Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » BI Pangkas Suku Bunga Agresif, Kredit Perbankan Masih Turun Tipis

BI Pangkas Suku Bunga Agresif, Kredit Perbankan Masih Turun Tipis

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 125
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) | Bank Indonesia belum sepenuhnya mendorong penurunan suku bunga kredit perbankan meski telah menurunkan suku bunga acuan secara signifikan. Hingga kini, bank baru menurunkan bunga kredit secara terbatas.

Gubernur Perry Warjiyo menegaskan bahwa sejak 2025 Bank Indonesia menempuh kebijakan moneter longgar dengan memangkas BI-Rate sebesar 125 basis poin. Selain itu, Bank Indonesia juga menambah likuiditas di pasar keuangan untuk mempercepat transmisi kebijakan.

Kebijakan ini bertujuan mendorong aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Bank Indonesia juga berharap langkah tersebut menekan biaya dana di sektor keuangan secara menyeluruh.

Pasar Keuangan Merespons Cepat

Pasar keuangan merespons kebijakan ini dengan cepat. Suku bunga pasar uang antarbank (INDONIA) turun hingga sekitar 4,16 persen pada Maret 2026.

Suku bunga instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga turun di berbagai tenor. Penurunan ini menunjukkan pasar keuangan merespons kebijakan moneter secara efektif.

Selain itu, investor menurunkan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) pada tenor jangka pendek dan panjang. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi dan arah kebijakan moneter.

Transmisi ke Perbankan Masih Tertahan

Meski pasar merespons cepat, sektor perbankan bergerak lebih lambat. Bank memang sudah menurunkan bunga deposito, tetapi belum sepenuhnya mengikuti pelonggaran dari bank sentral.

Perbankan masih menawarkan suku bunga khusus (special rate) kepada nasabah besar sehingga biaya dana belum turun merata. Selain itu, banyak bank masih bergantung pada dana mahal dalam struktur pendanaan mereka.

Kondisi ini menghambat percepatan penurunan bunga secara keseluruhan.

Penurunan Bunga Kredit Terbatas

Perbankan hanya menurunkan bunga kredit secara terbatas. Hingga Februari 2026, bunga kredit berada di level 8,80 persen atau turun sekitar 40 basis poin dibandingkan awal 2025.

Bank masih berhati-hati dalam menyalurkan kredit karena mempertimbangkan risiko global dan domestik. Sikap ini membuat dunia usaha tetap menghadapi biaya pinjaman yang relatif tinggi.

Dorongan Sinergi Kebijakan

Bank Indonesia menilai sektor perbankan perlu mempercepat penurunan bunga kredit. Sinergi antara kebijakan moneter dan strategi perbankan akan menentukan keberhasilan transmisi kebijakan.

Bunga kredit yang lebih rendah dapat meningkatkan permintaan kredit dari dunia usaha dan rumah tangga. Kondisi ini akan mendorong investasi dan konsumsi.

Tantangan Global dan Prospek

Perbankan masih menghadapi tantangan global, termasuk arah suku bunga negara maju dan ketegangan geopolitik. Faktor ini memengaruhi kebijakan bunga kredit.

Selain itu, pergerakan nilai tukar dan arus modal asing juga mendorong bank bersikap lebih konservatif untuk menjaga kualitas aset.

Namun, peluang tetap terbuka. Jika stabilitas makroekonomi terjaga dan likuiditas tetap longgar, perbankan masih memiliki ruang untuk menurunkan bunga kredit.

Penurunan bunga kredit dapat mempercepat penyaluran kredit, terutama ke sektor produktif seperti UMKM dan industri manufaktur.

Bank Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga pertumbuhan ekonomi melalui pelonggaran moneter. Namun, efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada respons perbankan.

Perbankan perlu menyeimbangkan kehati-hatian dengan ekspansi kredit. Dunia usaha dan masyarakat membutuhkan bunga kredit yang lebih rendah agar ekonomi bergerak lebih dinamis.

Jika perbankan mempercepat transmisi kebijakan, maka pelonggaran moneter akan terasa langsung di sektor riil dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PN Jaksel Terapkan KUHP Baru, Laras Faizati Dihukum Pidana Pengawasan

    PN Jaksel Terapkan KUHP Baru, Laras Faizati Dihukum Pidana Pengawasan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com | Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis pidana pengawasan selama enam bulan kepada Laras Faizati Khairunnisa binti Wahyu Kuncoro dalam perkara penghasutan terkait aksi demonstrasi. Putusan ini sekaligus memerintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan. Dalam sidang yang digelar Kamis (15/1), Hakim Ketua I Ketut Darpawan menyatakan Laras terbukti secara […]

  • grafik harga emas dunia turun akibat penguatan dolar AS

    Harga Emas dan Perak Tertekan Dolar AS, Pasar Global Dihantui Volatilitas Saham Teknologi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) || Harga logam mulia dunia kembali turun pada perdagangan Jumat (6/2). Penguatan dolar Amerika Serikat menekan harga emas dan perak. Harga emas spot turun 0,7% ke US$4.735,99 per ons pada pukul 00.37 GMT. Sehari sebelumnya, emas sudah jatuh hampir 4%. Kontrak berjangka emas AS untuk April juga melemah. Harganya turun 2,8% ke US$4.752,40 […]

  • sidang pengadilan dalam kasus vonis UU ITE di Jakarta Barat

    Vonis 5 Bulan 6 Hari bagi Pengunggah Ulang Video AI Kapolri Tuai Sorotan Publik

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) || Kasus vonis UU ITE kembali menarik perhatian publik. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan hukuman penjara 5 bulan 6 hari kepada Jamal (bukan nama sebenarnya). Ia menyebarkan ulang video berbasis AI yang menampilkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Hakim menyatakan terdakwa melanggar Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU […]

  • Diduga Beroperasi Tanpa RKAB, IPMKU-Jakarta Desak APH Cabut IUP PT KES di Konawe Utara

    Diduga Beroperasi Tanpa RKAB, IPMKU-Jakarta Desak APH Cabut IUP PT KES di Konawe Utara

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara Jakarta (IPMKU-Jakarta) menyoroti keras aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Kembar Emas Sultra (KES) di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Perusahaan tersebut diduga kuat melakukan aktivitas penambangan secara ilegal tanpa mengantongi dokumen resmi. Ketua Umum IPMKU-Jakarta, Pandi Bastian, menyatakan bahwa berdasarkan pantauan pihaknya, PT KES […]

  • Abbas Araghchi tegaskan Iran tidak negosiasi dengan AS dalam konferensi pers di Baghdad

    Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS di Tengah Ketegangan Kawasan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) | Pemerintah Teheran kembali menegaskan bahwa Iran tidak negosiasi dengan AS di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang menolak klaim adanya dialog langsung dengan Washington. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa pemerintahnya tidak menjalankan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa meskipun […]

  • revitalisasi anjungan Jakarta TMII saat peninjauan oleh Rano Karno

    Anjungan Jakarta di TMII Direvitalisasi, Rano Karno Siapkan Lompatan ke Era Digital

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Jakarta, Nalarpubliknews.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat modernisasi ruang budaya melalui pembaruan Anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan daya tarik wisata edukasi. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pemerintah mengusung konsep berbasis teknologi digital dalam proyek ini. […]

expand_less