Prabowo Perintahkan Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi US$6 Miliar Awal Februari 2026
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- visibility 218
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, nalarpubliknews.com – Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan agar peletakan batu pertama (groundbreaking) enam proyek hilirisasi baru segera dilaksanakan pada awal Februari 2026. Total nilai investasi keenam proyek tersebut mencapai US$ 6 miliar atau setara Rp 101,05 triliun.
Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Minggu (11/1/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa percepatan proyek hilirisasi menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri bernilai tambah. “Perkembangan rencana groundbreaking enam titik baru proyek hilirisasi senilai US$ 6 miliar di awal Februari 2026,” tulis Teddy melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Senin (12/1/2026).
Rapat tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara, Rosan Roeslani.
Selain membahas proyek hilirisasi, pemerintah juga menyiapkan agenda strategis sektor energi. Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, salah satu proyek kilang minyak terbesar di Indonesia, pada Senin (12/1/2026).
Sebelumnya, Rosan Roeslani mengungkapkan enam proyek hilirisasi strategis yang akan dibangun secara bertahap mulai Januari 2026. Proyek tersebut mencakup pengolahan mineral, energi terbarukan, hingga sektor pangan.
Enam proyek hilirisasi yang direncanakan antara lain:
1. Pengembangan industri smelter aluminium dari alumina di Mempawah, Kalimantan Barat (US$ 2,4 miliar).
2. Fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) dari bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat (US$ 890 juta).
3. Fasilitas produksi bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah (US$ 1,1 miliar).
4. Pengembangan fasilitas pengolahan kelapa terintegrasi di Morowali, Sulawesi Tengah (US$ 100 juta).
5. Pengembangan fasilitas bioetanol (US$ 80 juta).
6. Pembangunan lima fasilitas budidaya unggas di sejumlah wilayah.
Pemerintah sendiri telah menetapkan 18 proyek hilirisasi strategis nasional yang dikelola Danantara, mencakup sektor mineral, kimia, energi, hingga perkebunan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, enam proyek hilirisasi lainnya juga dijadwalkan mulai dibangun pada Januari 2026, disusul proyek-proyek lanjutan hingga Februari dan Maret mendatang. Proyek tersebut termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai substitusi LPG.
