukum untuk memberikan informasi resmi secara berkala. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak berspekulasi.

Penahanan yang Belum Terlaksana

Kejati Sultra sebelumnya telah menetapkan penahanan terhadap BRHD. Penyidik menjadwalkan penahanan selama 20 hari di Rutan Kendari.

Namun, hingga kini penahanan tersebut belum terlaksana. Situasi ini menjadi salah satu alasan publik terus menyoroti kasus korupsi Cirauci.

Banyak pihak menilai kondisi ini tidak wajar. Apalagi, surat perintah penahanan sudah diterbitkan sejak lama.

Desakan Buka Kasus Lama

FAMHI Sultra juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membuka kembali kasus lama yang melibatkan BRHD.

Kasus tersebut terjadi saat yang bersangkutan menjabat di ESDM Sultra. Pada 2016, penyidik telah menetapkan status tersangka.

Namun, proses hukum tidak berjalan hingga tahap penahanan. Hal ini kembali memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Pentingnya Penegakan Hukum yang Tegas

FAMHI Sultra menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan adil. Mereka menolak adanya perlakuan khusus terhadap pejabat tertentu.

Menurut mereka, transparansi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik. Tanpa keterbukaan, masyarakat akan sulit mempercayai proses hukum.

“Tidak boleh ada toleransi bagi pelaku korupsi. Semua harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Don Mike.

Harapan Publik terhadap Aparat Hukum

Publik kini menaruh perhatian besar pada kasus korupsi Cirauci. Banyak pihak berharap aparat penegak hukum segera memberikan kepastian.

Kejati Sultra dan Komisi Pemberantasan Korupsi diharapkan dapat menunjukkan komitmen nyata. Penanganan yang cepat dan transparan dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Jika proses hukum berjalan jelas, kepercayaan publik akan meningkat. Sebaliknya, ketidakjelasan hanya akan memperkuat kecurigaan.Kasus Korupsi Cirauci kembali menjadi sorotan publik setelah FAMHI Sultra mempertanyakan penanganan perkara yang belum jelas.

Selain itu, kasus ini berkaitan dengan pembangunan Jembatan Cirauci II di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Nama Bupati Bombana berinisial BRHD ikut terseret. Namun, hingga kini proses hukum belum menunjukkan perkembangan signifikan. Karena itu, publik mulai mempertanyakan keseriusan aparat.

Sorotan terhadap Kinerja Kejati Sultra

FAMHI Sultra menilai Kejati Sultra harus bekerja lebih transparan. Selain itu, mereka juga menuntut profesionalitas dalam menangani kasus korupsi Cirauci.
Don Mike menegaskan bahwa aparat tidak boleh ragu. Ia juga menilai lambatnya penanganan kasus dapat menurunkan kepercayaan publik.
“Jika perkara besar tidak bergerak, maka publik wajar bertanya,” ujarnya.

Oleh karena itu, FAMHI Sultra meminta penjelasan resmi. Dengan demikian, masyarakat tidak berspekulasi.
Penahanan yang Tak Kunjung Dilaksanakan
Sebelumnya, Kejati Sultra menetapkan penahanan terhadap BRHD. Penyidik menjadwalkan penahanan selama 20 hari di Rutan Kendari.

Namun, hingga kini BRHD belum menjalani penahanan tersebut. Akibatnya, kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Selain itu, publik menilai situasi ini tidak wajar. Bahkan, surat perintah penahanan sudah lama diterbitkan.

Dorongan Membuka Kasus Lama

Di sisi lain, FAMHI Sultra meminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membuka kembali kasus lama.
Kasus tersebut terjadi saat BRHD menjabat di ESDM Sultra. Pada 2016, penyidik telah menetapkan status tersangka.

Namun, proses hukum tidak berlanjut hingga tahap penahanan. Oleh sebab itu, publik kembali mempertanyakan konsistensi penegakan hukum.

Pentingnya Penegakan Hukum yang Tegas

FAMHI Sultra menegaskan bahwa hukum harus berlaku adil. Selain itu, mereka menolak praktik tebang pilih.
Menurut mereka, transparansi menjadi kunci utama. Dengan begitu, kepercayaan publik dapat terjaga.

“Tidak boleh ada toleransi bagi pelaku korupsi,” tegas Don Mike.

Harapan Publik terhadap Aparat

Saat ini, publik terus memantau kasus korupsi Cirauci. Oleh karena itu, banyak pihak berharap aparat segera memberikan kepastian.

Kejati Sultra dan Komisi Pemberantasan Korupsi diharapkan menunjukkan komitmen nyata. Dengan langkah tegas, kepercayaan masyarakat bisa kembali pulih.

Sebaliknya, jika penanganan tetap tidak jelas, maka kecurigaan publik akan semakin kuat

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • helikopter jatuh Kalimantan Barat.

    Helikopter Jatuh Kalimantan Barat: Ekor PK-CFX Ditemukan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Insiden helikopter jatuh di Kalimantan Barat kini memasuki fase krusial. Setelah itu, tim SAR gabungan menemukan serpihan yang diduga sebagai bagian ekor di wilayah Sekadau pada 16 April 2026. Temuan ini langsung membantu tim mempersempit area pencarian sekaligus mempercepat proses evakuasi korban. Selain itu, penemuan ini memberi arah yang lebih jelas bagi […]

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

  • kulit hidup tembok china berupa lumut dan lichen yang melindungi batu dari erosi

    Kulit hidup tembok china bantu jaga ketahanan ribuan tahun

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Ketahanan Tembok Besar China tidak hanya berasal dari konstruksi batu yang kuat, tetapi juga dari peran alam yang bekerja secara perlahan. Salah satu temuan penting adalah keberadaan kulit hidup tembok china, yaitu lapisan mikroorganisme yang tumbuh di permukaan struktur. (01/04/2026). Lapisan ini terdiri dari lumut, alga, dan lichen yang membentuk biokrust. Fungsinya […]

  • Mahasiswa Sultra di Jakarta Desak Kontraktor Gerbang Kota Wanggudu Buka Klarifikasi ke Publik

    Mahasiswa Sultra di Jakarta Desak Kontraktor Gerbang Kota Wanggudu Buka Klarifikasi ke Publik

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Gerakan Pemuda Mahasiswa Sulawesi Tenggara (GPM Sultra–Jakarta) kembali menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI), Selasa (20/1/2026). Aksi tersebut menyoroti dugaan kejanggalan pada proyek pembangunan Gerbang Kota Wanggudu, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam aksi itu, massa mendesak pihak kontraktor pelaksana proyek, CV Menara Teknik, agar segera memberikan klarifikasi […]

  • Satgas PKH Kuasai 8.822 Hektare Tambang Ilegal, Negara Tegaskan Perang terhadap Mafia Tambang

    Satgas PKH Kuasai 8.822 Hektare Tambang Ilegal, Negara Tegaskan Perang terhadap Mafia Tambang

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Jakarta | nalarpubliknews.com — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kembali menunjukkan langkah tegas negara dalam menertibkan aktivitas pertambangan ilegal. Di bawah kepemimpinan Fabriel Buyung, Satgas PKH berhasil mengambil alih 8.822 hektare lahan tambang ilegal yang tersebar di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip dari akun Instagram Satgas […]

  • aturan penggunaan gawai di sekolah saat siswa menggunakan tablet di kelas

    Sekolah di Pasaman Barat Siapkan Aturan Ketat Penggunaan Gawai, Fokus pada Karakter Siswa

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Simpang Empat, (Nalarpubliknews.com) || Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat menyiapkan aturan gawai di sekolah untuk menjaga proses belajar tetap aman, tertib, dan berfokus pada pembentukan karakter siswa. Saat ini, Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri, menyatakan pihaknya masih menunggu regulasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Namun demikian, dinas tetap melanjutkan koordinasi agar sekolah bisa […]

expand_less