Jayapura, Nalarpubliknews.com – Kerusuhan Stadion Lukas Enembe pecah setelah pertandingan playoff Liga 2 Indonesia antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC berakhir, Sabtu. Kekalahan Persipura dengan skor 0-1 memicu aksi anarkis di kawasan Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.
Aparat Polda Papua langsung bergerak mengendalikan situasi ketika massa mulai merusak fasilitas dan kendaraan di sekitar stadion. Polisi kemudian mengamankan 14 orang yang diduga ikut terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito mengatakan penyidik Polres Jayapura masih memeriksa seluruh orang yang polisi amankan untuk mengetahui keterlibatan mereka dalam aksi kericuhan.
Petugas menangkap belasan orang itu di beberapa titik sekitar stadion ketika situasi mulai tidak terkendali. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman video untuk mencari pihak yang memicu kerusuhan Stadion Lukas Enembe.
Polisi Selidiki Kerusuhan Stadion Lukas Enembe
Polda Papua hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Penyidik masih mendalami alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Kerusuhan Stadion Lukas Enembe memicu kerusakan besar di area stadion dan jalan sekitar. Polisi mencatat sedikitnya 67 kendaraan roda dua dan roda empat mengalami kerusakan, hilang, serta terbakar akibat aksi massa.
Selain merusak kendaraan, kericuhan itu juga mengganggu aktivitas warga di sekitar kawasan stadion. Aparat keamanan langsung melakukan penjagaan untuk mencegah massa meluas ke area permukiman.
Polisi dan Warga Alami Luka
Insiden tersebut melukai 10 anggota Polri dan seorang warga sipil ketika aparat berusaha membubarkan massa. Tim medis membawa para korban ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Salah satu personel Polres Jayapura, Ipda Arjuna, kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Jayapura karena mengalami luka saat mengamankan pertandingan.
Polda Papua terus menghitung total kerugian material akibat kerusuhan Stadion Lukas Enembe. Polisi juga mengimbau masyarakat menjaga ketertiban serta menghindari tindakan anarkis setelah pertandingan sepak bola.
Kerusuhan usai pertandingan sepak bola kembali menjadi perhatian aparat keamanan dan pecinta olahraga nasional. Banyak pihak meminta suporter menjaga sportivitas agar pertandingan berlangsung aman dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Saat ini belum ada komentar