Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Gelar Aksi Jilid II di Kejagung, GMH Sultra-Jakarta Desak Pemeriksaan Mantan Kadis Pertanian Sultra Terkait Dugaan Korupsi

Gelar Aksi Jilid II di Kejagung, GMH Sultra-Jakarta Desak Pemeriksaan Mantan Kadis Pertanian Sultra Terkait Dugaan Korupsi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 175
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, nalarpubliknews.com – Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sulawesi Tenggara–Jakarta kembali memadati depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) pada Senin (5/1/2026). Aksi demonstrasi Jilid II ini merupakan konsistensi massa setelah sebelumnya melakukan aksi serupa pada 31 Desember 2025 lalu.

Dalam tuntutannya, GMH mendesak Kejagung RI untuk segera memanggil dan memeriksa mantan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara berinisial RD, yang saat ini diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra.

Dugaan Rumah Pompa Fiktif dan Penyelewengan Pupuk

Ketua GMH Sultra–Jakarta, Abdi Aditya, mengungkapkan bahwa RD diduga kuat terlibat dalam tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan rumah pompa Tahun Anggaran 2024. Selain itu, RD juga disinyalir menyalahgunakan kewenangan dalam penyaluran pupuk subsidi serta Alat Mesin Pertanian (Alsintan).

“Kami menemukan indikasi kuat adanya pengadaan rumah pompa fiktif di Kabupaten Konawe. Selain itu, distribusi pupuk subsidi dan alsintan selama masa jabatan RD sangat bermasalah dan merugikan petani,” tegas Abdi di sela-sela aksi.

Soroti Peran Kabid PSP

Tak hanya RD, massa aksi juga menyoroti peran Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sultra berinisial ES. Abdi menyebut ES sebagai aktor yang diduga paling bertanggung jawab atas ketidakmerataan distribusi bantuan pertanian di Bumi Anoa.

“Saudara ES ini sudah menjabat kurang lebih enam tahun di posisi yang sama. Kami menduga ada praktik korupsi yang terstruktur dan sistematis dalam penyaluran pupuk subsidi yang tidak terverifikasi dengan benar di lapangan,” lanjutnya.

Kerugian Negara Ditaksir Miliaran Rupiah

Abdi menilai penyimpangan pada dua paket pekerjaan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara mencapai miliaran rupiah. Ia menegaskan bahwa praktik semacam ini tidak hanya merusak sistem pemerintahan, tetapi juga merampas hak-hak petani di Sulawesi Tenggara.

“Kejaksaan Agung jangan tutup mata. Ini adalah persoalan hak masyarakat yang dikorupsi oleh aktor intelektual di birokrasi. Jika terbukti, mereka harus segera diproses hukum tanpa pandang bulu,” ujar Abdi.

Komitmen Kawal Kasus Hingga Tuntas

Sebagai penutup, GMH Sultra-Jakarta menegaskan bahwa aksi ini bukanlah yang terakhir. Selain menggelar unjuk rasa, mereka secara resmi akan memasukkan laporan tertulis kepada Kejaksaan Agung RI guna memperkuat data penyelidikan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini. Gerakan akan terus dikonsolidasikan hingga ada titik terang dan kepastian hukum dari pihak Kejagung terkait dugaan korupsi di Dinas Pertanian Sultra ini,” pungkasnya.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • helikopter jatuh Kalimantan Barat.

    Helikopter Jatuh Kalimantan Barat: Ekor PK-CFX Ditemukan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com – Insiden helikopter jatuh di Kalimantan Barat kini memasuki fase krusial. Setelah itu, tim SAR gabungan menemukan serpihan yang diduga sebagai bagian ekor di wilayah Sekadau pada 16 April 2026. Temuan ini langsung membantu tim mempersempit area pencarian sekaligus mempercepat proses evakuasi korban. Selain itu, penemuan ini memberi arah yang lebih jelas bagi […]

  • Jejak Historis Pancasila: Fondasi Abadi di Tengah Keberagaman Bangsa

    Jejak Historis Pancasila: Fondasi Abadi di Tengah Keberagaman Bangsa

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Pancasila tidak lahir dalam semalam. Ia adalah hasil dari perdebatan intelektual yang sengit, refleksi mendalam terhadap budaya nusantara, dan buah dari jiwa besar para pendiri bangsa. Memahami sejarahnya berarti memahami jati diri kita sebagai orang Indonesia. Membedah Dinamika Sidang BPUPKI Sidang pertama BPUPKI yang dimulai pada 29 Mei 1945 bukanlah pertemuan yang formalitas belaka. Terjadi […]

  • pengusiran diplomat Iran AS di PBB New York alasan keamanan nasional

    AS Usir Wakil Dubes Iran di PBB, Alasan Keamanan Nasional Mengemuka

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 98
    • 0Komentar

    “Pengusiran dilakukan tanpa status persona non grata, menandakan pendekatan diplomatik yang lebih senyap namun tegas.”

  • Abbas Araghchi tegaskan Iran tidak negosiasi dengan AS dalam konferensi pers di Baghdad

    Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS di Tengah Ketegangan Kawasan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) | Pemerintah Teheran kembali menegaskan bahwa Iran tidak negosiasi dengan AS di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang menolak klaim adanya dialog langsung dengan Washington. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa pemerintahnya tidak menjalankan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa meskipun […]

  • Tiga Kasasi dan Satu PK Diabaikan, P3D Konut: Kepastian Hukum Bososi Dipertanyakan

    Tiga Kasasi dan Satu PK Diabaikan, P3D Konut: Kepastian Hukum Bososi Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    KONAWE UTARA — Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah (P3D) Konawe Utara (Konut) mengeluarkan pernyataan keras terkait sengketa PT Bososi Pratama yang dinilai tidak lagi semata-mata persoalan hukum, melainkan telah menjelma menjadi praktik “penyanderaan kepastian hukum” demi melanggengkan aktivitas pertambangan ilegal oleh kelompok dan oknum tertentu. Ketua P3D Konut, Jefry, mempertanyakan keberanian dan ketegasan aparat penegak hukum […]

  • Aktivitas tambang Pulau Senja di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara

    Green Institute Sultra Laporkan Dugaan Tambang Galian C Ilegal di Pulau Senja dan Tanjung Kartika ke Mabes Polri

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis (29/1/2025) — Green Institute Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan dugaan aktivitas tambang batu gamping di Pulau Senja dan Tanjung Kartika ke Mabes Polri. Lokasi tersebut berada di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Organisasi ini menilai aktivitas tambang berpotensi melanggar hukum. Mereka juga melihat ancaman serius terhadap lingkungan pesisir dan pulau kecil. […]

expand_less