Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Masyarakat Desa Leleka Resmi Laporkan Dugaan Gratifikasi dan Penguasaan Lahan ke Kejaksaan Negeri Konawe Selatan

Masyarakat Desa Leleka Resmi Laporkan Dugaan Gratifikasi dan Penguasaan Lahan ke Kejaksaan Negeri Konawe Selatan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KONAWE SELATAN, Nalarpubliknews.com – Dugaan praktik mafia tanah dan gratifikasi dalam proses penurunan status kawasan hutan mencuat di Desa Leleka, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan. Sejumlah masyarakat bersama perwakilan warga resmi mendatangi Kejaksaan Negeri Konawe Selatan untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan kewenangan yang melibatkan oknum pegawai kehutanan dan pihak terkait lainnya.

Laporan tersebut menyeret dugaan penerbitan 24 Surat Keterangan Tanah (SKT) seluas kurang lebih 82 hektare yang diduga diberikan kepada sejumlah oknum ASN/PNS nonwarga Desa Leleka sebagai bentuk “hadiah” atau balas jasa atas keterlibatan mereka dalam proses penurunan status kawasan hutan di wilayah tersebut.

Masyarakat menilai praktik tersebut bukan sekadar persoalan administrasi pertanahan, melainkan telah mengarah pada dugaan gratifikasi, persekongkolan, dan penyalahgunaan jabatan yang berpotensi merampas hak masyarakat adat dan petani lokal yang selama puluhan tahun menguasai dan mengolah lahan tersebut secara turun-temurun.

“Ini bukan hanya konflik tanah biasa. Ini menyangkut dugaan praktik gratifikasi dan penguasaan lahan secara sistematis yang diduga melibatkan kekuasaan dan kewenangan,” tegas perwakilan masyarakat usai menyerahkan laporan di Kantor Kejaksaan Negeri Konawe Selatan.

Warga menegaskan bahwa lahan yang kini disengketakan merupakan sumber kehidupan masyarakat Desa Leleka yang telah lama dimanfaatkan untuk pertanian dan kebutuhan hidup keluarga mereka, jauh sebelum terbitnya SKT yang kini dipersoalkan.

Namun, dalam proses penurunan status kawasan hutan, muncul dugaan adanya pemberian 24 SKT kepada oknum tertentu yang bukan warga Desa Leleka. Informasi tersebut disebut mencuat dalam kegiatan sosialisasi pada 7 April 2026 berdasarkan keterangan KRPH Wolasi dan Kepala Desa Leleka.

Masyarakat menduga penerbitan SKT tersebut sarat kepentingan dan tidak memiliki dasar hukum maupun legitimasi sosial yang kuat. Mereka juga mempertanyakan mengapa lahan yang selama ini dikuasai rakyat justru diduga dialihkan kepada pihak luar melalui dokumen yang kini menuai polemik.

Akibat persoalan itu, konflik agraria di Desa Leleka semakin memanas dan memicu keresahan masyarakat. Warga khawatir lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka perlahan berpindah tangan melalui proses yang diduga cacat hukum.

Dalam laporannya, masyarakat mendesak Kejaksaan Negeri Konawe Selatan untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap penerbitan 24 SKT tahun 2013 tersebut, termasuk memeriksa seluruh pihak yang diduga mengetahui, menerima manfaat, maupun terlibat dalam proses penerbitannya.

Tak hanya itu, masyarakat juga meminta aparat penegak hukum segera menetapkan status quo terhadap seluruh objek lahan seluas ±82 hektare tersebut guna mencegah adanya transaksi, jual beli, pengalihan, maupun penerbitan hak baru sebelum proses hukum selesai.

Warga juga menyoroti keberadaan dokumen asli maupun salinan 24 SKT yang disebut berada dalam penguasaan Pemerintah Desa Leleka namun sulit diakses secara terbuka oleh masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat transparansi publik dan membuka peluang hilangnya alat bukti penting.

“Kami meminta Kejaksaan tidak diam. Jangan biarkan dugaan korupsi agraria dan mafia tanah tumbuh di atas penderitaan masyarakat kecil,” ujar salah satu tokoh masyarakat dengan nada tegas.

Masyarakat Desa Leleka berharap aparat penegak hukum bertindak profesional, independen, dan tidak tebang pilih dalam mengusut dugaan praktik gratifikasi dan penguasaan lahan yang dinilai telah mencederai rasa keadilan masyarakat.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurniawan minta maaf Indonesia usai Timnas U17 gagal lolos Piala Dunia U17 2026

    Kurniawan Minta Maaf setelah Indonesia U17 Gagal Lolos dari Fase Grup Piala Asia U17 2026

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 47
    • 0Komentar

    “Sebagai pelatih kepala, saya mohon maaf atas kegagalan Indonesia U17 di Piala Asia U17 2026.” – Kurniawan Dwi Yulianto

  • narkoba Konawe Utara semakin marak di wilayah Konut

    Narkoba Tumbuh Subur, Ampuh Sultra Desak Kapolres Konut Dicopot

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 110
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) – Peredaran narkoba di Kabupaten Konawe Utara kian mengkhawatirkan. Saat ini, para pelaku memperluas jaringan hingga ke hampir seluruh kecamatan. Akibatnya, ancaman terhadap generasi muda dan ketertiban sosial semakin meningkat. Jaringan Narkoba Makin Meluas Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara, Hendro Nilopo, menyoroti situasi tersebut. Menurut dia, Polres Konawe Utara belum […]

  • Anton Timbang Kadin Sultra memimpin rapat pengusaha daerah

    Anton Timbang Jadi Calon Tunggal Kadin Sultra 2026-2031, LP2D Uraikan Capaian Kesinambungan Visi dan Kerja nyata Kadin Sultra

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 290
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Anton Timbang Kadin Sultra kembali mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak. Salah satunya, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah menilai kepemimpinannya memberi dampak nyata bagi dunia usaha di Sulawesi Tenggara. Ketua LP2D, Dr. Eni Samayati, menegaskan bahwa Anton Timbang berhasil memperkuat kapasitas pelaku usaha. Oleh karena itu, LP2D mendukung pencalonannya sebagai Ketua Kadin […]

  • Presiden Prabowo Bahas Kampung Haji, Ketahanan Energi, dan Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Hambalang

    Presiden Prabowo Bahas Kampung Haji, Ketahanan Energi, dan Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Hambalang

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dalam pertemuan yang digelar di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/12/2025). Pertemuan tersebut membahas berbagai agenda strategis nasional yang menjadi perhatian pemerintah. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa salah satu agenda utama yang dibahas adalah perkembangan pembangunan […]

  • Listrik Padam Sumatra, PLN Ungkap Gangguan Transmisi Akibat Cuaca Buruk

    Listrik Padam Sumatra, PLN Ungkap Gangguan Transmisi Akibat Cuaca Buruk

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Listrik padam Sumatra terjadi di sejumlah wilayah pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Gangguan listrik tersebut membuat aktivitas masyarakat sempat terganggu. Banyak warga mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi pada malam hari. PT PLN (Persero) langsung menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan kelistrikan tersebut. Perusahaan juga bergerak cepat untuk memulihkan pasokan listrik […]

  • talud TPU Ambon ambruk akibat longsor dan warga mengevakuasi kerangka jenazah.

    Talud TPU Ambon Ambruk, 10 Kerangka Terseret Longsor

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com –  Talud TPU Ambon ambruk saat longsor menerjang kawasan Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau. Selain itu, hujan deras yang turun tanpa henti sejak malam hari mempercepat pergerakan tanah. Akibatnya, longsor merusak makam dan menyeret kerangka jenazah hingga berserakan di halaman Masjid Muhajirin. Tak lama kemudian, warga melihat tanah bergerak dan langsung mendatangi […]

expand_less