Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » DPD Corak Konkep: Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Gantung Tumburano

DPD Corak Konkep: Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Gantung Tumburano

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, nalarpubliknews.com – Dewan Pimpinan Daerah Corong Aspirasi Rakyat Konawe Kepulauan (DPD CORAK KONKEP) menegaskan akan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bentuk dorongan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Jembatan Gantung Tumburano di Kabupaten Konawe Kepulauan. (05/06/2025).

Ketua Umum DPD Corak Konkep, Sandi Nayoyan, menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara, sekaligus mendorong adanya langkah tegas dari aparat penegak hukum. Menurutnya, proyek yang menggunakan uang negara wajib dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

DPD Corak Konkep menilai bahwa dugaan persoalan dalam proyek tersebut perlu menjadi perhatian serius Kejaksaan Agung RI. Dugaan tersebut mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan, hingga kualitas hasil pekerjaan di lapangan yang dinilai menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait manfaat pembangunan yang seharusnya dirasakan secara maksimal oleh warga setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun DPD Corak Konkep, proyek pembangunan Jembatan Gantung Tumburano diketahui merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur nasional dengan nilai anggaran sekitar Rp3,6 miliar pada Tahun Anggaran 2025. Pihaknya menduga bahwa anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk mendorong peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat belum terealisasi secara optimal sebagaimana tujuan awal pembangunan.

Sandi Nayoyan menegaskan bahwa pihaknya meminta Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran pada proyek tersebut. Menurutnya, apabila ditemukan indikasi pengurangan volume pekerjaan, ketidaksesuaian spesifikasi teknis, pelaksanaan yang tidak mengacu pada petunjuk pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis (juknis), maupun penyalahgunaan kewenangan, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian terhadap keuangan negara.
“Kami meminta Kejaksaan Agung RI untuk bertindak cepat dan tidak menunggu polemik ini berkembang lebih jauh. Dugaan penyimpangan dalam proyek Jembatan Gantung Tumburano harus diusut secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh dirugikan dan masyarakat berhak mendapatkan pembangunan yang berkualitas,” tegas Sandi Nayoyan.

Selain itu, DPD Corak Konkep juga mendesak Kejaksaan Agung RI agar segera memanggil dan memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Direktur CV Mukmin Alfa Duaenam terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dalam pelaksanaan proyek tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum RI untuk mengevaluasi dan mencopot Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara atas dugaan kelalaian dalam menjalankan fungsi pengawasan.

DPD Corak Konkep turut meminta aparat penegak hukum untuk mendalami dugaan adanya kerja sama yang tidak sah antara pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan proyek senilai Rp3,6 miliar tersebut. Namun demikian, pihaknya menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawal penggunaan anggaran negara agar benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Rencananya, aksi demonstrasi akan digelar dalam waktu dekat dengan fokus utama mendesak Kejaksaan Agung RI agar mengambil langkah hukum secara tegas terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat apabila nantinya ditemukan unsur pelanggaran hukum dalam pelaksanaan Proyek Jembatan Gantung Tumburano.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Wayda
  • Sumber: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • segel aquila nickel oleh mahasiswa di Jakarta

    Kantor Aquila Nickel Group Disegel Mahasiswa, Bongkar Dugaan Skandal “Nikel Kotor” dan Penggelapan Dana PPM PT. BKM

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    JAKARTA, 15 Januari 2026 – Mahasiswa yang tergabung dalam IMPH menyegel kantor Aquila Nickel Group di Jakarta, Kamis (15/1). Aksi segel Aquila Nickel ini muncul sebagai bentuk protes atas dugaan praktik nikel kotor. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti dugaan pelanggaran hukum tambang di Sulawesi Tenggara. Mahasiswa datang sambil membawa spanduk dan poster. Mereka menyuarakan tuntutan […]

  • pelunasan obligasi TOBA di Bursa Efek Indonesia

    TOBA Siapkan Rp434 Miliar Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Maret 2026

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 76
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Pelunasan obligasi TOBA menjadi fokus utama PT TBS Energi Utama Tbk menjelang jatuh tempo pada 3 Maret 2026. Perusahaan telah menyiapkan dana sebesar Rp434,35 miliar untuk memenuhi seluruh kewajiban kepada investor. Langkah pelunasan obligasi TOBA ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan pasar. Selain itu, manajemen juga ingin memastikan stabilitas keuangan tetap […]

  • percepatan Blok Masela dibahas Bahlil Lahadalia dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo

    Percepatan Blok Masela Digenjot, Pemerintah Targetkan Perkuat Ketahanan Energi Nasional

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Jakarta, (NalarpublikNews.com) || Pemerintah mempercepat pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela di Maluku untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa langkah ini menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian energi global. Selain itu, dalam kunjungan kerja ke Jepang, Prabowo Subianto mengarahkan jajaran pemerintah agar fokus pada percepatan investasi […]

  • perempuan Indonesia belajar untuk meningkatkan kemandirian

    Pengembangan Diri Perempuan: Kunci Kemandirian dan Pemberdayaan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 149
    • 6Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com || Pengembangan diri perempuan menjadi aspek penting dalam membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, perubahan sosial yang cepat menuntut perempuan untuk terus beradaptasi. Guru besar psikologi dari Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim, menegaskan bahwa perempuan perlu terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, perempuan dapat menghadapi tantangan secara lebih […]

  • proyek akuisisi tambang emas UNTR senilai Rp9 triliun

    UNTR Rampungkan Akuisisi Tambang Emas US$540 Juta Lewat DTN dan EPN

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || PT United Tractors Tbk (UNTR) menuntaskan akuisisi tambang emas senilai US$540 juta atau sekitar Rp9 triliun pada 11 Februari 2026. Perseroan menjalankan langkah ini untuk memperluas bisnis mineral dan memperkuat diversifikasi usaha di luar batu bara. UNTR mengeksekusi transaksi melalui dua anak usaha, yakni PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT Energia […]

  • Tentara Korea Utara bunuh diri di Ukraina dalam konflik Rusia Ukraina.

    Tentara Korut Bunuh Diri di Ukraina, Dipuji Kim Jong Un

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Fenomena tentara Korea Utara bunuh diri di Ukraina menarik perhatian global setelah pemimpin Kim Jong Un memuji langsung pasukannya. Media pemerintah KCNA menyiarkan pidato tersebut dan menegaskan pesan resmi negara. Kim menyebut para prajurit sebagai pahlawan karena mereka menjaga kehormatan negara dan menunjukkan loyalitas penuh kepada partai. Pernyataan ini muncul di tengah […]

expand_less