Try Sutrisno Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Nasional
- account_circle Brian Putra
- calendar_month Senin, 2 Mar 2026
- visibility 97
- comment 0 komentar
- print Cetak

Try Sutrisno wafat, perjalanan hidup Wapres RI ke-6
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Nalarpubliknews.com – Indonesia berduka. Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno, meninggal dunia pada usia 90 tahun.
Ia mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB setelah menjalani perawatan intensif.
Kabar duka ini cepat menyebar ke berbagai kalangan. Pejabat negara, tokoh militer, hingga masyarakat luas langsung menyampaikan belasungkawa. Mereka mengenang Try Sutrisno sebagai sosok tegas, disiplin, dan setia kepada negara.
Latar Belakang dan Kehidupan Awal
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan menghadapi berbagai keterbatasan sejak kecil.
Pengalaman hidup tersebut membentuk karakter kuat. Ia belajar disiplin, kerja keras, dan keteguhan sejak usia muda—nilai yang kemudian mewarnai perjalanan kariernya.
Karier Militer yang Gemilang
Try Sutrisno memulai karier di dunia militer dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap penugasan. Ia menjalankan tugas secara konsisten dan disiplin, sehingga atasan mempercayainya mengisi berbagai posisi strategis di TNI.
Kariernya terus meningkat hingga mencapai puncak saat ia menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Dalam peran ini, ia menjaga stabilitas nasional dan memperkuat peran militer pada masanya.
Kalangan purnawirawan TNI merasakan kehilangan besar atas kepergiannya.
Peran sebagai Wakil Presiden RI
Pada 1993, Soeharto melantik Try Sutrisno sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Ia mendampingi presiden hingga 1998.
Selama menjabat, ia bekerja dengan gaya tenang dan efektif. Ia tidak sering tampil di depan publik, tetapi tetap aktif menjalankan tugas-tugas kenegaraan dan menjaga stabilitas pemerintahan.
Warisan dan Pengabdian untuk Bangsa
Try Sutrisno meninggalkan warisan nilai yang kuat bagi bangsa Indonesia. Ia menunjukkan arti pengabdian, kedisiplinan, dan loyalitas melalui tindakan nyata.
Banyak tokoh nasional mengenangnya sebagai pribadi sederhana yang konsisten menjaga ketertiban dan stabilitas negara. Masyarakat pun menghormatinya sebagai figur yang bersih dari kontroversi.
Kepergiannya bukan hanya membawa duka, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang arti pengabdian kepada bangsa.
Try Sutrisno telah berpulang, tetapi jejak pengabdiannya akan terus hidup dalam sejarah Indonesia. Bangsa ini kehilangan seorang prajurit dan negarawan yang memberi teladan melalui kerja nyata.
- Penulis: Brian Putra
- Editor: Muh. Nur Alim

Saat ini belum ada komentar