Jakarta, nalarpubliknews.com – World Health Organization mengingatkan dunia agar mewaspadai gejala awal hantavirus setelah wabah muncul di kapal pesiar MV Hondius. Virus tersebut memicu kekhawatiran global karena memiliki tingkat kematian tinggi pada beberapa kasus.
WHO mencatat hampir 150 penumpang dan awak kapal masuk kategori kontak berisiko tinggi. Kapal itu tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada 10 Mei 2026.
Direktur Kesiapsiagaan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, meminta seluruh kontak menjalani pemantauan kesehatan selama 42 hari. Masa itu mengikuti periode inkubasi terpanjang Andes hantavirus. (13/05/2026).
WHO Ingatkan Gejala Awal Hantavirus
WHO meminta masyarakat segera melapor jika mengalami gejala awal. Gejala tersebut meliputi demam mendadak, tubuh lemas, dan sesak napas.
Maria menegaskan masyarakat harus segera mengisolasi diri ketika gejala muncul. Langkah cepat dapat menekan risiko penularan.
“Bagi orang yang kembali ke rumah, rekomendasi kami adalah pemantauan aktif dan pemeriksaan harian terhadap gejala,” ujarnya kepada AFP, Senin (11/5/2026).
WHO Minta Negara Perketat Pengawasan
WHO juga meminta setiap negara memperkuat pengawasan kasus suspek. Organisasi itu mendorong pelacakan kontak dan koordinasi lintas negara.
Kepala Divisi Epidemiologi dan Analitik Respons WHO, Olivier Le Polain, menilai isolasi harus dimulai sejak awal. Menurutnya, tindakan cepat lebih aman daripada menunggu gejala muncul.
WHO menjelaskan Andes hantavirus menjadi satu-satunya jenis hantavirus yang dapat menular antarmanusia.
Sejumlah Negara Terapkan Karantina
Jerman, Inggris, Swiss, dan Yunani memilih karantina selama 45 hari. Australia dan Prancis menerapkan observasi lebih singkat dengan evaluasi lanjutan.
Sementara itu, pelaksana tugas Direktur Centers for Disease Control and Prevention, Jay Bhattacharya, menyebut 17 warga Amerika Serikat tidak wajib menjalani karantina penuh.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menilai kebijakan tersebut tetap memiliki risiko penyebaran.
WHO Ingatkan Belum Ada Vaksin Hantavirus
WHO menegaskan hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk Andes hantavirus. Penyakit tersebut bahkan memiliki tingkat kematian hingga 50 persen pada beberapa kasus.
Meski begitu, penanganan dini dapat meningkatkan peluang pasien bertahan hidup. WHO meminta rumah sakit memperketat kebersihan tangan, sterilisasi alat, dan penggunaan alat pelindung diri.
Saat ini belum ada komentar