Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Satu Tersangka Bukan Jawaban: Aksi Jilid I Desak Kejaksaan Agung RI Ungkap Seluruh Aktor Korupsi Dana Hibah Pilkada Konawe Utara

Satu Tersangka Bukan Jawaban: Aksi Jilid I Desak Kejaksaan Agung RI Ungkap Seluruh Aktor Korupsi Dana Hibah Pilkada Konawe Utara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 31 Desember 2025 — Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Mahasiswa Hukum (JAMH) Sultra–Jakarta bersama CAMADA menggelar Aksi Jilid I di depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Aksi ini merupakan bentuk kontrol publik terhadap penegakan hukum dalam perkara dugaan korupsi dana hibah Pilkada Kabupaten Konawe Utara Tahun 2024 dengan nilai kerugian negara mencapai Rp1,6 miliar.

Aksi tersebut dilatarbelakangi oleh kuatnya indikasi kejanggalan dalam proses penanganan perkara, khususnya penetapan hanya satu orang tersangka, yakni Sekretaris KPU Konawe Utara, yang dinilai tidak sebanding dan tidak logis jika dibandingkan dengan besarnya kerugian negara serta kompleksitas tata kelola dana hibah Pilkada. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa penanganan perkara belum dilakukan secara menyeluruh dan masih menyisakan potensi keterlibatan sejumlah pihak lain yang hingga kini belum tersentuh proses hukum.

Dalam orasinya, Muhammad Rahim, selaku inisiator aksi, menegaskan bahwa penegakan hukum dalam perkara korupsi dana hibah Pilkada Konawe Utara harus berlandaskan pada prinsip equality before the law, transparansi, dan akuntabilitas. Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada satu aktor semata, melainkan wajib menelusuri alur keuangan (follow the money) serta peran seluruh pihak yang terlibat (follow the actor), termasuk pejabat struktural dan penyelenggara pemilu yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan serta pertanggungjawaban anggaran.

Ia juga menyampaikan bahwa massa aksi telah menyerahkan sejumlah dokumen pendukung kepada Kejaksaan Agung RI untuk ditindaklanjuti, termasuk bukti-bukti transaksi yang diduga kuat mengindikasikan adanya tindak pidana korupsi. Menurutnya, sangat tidak masuk akal apabila dugaan korupsi dengan nilai yang besar hanya melibatkan satu orang, sehingga patut diduga telah terjadi permainan kotor yang berujung pada diloloskannya beberapa oknum yang seharusnya ikut bertanggung jawab secara hukum.

Melalui Aksi Jilid I ini, massa secara tegas mendesak Kejaksaan Agung RI untuk segera mengambil alih penanganan perkara dari Kejaksaan Negeri Konawe, guna menjamin objektivitas, independensi, serta mencegah potensi konflik kepentingan dalam proses penegakan hukum. Selain itu, massa menuntut agar Kejaksaan Agung mengembangkan perkara secara komprehensif dengan memeriksa Kasubbag KUL, seluruh Komisioner KPU Konawe Utara, serta pihak-pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan dana hibah Pilkada tersebut.

Tak hanya itu, massa aksi juga menyuarakan tuntutan serius kepada Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan pencopotan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Konawe, atas dugaan adanya praktik suap dan penyimpangan dalam penanganan perkara yang berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus mencederai rasa keadilan publik.

Koordinator aksi menegaskan bahwa Aksi Jilid I bukanlah akhir, melainkan langkah awal perlawanan moral dan konstitusional terhadap praktik pembiaran serta pelemahan penegakan hukum. Apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius, maka massa memastikan akan menggelar aksi lanjutan dengan eskalasi yang lebih besar sebagai bentuk komitmen untuk terus mengawal penegakan hukum yang adil, tegas, dan tanpa tebang pilih.kpu

“Usut tuntas Rp1,6 miliar dana hibah Pilkada Konawe Utara. Proses hukum seluruh oknum yang terlibat!” menjadi seruan utama dalam aksi ini sekaligus pesan keras bahwa publik tidak akan tinggal diam ketika hukum dipermainkan dan keadilan diabaikan.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eskalasi konflik Timur Tengah picu lonjakan harga minyak, gejolak pasar global, dan risiko resesi ekonomi dunia.

    Eskalasi Konflik Timur Tengah Picu Tekanan Berat bagi Ekonomi Dunia

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) || Eskalasi Konflik Timur Tengah kembali menjadi sorotan utama pasar internasional karena dampaknya yang luas terhadap ekonomi dunia. Ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan penghasil energi terbesar ini memicu kekhawatiran akan lonjakan harga minyak, tekanan inflasi, hingga potensi perlambatan pertumbuhan global. Kawasan Timur Tengah memiliki peran vital dalam sistem energi global. Negara-negara seperti […]

  • pendanaan Positron chip AI teknologi semikonduktor terbaru

    Positron Raup Pendanaan US$230 Juta, Siap Goyang Dominasi Nvidia di Chip AI

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Pendanaan Positron chip AI menarik perhatian pasar teknologi global. Startup ini meraih US$230 juta dalam putaran terbaru. Nilai tersebut mendorong valuasi perusahaan melewati US$1 miliar. Dengan capaian ini, Positron masuk kategori unicorn dan memperkuat posisinya di industri chip AI. Selain itu, perusahaan langsung menargetkan persaingan dengan Nvidia. Fokus mereka berada pada inference […]

  • debat publik Danantara di Makassar membahas pengelolaan BUMN dan ekonomi baru

    Makassar Buka Roadshow Debat Danantara, Pakar Soroti Risiko dan Peluang Superholding BUMN

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 37
    • 1Komentar

    Debat publik Danantara di Makassar mengupas peluang dan risiko pengelolaan BUMN melalui konsep superholding. Para pakar menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan publik agar kebijakan ini benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • AS lepas 172 juta barel cadangan minyak dari Strategic Petroleum Reserve

    AS Lepas 172 Juta Barel Cadangan Minyak, Trump Berupaya Redam Lonjakan Harga Energi

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 93
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Pemerintah Amerika Serikat melepas 172 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) untuk menekan lonjakan harga energi akibat gangguan pasokan global. Menteri Energi AS, Chris Wright, mengumumkan kebijakan ini pada Rabu malam waktu setempat. Selain itu, pemerintah mengambil langkah ini untuk menstabilkan pasar energi yang terus bergejolak akibat konflik geopolitik. Wright […]

  • arsitektur peradaban Persia kuno sebagai bagian dari sejarah bangsa Persia

    Sejarah Bangsa Persia: Peradaban Kuno yang Tangguh dan Berpengaruh

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Persia dikenal sebagai salah satu peradaban tertua di dunia yang memiliki daya tahan luar biasa dalam menghadapi perubahan zaman. Selama lebih dari 2.500 tahun, Persia mengalami pasang surut kekuasaan, invasi asing, perubahan ideologi, hingga tekanan geopolitik modern. Namun demikian, bangsa ini tetap bertahan dengan identitas budaya, bahasa, dan warisan intelektual yang kuat, menjadikannya salah satu pilar penting dalam sejarah peradaban manusia.

expand_less