Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Menjadi Konsumen Kosmetik Cerdas di Era TikTok Shop: Kenali Kandungan Aktif dan Risiko Skincare Viral bagi Remaja

Menjadi Konsumen Kosmetik Cerdas di Era TikTok Shop: Kenali Kandungan Aktif dan Risiko Skincare Viral bagi Remaja

  • account_circle Rahman
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KENDARI, nalarpubliknews.com – Fenomena produk perawatan kulit atau skincare yang viral di media sosial, khususnya TikTok Shop, kini menjadi tren besar di kalangan remaja. Kemudahan akses, harga yang beragam, serta promosi yang menarik membuat banyak remaja tertarik untuk mencoba berbagai produk kosmetik tanpa benar-benar memahami kandungan, keamanan, maupun risiko penggunaannya. Hal ini menjadi perhatian penting dalam kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh Kelompok 18 Angkatan XV Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) Universitas Halu Oleo (UHO), dengan tema “Menjadi Konsumen Kosmetik yang Cerdas di Era TikTok Shop: Mengenal Kandungan Aktif dan Resiko Skincare Viral pada Remaja”.

Di era digital saat ini, TikTok Shop telah mengubah cara masyarakat berbelanja, termasuk produk kecantikan. Produk yang sering muncul di halaman beranda, didukung testimoni pengguna, dan penawaran diskon besar, sering kali membuat remaja tergoda untuk membeli tanpa mengecek keamanan dan izin edar produk tersebut. Padahal, tidak semua produk yang beredar di pasaran memiliki izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan banyak di antaranya mengandung bahan aktif yang tidak sesuai atau berisiko bagi kulit remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.

Kelompok 18 PKPA UHO menjelaskan bahwa remaja memiliki karakteristik kulit yang berbeda dengan orang dewasa. Kulit remaja cenderung lebih sensitif, memiliki kadar minyak yang berubah-ubah, dan masih beradaptasi dengan perubahan hormon. Penggunaan produk sembarangan, apalagi yang mengandung bahan keras seperti merkuri, hidrokuinon, atau kadar asam yang terlalu tinggi, dapat menimbulkan masalah serius: mulai dari iritasi, kemerahan, kulit menipis, hingga kerusakan jaringan kulit jangka panjang yang sulit diperbaiki.

“Banyak remaja membeli produk hanya karena viral atau direkomendasikan konten kreator, tanpa membaca komposisi atau memastikan keamanannya. Padahal, apa yang cocok untuk satu orang belum tentu aman untuk kulit remaja, dan bahan aktif yang terlalu kuat justru bisa merusak penghalang alami kulit mereka,” ungkap salah satu anggota tim PKPA UHO.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja agar menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan berhati-hati dalam memilih produk kosmetik. Materi yang disampaikan meliputi cara mengenali kandungan aktif pada kemasan produk, cara mengecek nomor izin edar BPOM, memahami fungsi dan risiko setiap bahan, serta cara memilih produk yang sesuai dengan jenis dan kondisi kulit remaja.

Selain itu, tim juga mengingatkan pentingnya membedakan antara rekomendasi yang berbasis pengetahuan dan promosi komersial. Konsumen diimbau untuk tidak mudah tergiur janji hasil instan atau harga yang terlalu murah, karena sering kali hal tersebut menjadi tanda produk tidak memenuhi standar keamanan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan remaja tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga sadar bahwa kecantikan yang sehat dimulai dari pemilihan produk yang aman dan tepat. Menjadi konsumen cerdas berarti tidak hanya membeli, tetapi juga memahami apa yang digunakan pada kulit, demi kesehatan dan keindahan kulit yang berkelanjutan.

Kelompok 18 PKPA UHO berharap pesan ini dapat tersebar luas, mengingat penggunaan media sosial dan belanja daring terus meningkat. Keamanan dan kesehatan kulit generasi muda adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari pengetahuan dan kehati-hatian saat memilih produk kosmetik.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pemulihan banjir Aceh di lokasi pembangunan huntara korban bencana

    Menko PMK Pastikan Tak Ada Libur, Pemulihan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Berjalan

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Memasuki satu bulan setelah bencana terjadi, proses tanggap darurat dan pemulihan tetap berjalan intensif. Aktivitas penanganan tetap berlangsung meski bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru 2026. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan […]

  • Sekolah Rakyat 2026 mulai pembelajaran untuk 32 ribu siswa

    Sekolah Rakyat Mulai Juli 2026, Gus Ipul Laporkan 32 Ribu Siswa ke Presiden

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Rahmadani
    • visibility 31
    • 0Komentar

          Jakarta, nalarpubliknews.com || Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan perkembangan sejumlah program strategis Kementerian Sosial. Dalam pertemuan itu, Gus Ipul membahas pemutakhiran data sosial, bantuan sosial tepat sasaran, dan program Sekolah Rakyat 2026. Selain itu, Gus Ipul mengatakan pemerintah akan memulai kegiatan belajar mengajar Sekolah […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse
    War

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

  • digitalisasi sekolah konawe selatan dalam pembelajaran berbasis teknologi di ruang kelas.

    Digitalisasi Pendidikan : Ikhtiar Peradaban bagi Masa Depan Konawe Selatan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Ilustrasi suasana pembelajaran digital di ruang kelas yang menggambarkan penerapan digitalisasi sekolah di Konawe Selatan. Dalam gambar terlihat guru memanfaatkan layar digital untuk menjelaskan materi pelajaran, sementara para siswa menggunakan laptop dan tablet sebagai media belajar. Kehadiran teknologi seperti internet, perangkat komputer, dan media digital mencerminkan upaya transformasi pendidikan yang lebih modern. Digitalisasi sekolah Konawe Selatan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pengetahuan, serta menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan masa depan.

  • IAI Rawa Aopa bantah pelecehan melalui konferensi pers tim hukum

    Tim Hukum Dan Ketua Yayasan IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Dugaan Pelecehan Seksual

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 73
    • 2Komentar

    Kendari, Nalarpubliknews.com — Tim Hukum Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan, membantah tuduhan pelecehan seksual yang menyeret AA. Tim hukum menilai isu itu tidak berkaitan dengan kampus. Aminudin, SH., MH., CLA., CPM., CPARB., mewakili tim hukum, menyebut pemberitaan yang beredar cenderung menggiring opini publik. Ia menilai narasi yang muncul tidak utuh dan tidak […]

  • lumba-lumba pembawa bom dilatih militer di pangkalan laut

    Rumor Lumba-Lumba Bom Iran di Selat Hormuz Disangkal AS

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Isu lumba-lumba pembawa bom muncul di tengah ketegangan Iran dan Amerika Serikat. Kabar ini menarik perhatian karena terdengar tidak biasa. Hingga kini, belum ada bukti kuat yang mendukung klaim tersebut. Spekulasi berkembang di kawasan Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia. Beberapa laporan menyebut Iran mempertimbangkan penggunaan mamalia laut untuk operasi militer. […]

expand_less