JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Pemerintah Amerika Serikat memperkirakan konflik militer dengan Iran tidak akan berlangsung lama. Menteri Energi AS, Chris Wright, menyebut perang ini bisa berakhir dalam beberapa minggu.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu (15/3). Wright melihat operasi militer sudah mendekati fase akhir. Namun, ia tetap mengingatkan bahwa situasi perang bisa berubah cepat.
“Konflik ini bisa berakhir dalam beberapa minggu, bahkan lebih cepat,” ujar Wright.
Konflik Memanas Sejak Februari
Amerika Serikat dan Israel memulai operasi militer pada 28 Februari. Mereka menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran.
Sejak saat itu, konflik terus meningkat. Lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas.
Serangan awal juga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa ini memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Iran segera merespons dengan serangan drone dan rudal. Mereka menargetkan Israel dan negara sekutu Amerika Serikat.
Serangan juga menyasar wilayah Yordania dan Irak. Selain itu, beberapa fasilitas militer AS di kawasan Teluk ikut menjadi target.
Langkah ini meningkatkan kekhawatiran global. Banyak pihak menilai konflik bisa meluas menjadi perang regional.
Dampak Ekonomi Mulai Terasa
Konflik ini mulai memengaruhi sektor energi global. Harga bahan bakar menunjukkan kenaikan.
Chris Wright mengatakan dampak ini masih akan terasa dalam beberapa minggu ke depan. Ia menilai gangguan pasokan energi menjadi penyebab utama.
Namun, ia optimistis pasar akan kembali stabil setelah konflik mereda.
Wright menegaskan bahwa perang selalu penuh ketidakpastian. Situasi bisa berubah tergantung kondisi lapangan dan keputusan politik.
“Tidak ada jaminan dalam perang,” tegasnya.
Pemerintah AS terus memantau perkembangan konflik dan dampaknya terhadap dunia.
Seruan Dunia untuk Menahan Diri
Banyak negara dan organisasi internasional menyerukan deeskalasi. Mereka meminta semua pihak menahan diri.
Pengamat menilai konflik ini bisa berdampak besar pada stabilitas global. Timur Tengah merupakan jalur penting perdagangan dan energi dunia.
Karena itu, stabilitas kawasan menjadi sangat penting.
Analis menilai beberapa pekan ke depan akan sangat menentukan. Jika konflik mereda, tekanan terhadap energi global bisa berkurang.
Meski begitu, ketegangan geopolitik kemungkinan masih berlanjut. Dampaknya bisa terasa dalam hubungan diplomatik dan keamanan kawasan.
Saat ini belum ada komentar