Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Guru Honorer Digaji 200 Ribu, Pegawai MBG Puluhan Kali Lipat: Negara Salah Prioritas

Guru Honorer Digaji 200 Ribu, Pegawai MBG Puluhan Kali Lipat: Negara Salah Prioritas

  • account_circle Jurnalis 1
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 577
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Arin Fahrul Sanjaya, S.i.kom.

Jakarta,nalarpubliknews.com || Ketidakadilan terhadap guru honorer di Indonesia tidak lagi sekadar persoalan kesejahteraan. Masalah ini menunjukkan kegagalan negara dalam menetapkan prioritas pembangunan manusia.

Pemerintah terus menggaungkan bonus demografi dan visi Indonesia Emas. Namun pada saat yang sama, negara membiarkan guru honorer bertahan dalam kondisi yang jauh dari layak. Padahal, mereka memegang peran penting dalam sistem pendidikan nasional.

Retorika Tidak Sejalan dengan Kebijakan

Pemerintah sering menyebut pendidikan sebagai investasi masa depan. Namun kebijakan yang dibuat belum mencerminkan komitmen tersebut.

Guru honorer setiap hari mengajar, membimbing, dan membentuk karakter siswa. Mereka tetap bekerja meski menghadapi keterbatasan fasilitas. Kondisi ini menunjukkan ketidaksinkronan antara pernyataan dan tindakan pemerintah.

Ketimpangan Penghasilan yang Nyata

Publik mulai membandingkan penghasilan guru honorer dengan pekerja di sektor lain, seperti MBG. Dalam banyak kasus, pekerja di sektor tersebut menerima gaji puluhan kali lebih besar.

Perbandingan ini tidak bertujuan merendahkan profesi lain. Namun perbedaan tersebut memperlihatkan ketimpangan kebijakan yang jelas. Negara menempatkan profesi strategis pada tingkat kesejahteraan yang rendah.

Beban Kerja Tinggi, Upah Rendah

Guru honorer tidak hanya mengajar. Mereka juga membina karakter, menanamkan nilai moral, menjaga disiplin, dan mengurus administrasi sekolah.

Di daerah terpencil, mereka bahkan menopang kegiatan belajar karena kekurangan tenaga ASN. Tanpa mereka, banyak sekolah tidak dapat beroperasi.

Namun, banyak guru honorer hanya menerima sekitar Rp200 ribu per bulan. Mereka juga tidak memperoleh jaminan sosial maupun perlindungan kerja. Negara belum memberikan kepastian status yang jelas.

Kebijakan Belum Menyelesaikan Masalah

Pemerintah telah memperkenalkan skema PPPK dan seleksi ASN. Namun kebijakan tersebut belum menjangkau seluruh guru honorer.

Selain itu, pemerintah daerah menerapkan aturan yang berbeda. Kondisi ini memicu ketimpangan antarwilayah. Sementara itu, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran besar ke sektor lain.

Dampak terhadap Keadilan Sosial

Masalah ini bukan sekadar urusan administratif. Persoalan ini menyangkut keadilan sosial.

Negara perlu menjamin kesejahteraan tenaga pendidik. Jika guru terus hidup dalam keterbatasan, kualitas pendidikan akan menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini merugikan masa depan bangsa.

Hentikan Slogan, Mulai Tindakan

Pemerintah tidak bisa terus mengandalkan slogan “guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”. Narasi tersebut tidak menyelesaikan persoalan nyata.

Pemerintah perlu mengambil langkah konkret. Negara harus menaikkan upah, memberikan jaminan sosial, dan memastikan kepastian status bagi guru honorer.

Pemerintah harus menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada guru honorer. Jika negara ingin membangun sumber daya manusia yang unggul, maka perbaikan kesejahteraan guru harus menjadi prioritas utama.

Tanpa langkah konkret, visi besar pembangunan hanya akan menjadi retorika.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KAJI dan IPMKU menggelar aksi mendesak evaluasi Kapolres Konawe Utara di depan Mabes Polri Jakarta.

    KAJI dan IPMKU-Jakarta Desak Kapolri Evaluasi Kapolres Konawe Utara, Soroti Dugaan Lemahnya Penegakan Hukum

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com — Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Akademik dan Jaringan Intelektual (KAJI) bersama Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara-Jakarta (IPMKU-Jakarta) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Senin, 20 Juli 2026. Dalam aksinya, para demonstran mendesak Kapolri untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Konawe Utara dan mengambil langkah […]

  • Kasus Jampidsus menjadi sorotan setelah IPP meminta proses hukum berlangsung transparan dan objektif.

    Aldi Pradana: Kasus Jampidsus Harus Menjadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik terhadap Penegakan Hukum

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com — Direktur Eksekutif Indonesia Public Policy (IPP), Aldi Pradana, menilai perkembangan kasus yang menyeret Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) harus disikapi secara serius dan objektif oleh seluruh pihak. Menurutnya, perkara tersebut bukan hanya menyangkut individu, tetapi juga menyangkut kredibilitas lembaga penegak hukum di mata masyarakat. Aldi mengatakan bahwa dalam beberapa waktu […]

  • Diduga Ore Nikel Sitaan Satgas PKH Dijual, LP2LP Sultra Minta Bareskrim Periksa TFA dan Dalami Peran Ketua Fraksi Partai

    Diduga Ore Nikel Sitaan Satgas PKH Dijual, LP2LP Sultra Minta Bareskrim Periksa TFA dan Dalami Peran Ketua Fraksi Partai

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Kamis 2 Juli 2026 Lingkar Pemuda Pemerhati Lingkungan dan Pertambangan Sulawesi Tenggara (LP2LP Sultra) mendesak Bareskrim Polri untuk segera memanggil dan memeriksa TFA selaku pemilik (beneficial owner) PT Tristaco Mineral Makmur (PT TMM). Selain itu, LP2LP Sultra juga meminta penyidik mendalami dugaan keterlibatan seorang ketua fraksi partai di Sulawesi Tenggara yang menurut […]

  • KMN Desak Kejagung usut dugaan korupsi PT TMM

    KMN Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pertambangan Nikel PT TMM di Mandiodo

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA, nalarpubliknews.com — Korps Mahasiswa Nusantara (KMN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Rabu (22/7/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawalan terhadap proses penegakan hukum atas dugaan tindak pidana korupsi dalam aktivitas pertambangan nikel PT Tristaco Mineral Makmur (PT TMM) di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam aksi […]

  • Kejati Lampung tetapkan Arinal Djunaidi tersangka korupsi dana PI.

    Kejati Lampung, Tetapkan Arinal Tersangka Korupsi PI

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 41
    • 1Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Kejati Lampung tetapkan Arinal Djunaidi tersangka korupsi dana PI setelah penyidik Kejaksaan Tinggi Lampung memeriksa mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, secara intensif. Kasus ini berkaitan dengan pengelolaan dana participating interest (PI) 10 persen di wilayah kerja Offshore South East Sumatera (WK OSES). (28/04/2026). Kepala Kejati Lampung, Danang Suryo Wibowo, menyampaikan bahwa tim […]

  • ketegangan selat hormuz kapal tanker minyak jalur energi global

    Ancaman Trump soal Selat Hormuz Picu Balasan Keras Iran, Dampak Global Mulai Terasa

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 98
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Ketegangan Selat Hormuz kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran. Situasi ini tidak hanya memperburuk hubungan kedua negara, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas energi dan keamanan kawasan. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, langsung merespons dengan kritik tajam. Ia menilai kebijakan Washington yang menekan […]

expand_less