Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » All News » Mapalaya Univ Jayabaya Angkat Bicara Soal Banjir Rob Pesisir Utara Jakarta, : “Negara Lalai Lindungi Warganya”.

Mapalaya Univ Jayabaya Angkat Bicara Soal Banjir Rob Pesisir Utara Jakarta, : “Negara Lalai Lindungi Warganya”.

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta_Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Jayabaya (Mapalaya Univ. Jayabaya) menilai banjir rob kembali merendam kawasan pesisir utara Jakarta. Tepatnya di Pluit, Muara Angke, Sunda Kelapa, Jalan RE Martadinata, hingga Marunda kembali tergenang air laut sampai  masuk ke pemukiman warga.

Peristiwa ini terjadi saat pasang laut tinggi bertepatan dengan fase bulan purnama dan perigee (supermoon), namun dampaknya meluas akibat lemahnya pemerintah dalam pengelolaan lingkungan pesisir Jakarta.
Akibat banjir rob tersebut beberapa kelurahan terdampak, sehingga aktivitas warga lumpuh. Resiko yang dialami yaitu kerusakan rumah, fasilitas umum, hingga kesehatan masyarakat terganggu.

Ketua Umum MAPALAYA Universitas Jayabaya, Muhammad Adriansyah, menilai banjir rob yang terus berulang menunjukkan kegagalan serius pemerintah dalam tata kelola wilayah pesisir.

“Banjir rob ini bukan bencana dadakan. Ini krisis yang dibiarkan, Negara seharusnya hadir melindungi warga pesisir, tapi yang terjadi justru pembiaran terhadap penurunan muka tanah, penyedotan air tanah berlebihan, dan pembangunan yang mengorbankan lingkungan,” tegas Adriansyah.

Menurut Muh. Adriansyah, selama penanganan banjir rob masih dianggap sebagai masalah teknis semata, Jakarta akan terus berada dalam lingkaran krisis tanpa mitigasi dan solusi. Infrastruktur pompa dan tanggul tidak akan efektif jika tidak dibarengi perbaikan tata ruang dan pemulihan ekosistem pesisir.

Ketum Mapalaya Muh. Adriansyah, menyoroti minimnya ruang terbuka hijau di kawasan pesisir Utara Jakarta yang seharusnya berfungsi sebagai area resapan dan penyangga ekologis dan ekosistem. Alih fungsi lahan yang masif dinilai telah menghilangkan daya tahan alami wilayah pesisir terhadap tekanan air laut.

Selain itu, lemahnya pengawasan terhadap pembangunan di kawasan pesisir turut memperparah kondisi, Bangunan berdiri di wilayah rawan tanpa mempertimbangkan kapasitas lingkungan dan struktur daya tahan tanah, sementara kawasan lindung semakin terdesak.

Sebagai langkah konkret, MAPALAYA Universitas Jayabaya mendorong rehabilitasi dan perluasan ruang terbuka hijau di pesisir utara Jakarta, peningkatan dan modernisasi sistem drainase dan pompa air, serta penegakan aturan yang tegas mengenai tata ruang pesisir. Upaya ini harus dibarengi dengan pembatasan penyedotan air tanah dan percepatan pemulihan ekosistem, termasuk penanaman mangrove dan penguatan perlindungan pantai.

Ketum MAPALAYA Universitas Jayabaya, juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam upaya mitigasi banjir rob, edukasi lingkungan, pengelolaan sampah yang lebih baik dan partisipasi warga dalam menjaga kawasan pesisir harus menjadi bagian dari kebijakan bukan hanya sekadar slogan.

“Selama banjir rob hanya dianggap kejadian musiman, Jakarta akan terus kalah oleh lautnya sendiri. Kami secara kelembagaan siap terlibat dalam aksi lapangan, advokasi kebijakan, dan edukasi publik. akan tetapi tanggung jawab utama tetap ada pada Pemerintah Daerah dan Pusat sebagai pengambil kebijakan. Pemerintah harus segera  mencari solusi dan kami secara kelembagaan siap berkolaborasi” Tutup Adriansyah.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ketegangan selat hormuz kapal tanker minyak jalur energi global

    Ancaman Trump soal Selat Hormuz Picu Balasan Keras Iran, Dampak Global Mulai Terasa

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 75
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Ketegangan Selat Hormuz kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran. Situasi ini tidak hanya memperburuk hubungan kedua negara, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas energi dan keamanan kawasan. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, langsung merespons dengan kritik tajam. Ia menilai kebijakan Washington yang menekan […]

  • Ilustrasi pemeriksaan gula darah tinggi pada pasien

    Waspadai Hiperglikemia, Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Pemicu Gula Darah Tinggi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Hiperglikemia sering muncul akibat kebiasaan sehari-hari yang banyak orang anggap sepele. Kondisi ini meningkatkan risiko diabetes pada orang sehat dan memperbesar potensi komplikasi pada penderita diabetes. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes, I Gusti Ngurah Adhiarta mengatakan pola makan menjadi faktor utama yang memicu kenaikan kadar gula dalam tubuh. […]

  • 14 Orang Tewas di Serangan Israel Lebanon Selatan saat evakuasi korban di lokasi terdampak.

    14 Orang Tewas di Serangan Israel, Lebanon Selatan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 47
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – 14 Orang Tewas di Serangan Israel, Lebanon Selatan terjadi saat gencatan senjata masih berlangsung. Insiden ini memperlihatkan bahwa situasi keamanan di wilayah perbatasan tetap rapuh dan mudah memicu eskalasi. (27/04/2026). 14 Orang Tewas di Serangan Israel Lebanon Selatan Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat 14 korban meninggal dunia, termasuk perempuan dan anak-anak. Selain itu, […]

  • situasi timur tengah memanas jemaah umrah Indonesia di Makkah

    Situasi Timur Tengah Memanas: Langkah Kemenag Pantau 58.873 Jemaah Umrah Indonesia

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenag pantau 58.873 jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi

  • perambahan hutan Konawe Selatan

    Temuan BPK RI & Dugaan Suap: Arin Fahrul Mengaku Pernah Ditawari Uang untuk Menghapus Berita Kasus Idham Azis dan Perambahan Hutan 408 Hektare

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com — Dugaan perambahan hutan ilegal seluas 408 hektare di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, oleh PT Pandu Urane Perkasa semakin menguat. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia menemukan langsung pelanggaran tersebut dalam pemeriksaan pengelolaan kawasan hutan. Sejumlah pihak menyebut perusahaan itu berkaitan dengan Idham Azis. Hasil pemeriksaan menunjukkan perusahaan membuka dan menguasai kawasan hutan […]

  • Sejarah lahirnya Pancasila saat sidang BPUPKI tahun 1945

    Jejak Historis Pancasila: Fondasi Abadi di Tengah Keberagaman Bangsa

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Pancasila tidak lahir dalam semalam. Para pendiri bangsa merumuskan dasar negara melalui perdebatan panjang, pemikiran mendalam, dan semangat persatuan. Karena itu, memahami sejarah Pancasila berarti memahami jati diri bangsa Indonesia. Dinamika Sidang BPUPKI Sidang pertama BPUPKI dimulai pada 29 Mei 1945. Dalam sidang tersebut, para tokoh bangsa membahas dasar negara Indonesia merdeka. […]

expand_less