Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Temuan BPK RI & Dugaan Suap: Arin Fahrul Mengaku Pernah Ditawari Uang untuk Menghapus Berita Kasus Idham Azis dan Perambahan Hutan 408 Hektare

Temuan BPK RI & Dugaan Suap: Arin Fahrul Mengaku Pernah Ditawari Uang untuk Menghapus Berita Kasus Idham Azis dan Perambahan Hutan 408 Hektare

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, nalarpubliknews.com| Dugaan perambahan kawasan hutan secara ilegal seluas 408 hektare di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, oleh PT Pandu Urane Perkasa kian menguat. Pelanggaran tersebut merupakan temuan resmi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dalam pemeriksaan pengelolaan kawasan hutan.

Perusahaan itu disebut berkaitan dengan eks Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Idham Azis. Temuan BPK RI menunjukkan adanya pembukaan dan penguasaan kawasan hutan tanpa perizinan kehutanan yang sah, yang berpotensi menimbulkan kerusakan ekologis dan kerugian negara.

Direktur Eksekutif Nusantara Forest Watch, Arin Fahrul Sanjaya, menegaskan bahwa perkara ini tidak hanya menyangkut pelanggaran kehutanan. Arin mengaku pernah secara langsung ditawari sejumlah uang untuk menghapus pemberitaan terkait kasus Idham Azis.

“Saya pernah ditawari sejumlah uang agar berita soal kasus ini dihapus. Tawaran tersebut saya tolak karena bertentangan dengan integritas, hukum, dan prinsip kebebasan pers,” tegas Arin.

Menurut Arin, tawaran itu disampaikan oleh pihak yang mengaku sebagai perantara dan memiliki kedekatan dengan lingkaran Idham Azis. Ia menilai tindakan tersebut merupakan upaya pembungkaman informasi publik dan intervensi terhadap kebebasan pers.

“Ini bukan sekadar soal lingkungan. Jika ada upaya membeli keheningan media, maka yang dirusak adalah demokrasi dan supremasi hukum,” ujarnya.

Kasus ini dinilai semakin serius karena Idham Azis tercatat sebagai anggota Komisi Reformasi Polri. Posisi tersebut, kata Arin, semestinya menjadi teladan dalam menjunjung transparansi dan penegakan hukum.

“Reformasi Polri akan kehilangan makna jika dugaan perusakan hutan dan upaya menghapus berita justru muncul dari lingkar elite penegak hukum,” katanya.

Nusantara Forest Watch mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, aparat penegak hukum, Dewan Pers, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti temuan BPK RI sekaligus menyelidiki dugaan tawaran uang untuk menghapus berita. Organisasi ini juga meminta perlindungan bagi pembela lingkungan dan jurnalis.

Hingga rilis ini diterbitkan, pihak PT Pandu Urane Perkasa maupun Idham Azis belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan demi keberimbangan pemberitaan.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi aturan KPK 2026 gratifikasi dan pencegahan korupsi

    Aturan Gratifikasi KPK 2026 Resmi Berlaku, Hadiah Keluarga hingga Rp1,5 Juta Dikecualikan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menerbitkan Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2026. Aturan ini menggantikan sebagian ketentuan lama tentang pelaporan gratifikasi. Aturan tersebut diundangkan pada 20 Januari 2026. Kini, aparatur negara menggunakan regulasi ini sebagai pedoman baru. KPK Sesuaikan Aturan dengan Kondisi Sosial Pada dasarnya, KPK menyesuaikan aturan dengan kondisi sosial masyarakat. […]

  • Mahasiswa Sultra di Jakarta Desak Kontraktor Gerbang Kota Wanggudu Buka Klarifikasi ke Publik

    Mahasiswa Sultra di Jakarta Desak Kontraktor Gerbang Kota Wanggudu Buka Klarifikasi ke Publik

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Gerakan Pemuda Mahasiswa Sulawesi Tenggara (GPM Sultra–Jakarta) kembali menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI), Selasa (20/1/2026). Aksi tersebut menyoroti dugaan kejanggalan pada proyek pembangunan Gerbang Kota Wanggudu, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam aksi itu, massa mendesak pihak kontraktor pelaksana proyek, CV Menara Teknik, agar segera memberikan klarifikasi […]

  • outlook negatif indonesia saham tekan IHSG ke level 8000

    BREAKING NEWS: Moody’s Turunkan Outlook, IHSG Tertekan dan Terancam Uji 8.000

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.coom) || Outlook negatif Indonesia saham kembali menekan pasar setelah Moody’s menurunkan prospek ekonomi Indonesia dari positif menjadi negatif pada Kamis (5/2/2026). Meski demikian, lembaga tersebut tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di level Baa2. Perubahan ini langsung memicu kekhawatiran investor. Akibatnya, pelaku pasar melihat outlook negatif Indonesia saham sebagai sinyal meningkatnya risiko ekonomi. Oleh […]

  • kegiatan ekspor terkait bea keluar batu bara Indonesia

    Pemerintah Siapkan Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 April 2026, Industri Mulai Bereaksi

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Pemerintah akan menerapkan bea keluar (BK) batu bara mulai 1 April 2026. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan penerimaan negara saat harga batu bara global masih tinggi sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya alam. Jakarta, (Nalarpubliknews.com) | Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan tim lintas kementerian segera merampungkan pembahasan kebijakan. Dalam waktu dekat, tim koordinasi akan menggelar […]

  • pangeran andrew kasus epstein kerajaan inggris.

    Kasus Epstein: Pangeran Andrew Ancam Rahasia Kerajaan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Pembatasan peran publik Pangeran Andrew dan upaya menjaga jarak dari berbagai kontroversi menjadi bagian dari strategi untuk melindungi reputasi monarki. Namun demikian, banyak analis menilai bahwa bayang-bayang kasus Epstein masih akan terus memengaruhi persepsi publik terhadap kerajaan Inggris dalam jangka waktu yang cukup lama.

  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan terkait perusahaan underinvoicing di Jakarta

    Pemerintah Kejar Praktik Underinvoicing, Puluhan Perusahaan Terindikasi Kurangi Pajak

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 69
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Pemerintah memburu praktik underinvoicing yang menggerus penerimaan negara. Tim Kementerian Keuangan menemukan sedikitnya 10 perusahaan yang menurunkan nilai transaksi untuk mengurangi kewajiban pajak. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan timnya telah mengidentifikasi pola pelanggaran dan menghitung potensi kerugian negara. Karena itu, pemerintah memperkuat pengawasan untuk menutup celah kebocoran pajak. “Kami sudah mendeteksi […]

expand_less