Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Percobaan Pungli, Diskriminatif dan Nepotisme Dalam Pembagian Tenant UMKM di Eks MTQ Kendari, Ampuh Desak Gubernur Copot Dirut Perumda Sultra.

Percobaan Pungli, Diskriminatif dan Nepotisme Dalam Pembagian Tenant UMKM di Eks MTQ Kendari, Ampuh Desak Gubernur Copot Dirut Perumda Sultra.

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • visibility 139
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sulawesi Tenggara menuai sorotan publik terkait pembagian tenant UMKM di kawasan eks MTQ Kendari.

Sejumlah pihak menilai Perumda tidak menjalankan proses secara transparan. Dugaan pungutan liar (pungli), diskriminasi, dan nepotisme pun mencuat.

Biaya Rp900 Ribu Picu Kritik

Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara, Hendro Nilopo, mengkritik kebijakan Perumda Sultra. Ia menyebut pihak pengelola menarik biaya Rp900.000 dari setiap pelaku UMKM.

“Apakah biaya Rp900 ribu memiliki dasar regulasi? Jika tidak, praktik ini berpotensi menjadi pungli,” ujar Hendro, Rabu (8/4/2026).

Ia menilai pemerintah daerah perlu melindungi pelaku UMKM. Ia juga meminta kebijakan yang meringankan beban usaha.

Alasan Fasilitas Dinilai Tidak Konsisten

Manajer Bisnis Perumda Sultra, Syamsul, menjelaskan bahwa biaya tersebut untuk kebersihan, air, pengamanan, dan penerangan.

Namun, Hendro menilai alasan itu tidak konsisten. Ia menyebut pelaku UMKM tetap membayar listrik sendiri.

Ia juga menegaskan Perumda tidak menjamin keamanan barang dagangan.

“Kalau pelaku usaha tetap bayar listrik dan tidak mendapat jaminan keamanan, lalu dasar biaya ini apa?” tegasnya.

Perumda Abaikan Pedagang Lama

Hendro menilai Perumda tidak memprioritaskan pedagang lama dalam pembagian tenant. Ia menyebut banyak penerima justru berasal dari pihak baru.

Ia menduga ada praktik titipan orang dalam dalam proses tersebut.

“Pedagang lama yang dulu berjualan di lokasi itu justru tidak mendapat tempat,” ujarnya.

Perjuangan Pedagang Lama Tidak Diakomodasi

Menurut Hendro, pedagang lama telah lama memperjuangkan lapak di eks MTQ Kendari. Mereka mendatangi kantor wali kota, DPRD, hingga kantor gubernur.

Mereka menyampaikan aspirasi secara langsung dan konsisten.

Namun, saat tenant tersedia, Perumda tidak mengakomodasi mereka secara maksimal.

“Ini ironis. Mereka yang berjuang justru tersingkir,” katanya.

Kebijakan Dinilai Memberatkan UMKM

Hendro menilai kebijakan ini membebani pelaku UMKM. Biaya tambahan mengurangi keuntungan usaha kecil.

Ia juga mengingatkan potensi konflik jika pembagian tenant tidak adil. Menurutnya, pemerintah perlu menjaga kepercayaan masyarakat.

Hendro mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara segera mengambil langkah tegas. Ia meminta evaluasi terhadap kinerja Perumda Sultra.

Ia juga meminta gubernur mencopot Direktur Utama dan Manajer Bisnis jika terbukti melanggar.

Selain itu, ia mendorong verifikasi ulang penerima tenant. Ia juga meminta penghapusan biaya sewa bagi pelaku UMKM.

“Kami meminta pemerintah bertindak tegas dan berpihak pada masyarakat kecil,” tutupnya.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kulit hidup tembok china berupa lumut dan lichen yang melindungi batu dari erosi

    Kulit hidup tembok china bantu jaga ketahanan ribuan tahun

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Ketahanan Tembok Besar China tidak hanya berasal dari konstruksi batu yang kuat, tetapi juga dari peran alam yang bekerja secara perlahan. Salah satu temuan penting adalah keberadaan kulit hidup tembok china, yaitu lapisan mikroorganisme yang tumbuh di permukaan struktur. (01/04/2026). Lapisan ini terdiri dari lumut, alga, dan lichen yang membentuk biokrust. Fungsinya […]

  • Gedung KPK di Jakarta terkait laporan dugaan korupsi sertifikasi halal program MBG oleh ICW.

    ICW Ungkap Dugaan Korupsi Sertifikasi Halal Program MBG, Potensi Kerugian Negara Rp49,5 Miliar

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 117
    • 0Komentar

    JAKARTA, Nalarpubliknews.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap dugaan korupsi sertifikasi halal MBG dalam pengadaan jasa sertifikasi halal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN). Dugaan itu berpotensi merugikan negara hingga Rp49,5 miliar. Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, mengatakan ICW menemukan dugaan tersebut setelah menelusuri proses pengadaan sertifikasi halal […]

  • pasokan BBM Indonesia aman saat sidak SPBU Pertamina oleh Bahlil Lahadalia

    Dunia Bergejolak, Bahlil Pastikan Pasokan BBM dan LPG RI Tetap Aman Saat Lebaran

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 105
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Pemerintah memastikan pasokan dan harga energi nasional tetap stabil di tengah tekanan global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok BBM, solar, dan LPG berada dalam kondisi aman menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Presiden Prabowo Subianto secara langsung menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengawasi distribusi energi […]

  • uji materi KUHAP 2025 di Mahkamah Konstitusi Jakarta

    KUHAP Baru Digugat ke MK, Mahasiswa Soroti Batas Kewenangan Polisi

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com — Uji materi KUHAP 2025 kembali menjadi perhatian publik setelah mahasiswa Fakultas Hukum dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjadjaran mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi pada Senin (2/2/2026). Langkah ini menunjukkan meningkatnya perhatian kalangan akademik terhadap perubahan hukum acara pidana di Indonesia. Selain itu, mahasiswa menilai […]

  • IPPMIK Konawe-Jakarta menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung KPK terkait dugaan korupsi anggaran makan minum Konawe Rp9,2 miliar

    IPPMIK Konawe-Jakarta Demo di KPK, Soroti Dugaan Korupsi Anggaran Makan Minum Bupati Konawe Rp 9,2 M

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) – Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Konawe-Jakarta (IPPMIK Konawe-Jakarta) kembali menggelar aksi demonstrasi jilid IV di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (22/5/2026). Massa aksi menyoroti dugaan tindak pidana korupsi anggaran makan dan minum Bupati Konawe Tahun Anggaran 2023 pada Bagian Umum dan Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe. Ketua Umum […]

  • Kerusuhan Stadion Lukas Enembe saat suporter ricuh usai pertandingan Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC

    Kerusuhan Stadion Lukas Enembe Pecah, Polda Papua Amankan 14 Orang

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Jayapura, Nalarpubliknews.com – Kerusuhan Stadion Lukas Enembe pecah setelah pertandingan playoff Liga 2 Indonesia antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC berakhir, Sabtu. Kekalahan Persipura dengan skor 0-1 memicu aksi anarkis di kawasan Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura. Aparat Polda Papua langsung bergerak mengendalikan situasi ketika massa mulai merusak fasilitas dan kendaraan di sekitar […]

expand_less