Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Puluhan Massa Aksi Desak BPK Sultra Audit Investigatif Dana Desa Aopa, Diduga Tidak Sesuai LPJ Sejak 2019–2025

Puluhan Massa Aksi Desak BPK Sultra Audit Investigatif Dana Desa Aopa, Diduga Tidak Sesuai LPJ Sejak 2019–2025

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 92
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, nalarpubliknews.com – Puluhan massa dari Konsorsium Pemuda dan Masyarakat Anti Korupsi Desa Aopa menggelar aksi unjuk rasa di kantor perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Sulawesi Tenggara.

Massa datang dengan membawa spanduk dan melakukan orasi secara bergantian. Mereka menyuarakan tuntutan agar lembaga auditor negara tersebut segera turun tangan mengusut dugaan penyimpangan Dana Desa Aopa, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Meski demikian, massa tetap menyampaikan tuntutan dengan nada tegas dan penuh desakan.

Tuntutan Audit Investigatif

Massa aksi secara khusus meminta BPK RI melakukan audit investigatif, bukan sekadar audit reguler. Mereka menilai audit biasa tidak cukup untuk mengungkap dugaan penyimpangan yang terjadi selama bertahun-tahun.

Menurut mereka, pengelolaan Dana Desa Aopa sejak 2019 hingga 2025 menunjukkan banyak kejanggalan. Mereka menemukan perbedaan antara Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dengan kondisi riil di lapangan.

Jenderal Lapangan aksi, Muh. Reyhan, menegaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan berbagai data pendukung.

“Temuan kami menunjukkan adanya ketimpangan antara laporan dan fakta di lapangan. Karena itu, kami mendesak BPK segera melakukan audit investigatif agar semuanya terbuka secara transparan,” ujar Reyhan.

Ia juga menilai, audit menyeluruh sangat penting untuk memastikan apakah benar terjadi penyimpangan yang merugikan keuangan negara.

Indikasi Kerugian Negara

Dalam orasinya, massa juga mengungkap hasil audit sebelumnya terhadap periode 2018–2023. Mereka menyebut tim audit menemukan adanya kerugian negara dalam pengelolaan Dana Desa tersebut.

Meskipun pihak terkait telah mengembalikan sebagian dana, massa menegaskan bahwa langkah tersebut tidak serta-merta menyelesaikan persoalan hukum.

Koordinator Lapangan aksi, Ismail, menegaskan bahwa pengembalian kerugian negara tidak menghapus unsur pidana.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, khususnya Pasal 603, yang menyatakan bahwa pengembalian kerugian hanya dapat menjadi faktor yang meringankan hukuman.

“Pengembalian itu bukan alasan untuk menghentikan proses hukum. Jika ada unsur pidana, maka harus tetap diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Ismail.

Desakan kepada Aparat Penegak Hukum

Selain mendesak BPK, massa juga meminta Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara untuk segera mengambil langkah konkret. Mereka mendorong agar Kejaksaan Negeri Konawe Selatan memanggil dan memeriksa Kepala Desa Aopa.

Menurut Ismail, pihaknya sebelumnya telah melaporkan dugaan penyimpangan tersebut kepada Inspektorat Konawe Selatan. Namun, hingga saat ini mereka belum melihat adanya tindak lanjut yang signifikan.

Karena itu, mereka menilai aparat penegak hukum harus turun langsung agar proses penanganan kasus berjalan lebih transparan dan akuntabel.

Pentingnya Transparansi Dana Desa

Massa aksi juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana desa. Mereka menilai dana desa seharusnya digunakan sepenuhnya untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Jika terjadi penyimpangan, dampaknya tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat pembangunan di tingkat desa.

Oleh karena itu, mereka meminta semua pihak terkait untuk membuka data dan memberikan akses informasi kepada publik agar tidak menimbulkan kecurigaan berkepanjangan.

Ancaman Aksi Lanjutan

Di akhir aksi, massa menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal kasus ini. Mereka berjanji akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan tidak segera direspons.

“Ini bukan aksi terakhir. Kami akan terus mengawal sampai ada tindakan nyata dari BPK dan aparat penegak hukum,” tegas Ismail.

Massa berharap langkah cepat dari pihak berwenang dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab keresahan masyarakat terkait dugaan penyimpangan Dana Desa Aopa.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • INET Resmi Akuisisi PADA, Perluas Bisnis ke Layanan Outsourcing Nasional

    INET Resmi Akuisisi PADA, Perluas Bisnis ke Layanan Outsourcing Nasional

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – akuisisi INET terhadap PADA menjadi langkah strategis PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) untuk memperkuat ekspansi bisnis. Perseroan menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada 28 Januari 2026. Dalam transaksi ini, INET membeli 1,69 miliar saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dari Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat). Nilai […]

  • “Polisi berjaga setelah kontak tembak dengan KKB di Dogiyai”

    Anggota KKB Nopison Tebai Tewas dalam Kontak Tembak

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Anggota KKB Nopison Tebai tewas setelah aparat kepolisian terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (10/5/2026). Bentrokan pecah ketika kelompok tersebut menyerang warga dan merusak kendaraan di jalur Trans Papua. Anggota KKB Nopison Tebai Tewas di Dogiyai Aparat kepolisian menewaskan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Nopison […]

  • kegiatan investasi PT SCM di Konawe di Kecamatan Routa

    Camat LSM LIRA Routa, Arfan Liambo, Apresiasi dan Dukung Kehadiran PT. Sulawesi Cahaya Mineral di Konawe

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 294
    • 0Komentar

    KONAWE, (Nalarpubliknews.com) | Camat LSM LIRA Kecamatan Routa, Arfan Liambo, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kehadiran PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe. Selain itu, Arfan menilai Konawe memiliki sumber daya alam melimpah yang harus masyarakat kelola secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kehadiran investor […]

  • GMNI: Intervensi AS di Venezuela Bentuk Penjajahan Modern

    GMNI: Intervensi AS di Venezuela Bentuk Penjajahan Modern

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com  – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam operasi militer Amerika Serikat di Venezuela. Organisasi itu menilai tindakan tersebut melanggar kedaulatan negara dan mencederai hukum internasional. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI menyampaikan kecaman setelah muncul laporan operasi militer AS di Caracas. Laporan itu juga menyebut pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Ketua DPP […]

  • Aksi HP21N dan IMPH mendesak Kementerian Keuangan memeriksa Kepala Bea Cukai Kendari terkait dugaan peredaran barang ilegal.

    HP21N dan IMPH Desak Kemenkeu Periksa Kepala Bea Cukai Kendari

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Sejumlah masa aksi yang tergabung dalam Himpunan Pemuda 21 Nusantara (HP21N) dan Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menyuarakan tuntutan kepada Kementerian Keuangan RI agar segera melakukan pencopotan dan pemeriksaan terhadap Kepala Bea Cukai Kendari. (Rabu, 8 Juli 2026) Tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas dugaan maraknya peredaran minuman keras (miras) ilegal, rokok […]

  • Herman Willem Daendels saat memimpin Hindia Belanda

    Mengenal Herman Willem Daendels: Reformasi, Jalan Raya Pos, dan Kontroversi Kerja Paksa di Jawa

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Nalarpubliknews.com – Tokoh kolonial Herman Willem Daendels dikenal sebagai pemimpin yang membawa reformasi besar di Hindia Belanda sekaligus meninggalkan kontroversi akibat kebijakan kerja paksa. Ia memimpin Jawa saat Belanda berada di bawah pengaruh Napoleon Bonaparte dan berupaya memperkuat pertahanan kolonial dari ancaman Inggris. Daendels lahir di Hattem, Belanda, pada 21 Oktober 1762. Sebelum datang ke […]

expand_less