Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Satu Tersangka Bukan Jawaban: Aksi Jilid I Desak Kejaksaan Agung RI Ungkap Seluruh Aktor Korupsi Dana Hibah Pilkada Konawe Utara

Satu Tersangka Bukan Jawaban: Aksi Jilid I Desak Kejaksaan Agung RI Ungkap Seluruh Aktor Korupsi Dana Hibah Pilkada Konawe Utara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 31 Desember 2025 — Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Mahasiswa Hukum (JAMH) Sultra–Jakarta bersama CAMADA menggelar Aksi Jilid I di depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Aksi ini merupakan bentuk kontrol publik terhadap penegakan hukum dalam perkara dugaan korupsi dana hibah Pilkada Kabupaten Konawe Utara Tahun 2024 dengan nilai kerugian negara mencapai Rp1,6 miliar.

Aksi tersebut dilatarbelakangi oleh kuatnya indikasi kejanggalan dalam proses penanganan perkara, khususnya penetapan hanya satu orang tersangka, yakni Sekretaris KPU Konawe Utara, yang dinilai tidak sebanding dan tidak logis jika dibandingkan dengan besarnya kerugian negara serta kompleksitas tata kelola dana hibah Pilkada. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa penanganan perkara belum dilakukan secara menyeluruh dan masih menyisakan potensi keterlibatan sejumlah pihak lain yang hingga kini belum tersentuh proses hukum.

Dalam orasinya, Muhammad Rahim, selaku inisiator aksi, menegaskan bahwa penegakan hukum dalam perkara korupsi dana hibah Pilkada Konawe Utara harus berlandaskan pada prinsip equality before the law, transparansi, dan akuntabilitas. Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada satu aktor semata, melainkan wajib menelusuri alur keuangan (follow the money) serta peran seluruh pihak yang terlibat (follow the actor), termasuk pejabat struktural dan penyelenggara pemilu yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan serta pertanggungjawaban anggaran.

Ia juga menyampaikan bahwa massa aksi telah menyerahkan sejumlah dokumen pendukung kepada Kejaksaan Agung RI untuk ditindaklanjuti, termasuk bukti-bukti transaksi yang diduga kuat mengindikasikan adanya tindak pidana korupsi. Menurutnya, sangat tidak masuk akal apabila dugaan korupsi dengan nilai yang besar hanya melibatkan satu orang, sehingga patut diduga telah terjadi permainan kotor yang berujung pada diloloskannya beberapa oknum yang seharusnya ikut bertanggung jawab secara hukum.

Melalui Aksi Jilid I ini, massa secara tegas mendesak Kejaksaan Agung RI untuk segera mengambil alih penanganan perkara dari Kejaksaan Negeri Konawe, guna menjamin objektivitas, independensi, serta mencegah potensi konflik kepentingan dalam proses penegakan hukum. Selain itu, massa menuntut agar Kejaksaan Agung mengembangkan perkara secara komprehensif dengan memeriksa Kasubbag KUL, seluruh Komisioner KPU Konawe Utara, serta pihak-pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan dana hibah Pilkada tersebut.

Tak hanya itu, massa aksi juga menyuarakan tuntutan serius kepada Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan pencopotan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Konawe, atas dugaan adanya praktik suap dan penyimpangan dalam penanganan perkara yang berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus mencederai rasa keadilan publik.

Koordinator aksi menegaskan bahwa Aksi Jilid I bukanlah akhir, melainkan langkah awal perlawanan moral dan konstitusional terhadap praktik pembiaran serta pelemahan penegakan hukum. Apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius, maka massa memastikan akan menggelar aksi lanjutan dengan eskalasi yang lebih besar sebagai bentuk komitmen untuk terus mengawal penegakan hukum yang adil, tegas, dan tanpa tebang pilih.kpu

“Usut tuntas Rp1,6 miliar dana hibah Pilkada Konawe Utara. Proses hukum seluruh oknum yang terlibat!” menjadi seruan utama dalam aksi ini sekaligus pesan keras bahwa publik tidak akan tinggal diam ketika hukum dipermainkan dan keadilan diabaikan.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi penandatanganan perjanjian dagang ART antara Indonesia dan Amerika Serikat

    KSPI dan Partai Buruh Tolak Deal Dagang RI–AS, Said Iqbal Minta Prabowo Batalkan ART

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 86
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menolak perjanjian ART Indonesia AS. Mereka menilai kesepakatan dagang tersebut merugikan pekerja dan kepentingan nasional. Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut isi perjanjian tidak seimbang. Ia menjelaskan Indonesia hanya mengajukan enam poin. Sementara itu, dokumen kerja sama tersebut memuat sekitar 115 […]

  • harga BBM tidak naik 1 April 2026 pernyataan DPR

    Dasco Pastikan Harga BBM Tak Naik 1 April, DPR Minta Warga Tak Panik

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 92
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun non-subsidi pada 1 April 2026. Ia menyampaikan kepastian tersebut dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Selasa (31/3/2026). Dasco menegaskan pemerintah telah menyampaikan keputusan resmi melalui Menteri Sekretaris Negara. Ia menyebut […]

  • gus alex kasus korupsi kuota haji yang ditangani kpk

    Gus Alex Kasus Korupsi Kuota Haji: 5 Fakta Pemanggilan dan Penahanan oleh KPK

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 109
    • 0Komentar

    “Yang bersangkutan sudah kami panggil untuk minggu depan.” — Asep Guntur Rahayu, Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi.

  • penangkapan LSM Konawe tambang oleh aparat kepolisian

    Penangkapan LSM Konawe Tuai Kecurigaan: Diduga Ada Permainan PT ST Nickel dan Oknum Aparat

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) — Penangkapan sejumlah oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Konawe memicu polemik di tengah masyarakat. Selain itu, kasus ini menarik perhatian luas karena muncul dugaan keterlibatan perusahaan tambang PT ST Nickel Resources bersama oknum aparat. Sejak awal, publik mempertanyakan latar belakang penangkapan tersebut. Apalagi, langkah aparat terjadi di tengah meningkatnya kritik terhadap […]

  • pangeran andrew kasus epstein kerajaan inggris.

    Kasus Epstein: Pangeran Andrew Ancam Rahasia Kerajaan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Pembatasan peran publik Pangeran Andrew dan upaya menjaga jarak dari berbagai kontroversi menjadi bagian dari strategi untuk melindungi reputasi monarki. Namun demikian, banyak analis menilai bahwa bayang-bayang kasus Epstein masih akan terus memengaruhi persepsi publik terhadap kerajaan Inggris dalam jangka waktu yang cukup lama.

  • refund KAI longsor Sasaksaat evakuasi lokomotif terdampak di Bandung Barat

    KAI Beri Refund 100% Akibat Longsor Sasaksaat, Penumpang Juga Disiapkan Bus Alternatif

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 114
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Refund KAI longsor Sasaksaat menjadi langkah cepat dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung saat longsor menutup jalur Maswati Sasaksaat di Bandung Barat. Peristiwa tersebut menghentikan perjalanan kereta dan memicu pembatalan sejumlah jadwal penting. Untuk merespons kondisi itu, KAI langsung memberi kepastian layanan kepada penumpang. Perusahaan mengembalikan dana tiket secara […]

expand_less