Emiten MGLV Resmi Berganti Pengendali, Perusahaan Data Center Masuk Lewat Backdoor Listing
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
- visibility 116
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Tampak udara kawasan gedung pusat data dan fasilitas teknologi modern di area industri, mencerminkan perkembangan infrastruktur digital dan investasi sektor teknologi di Indonesia. Dok_npn
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (Nalarpubliknews.com) – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera kedatangan pemain baru di sektor pusat data (data center). PT Nextier Datamate Center kini resmi menguasai PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) melalui skema backdoor listing.
Nextier Datamate Center membeli 1.499.999.500 saham MGLV atau setara 78,74% dari modal ditempatkan dan disetor. Perusahaan mengambil alih saham tersebut dari PT Trijaya Wisesa Makmur pada 9 Februari 2026.
Direktur Utama MGLV, Putra Harianto Batee, menyampaikan bahwa manajemen langsung menerima laporan perubahan pengendalian sehari setelah transaksi terjadi. Ia menegaskan bahwa Nextier kini menjadi pengendali baru perseroan.
“Perubahan pengendalian pada MGLV telah terjadi dengan masuknya PT Nextier Datamate Center sebagai pengendali baru,” ujar Putra dalam keterbukaan informasi.
Arah Baru: Fokus ke Bisnis Data Center
Nextier Datamate Center menjalankan bisnis utama di bidang penyediaan infrastruktur pusat data berbasis teknologi informasi. Selain itu, perusahaan juga menawarkan layanan konsultansi manajemen strategis bagi korporasi.
Dengan masuknya Nextier, MGLV kini mengarahkan bisnisnya ke sektor digital yang tengah tumbuh pesat. Manajemen melihat peluang besar dari meningkatnya kebutuhan penyimpanan data, komputasi awan (cloud), serta transformasi digital di berbagai industri.
Perusahaan juga memastikan bahwa transaksi ini tidak melibatkan hubungan afiliasi antara pemegang saham lama dan baru. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akuisisi berjalan secara independen dan transparan.
Pasar Sambut Positif
Investor langsung merespons langkah ini secara positif. Pada perdagangan Rabu (11/2/2026), saham MGLV naik 9,73% ke level Rp2.820 per saham.
Dalam lima hari terakhir, harga saham MGLV bahkan melonjak 35,58%. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek bisnis data center yang dinilai memiliki pertumbuhan jangka panjang.
Pelaku pasar menilai sektor pusat data akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital, termasuk cloud computing, kecerdasan buatan (AI), dan penyimpanan data berskala besar.
Strategi Backdoor Listing Semakin Populer
Nextier memilih skema backdoor listing untuk masuk ke pasar modal. Strategi ini memungkinkan perusahaan menjadi emiten publik tanpa harus melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) yang biasanya memakan waktu lebih lama.
Melalui akuisisi perusahaan terbuka seperti MGLV, Nextier dapat langsung mengakses pasar modal dan pendanaan publik. Cara ini juga memberi fleksibilitas lebih tinggi dalam mempercepat ekspansi bisnis.
Ke depan, analis memperkirakan semakin banyak perusahaan teknologi akan menggunakan strategi serupa. Sektor seperti data center, cloud services, hingga infrastruktur digital dinilai memiliki kebutuhan pendanaan besar untuk ekspansi.
Prospek Industri Data Center di Indonesia
Indonesia menjadi salah satu pasar potensial bagi industri data center di Asia Tenggara. Pertumbuhan pengguna internet, adopsi layanan digital, serta ekspansi perusahaan teknologi global mendorong kebutuhan infrastruktur data yang andal.
Pemerintah juga terus mendorong transformasi digital melalui berbagai kebijakan strategis. Hal ini membuka peluang bagi pemain baru seperti Nextier untuk berkembang lebih cepat.
Selain itu, meningkatnya kebutuhan keamanan data dan regulasi penyimpanan data lokal turut memperkuat permintaan terhadap pusat data dalam negeri.
Dengan kondisi tersebut, langkah Nextier mengakuisisi MGLV tidak hanya menjadi aksi korporasi biasa, tetapi juga bagian dari tren besar perkembangan ekonomi digital Indonesia.
