Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Bareskrim dan Ditjen Minerba Soroti Dugaan Pelanggaran PT Ifishdeco

Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Bareskrim dan Ditjen Minerba Soroti Dugaan Pelanggaran PT Ifishdeco

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Mahasiswa menggelar demo kasus Ifishdeco di kantor Bareskrim Polri dan Ditjen Minerba pada 10 April 2026. Mereka menuntut aparat mengusut dugaan pelanggaran tambang nikel di Kecamatan Tinanggea.

Massa aksi menilai PT Ifishdeco beroperasi di luar wilayah izin usaha pertambangan (IUP). Mereka juga menyebut perusahaan memasuki lahan enklaf milik warga.

Aktivitas itu merusak tanaman dan mengganggu ruang hidup masyarakat. Warga selama ini menggantungkan ekonomi pada sektor pertanian.

Dugaan Pelanggaran Tambang Ifishdeco

Eksekutif Nusantara Forest Watch, Arin Fahrul Sanjaya, menyatakan dugaan pelanggaran mencakup aspek hukum dan lingkungan. Ia menegaskan aktivitas di luar IUP melanggar Undang-Undang Minerba.

Arin juga menyoroti aktivitas produksi tanpa dokumen RKAB. Ia menegaskan perusahaan wajib mengantongi RKAB sebelum memulai produksi.

“Produksi tanpa RKAB merupakan pelanggaran serius,” kata Arin.

Mahasiswa juga menyoroti perusakan lahan tanpa persetujuan warga. Mereka menilai tindakan itu melanggar hak atas tanah dan ruang hidup.

Tuntutan Demo Mahasiswa Ifishdeco

Perwakilan Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum, Rendy Salim, mendesak aparat bertindak cepat. Ia menegaskan kasus ini bukan sekadar persoalan administrasi.

“Ini dugaan pelanggaran hukum serius. Negara harus hadir,” ujar Rendy.

Melalui demo mahasiswa Ifishdeco, massa mendesak Bareskrim dan Ditjen Minerba melakukan investigasi menyeluruh. Mereka juga menuntut sanksi tegas jika pelanggaran terbukti.

Dampak Lingkungan yang Disorot

Mahasiswa menilai aktivitas tambang merusak lingkungan. Tambang terbuka memicu sedimentasi sungai dan mencemari air.

Kegiatan itu juga merusak daerah aliran sungai. Kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir dan longsor.

Aksi Akan Terus Berlanjut

Mahasiswa menjadikan aksi ini sebagai langkah awal. Mereka akan terus mengawal kasus ini sampai pemerintah mengambil tindakan.

“Kami akan terus bergerak sampai ada penegakan hukum,” tegas Rendy.

  • Penulis: Adrian Moita
  • Editor: Muh. Nur Alim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait kebijakan tarif impor AS

    Trump Siapkan Skema Tarif Baru Usai Putusan Mahkamah Agung AS

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Donald Trump menegaskan tetap memiliki kewenangan untuk memberlakukan tarif impor baru meski Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian kebijakan tarif sebelumnya.

  • Budi Prasetyo Juru Bicara KPK memberikan keterangan pers di Gedung Merah Putih Jakarta

    Prabowo–Gibran Tepat Waktu Lapor LHKPN 2025, KPK Soroti Teladan Transparansi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 75
    • 0Komentar

    LHKPN Prabowo Gibran 2025 menarik perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pelaporan berjalan tepat waktu. Karena itu, langkah ini menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah melaporkan LHKPN 2025 sesuai tenggat waktu. Dengan demikian, […]

  • pesawat komersial lepas landas terkait isu harga tiket mahal

    Heboh Tiket Pesawat Padang–Manokwari Rp17 Juta, Kemenhub Buka Suara

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Harga tiket yang terlihat sangat mahal itu sebenarnya terjadi karena rute perjalanan dengan beberapa kali transit, bukan karena kenaikan tarif resmi maskapai

  • sinergi Kalteng Kalsel antara Agustiar Sabran dan Muhidin di Palangka Raya

    Kalteng–Kalsel Perkuat Sinergi, Dorong Pembangunan Regional hingga Nasional

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 59
    • 1Komentar

    PALANGKA RAYA, (Nalarpubliknews.com) || Sinergi Kalteng Kalsel menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan regional dan memperkuat kontribusi daerah terhadap program nasional. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus meningkatkan kerja sama dengan Kalimantan Selatan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan. Pertemuan antara Agustiar Sabran dan Muhidin di Kodam XXII/Tambun Bungai memperkuat komitmen kolaborasi lintas wilayah. […]

  • Gelar Aksi Jilid II di Kejagung, GMH Sultra-Jakarta Desak Pemeriksaan Mantan Kadis Pertanian Sultra Terkait Dugaan Korupsi

    Gelar Aksi Jilid II di Kejagung, GMH Sultra-Jakarta Desak Pemeriksaan Mantan Kadis Pertanian Sultra Terkait Dugaan Korupsi

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sulawesi Tenggara–Jakarta kembali memadati depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) pada Senin (5/1/2026). Aksi demonstrasi Jilid II ini merupakan konsistensi massa setelah sebelumnya melakukan aksi serupa pada 31 Desember 2025 lalu. Dalam tuntutannya, GMH mendesak Kejagung RI untuk segera memanggil dan memeriksa mantan Kepala Dinas Pertanian […]

  • Mahasiswa Gelar Aksi Tuntut Keadilan Kasus Budiman

    Mahasiswa Gelar Aksi Tuntut Keadilan Kasus Budiman

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Jakarta — Sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Agung RI serta Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas dugaan kriminalisasi dan penyimpangan serius dalam proses penegakan hukum yang menjerat Budiman, seorang dosen yang saat […]

expand_less