Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Temuan BPK RI & Dugaan Suap: Arin Fahrul Mengaku Pernah Ditawari Uang untuk Menghapus Berita Kasus Idham Azis dan Perambahan Hutan 408 Hektare

Temuan BPK RI & Dugaan Suap: Arin Fahrul Mengaku Pernah Ditawari Uang untuk Menghapus Berita Kasus Idham Azis dan Perambahan Hutan 408 Hektare

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, nalarpubliknews.com| Dugaan perambahan kawasan hutan secara ilegal seluas 408 hektare di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, oleh PT Pandu Urane Perkasa kian menguat. Pelanggaran tersebut merupakan temuan resmi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dalam pemeriksaan pengelolaan kawasan hutan.

Perusahaan itu disebut berkaitan dengan eks Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Idham Azis. Temuan BPK RI menunjukkan adanya pembukaan dan penguasaan kawasan hutan tanpa perizinan kehutanan yang sah, yang berpotensi menimbulkan kerusakan ekologis dan kerugian negara.

Direktur Eksekutif Nusantara Forest Watch, Arin Fahrul Sanjaya, menegaskan bahwa perkara ini tidak hanya menyangkut pelanggaran kehutanan. Arin mengaku pernah secara langsung ditawari sejumlah uang untuk menghapus pemberitaan terkait kasus Idham Azis.

“Saya pernah ditawari sejumlah uang agar berita soal kasus ini dihapus. Tawaran tersebut saya tolak karena bertentangan dengan integritas, hukum, dan prinsip kebebasan pers,” tegas Arin.

Menurut Arin, tawaran itu disampaikan oleh pihak yang mengaku sebagai perantara dan memiliki kedekatan dengan lingkaran Idham Azis. Ia menilai tindakan tersebut merupakan upaya pembungkaman informasi publik dan intervensi terhadap kebebasan pers.

“Ini bukan sekadar soal lingkungan. Jika ada upaya membeli keheningan media, maka yang dirusak adalah demokrasi dan supremasi hukum,” ujarnya.

Kasus ini dinilai semakin serius karena Idham Azis tercatat sebagai anggota Komisi Reformasi Polri. Posisi tersebut, kata Arin, semestinya menjadi teladan dalam menjunjung transparansi dan penegakan hukum.

“Reformasi Polri akan kehilangan makna jika dugaan perusakan hutan dan upaya menghapus berita justru muncul dari lingkar elite penegak hukum,” katanya.

Nusantara Forest Watch mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, aparat penegak hukum, Dewan Pers, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti temuan BPK RI sekaligus menyelidiki dugaan tawaran uang untuk menghapus berita. Organisasi ini juga meminta perlindungan bagi pembela lingkungan dan jurnalis.

Hingga rilis ini diterbitkan, pihak PT Pandu Urane Perkasa maupun Idham Azis belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan demi keberimbangan pemberitaan.

Penulis

Berita cepat, akurat dan terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • dokumen laporan tambang ilegal Konaweeha di Polda Sulawesi Tenggara

    Ampuh Sultra Resmi Melaporkan Dugaan Penambangan Pasir Ilegal Di Kali Konaweeha, Desak Polisi Segera Bertindak.

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jakarta, (Nalarpubliknews.com) – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi melaporkan dugaan penambangan Pasir secara ilegal di Kali Konaweeha, Desa Tuoy, Kec. Unaaha, Kab. Konawe. Dalam laporannya, Ampuh Sultra mengungkapkan beberapa nama yang diduga terlibat dalam kegiatan pertambangan tanpa izin (PETI) di Kali Konaweeha. “Terduga ada 6 orang sudah kami sampaikan diantaranya HT, […]

  • narkoba Konawe Utara semakin marak di wilayah Konut

    Narkoba Tumbuh Subur, Ampuh Sultra Desak Kapolres Konut Dicopot

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 91
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten Konawe Utara kian memprihatinkan. Nyaris semua kecamatan diduga telah tersusupi oleh pengedar sabu-sabu. Menanggapi hal itu, Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hendro Nilopo angkat bicara. Ia menyayangkan sampai saat ini Kepolisian Resor (Polres) Konawe Utara (Konut) belum mampu membongkar gembong utama pemasok narkoba […]

  • pembagian tenant UMKM Kendari di kawasan eks MTQ

    Percobaan Pungli, Diskriminatif dan Nepotisme Dalam Pembagian Tenant UMKM di Eks MTQ Kendari, Ampuh Desak Gubernur Copot Dirut Perumda Sultra.

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 114
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sulawesi Tenggara menuai sorotan publik terkait pembagian tenant UMKM di kawasan eks MTQ Kendari. Sejumlah pihak menilai Perumda tidak menjalankan proses secara transparan. Dugaan pungutan liar (pungli), diskriminasi, dan nepotisme pun mencuat. Biaya Rp900 Ribu Picu Kritik Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara, Hendro Nilopo, mengkritik […]

  • konflik Iran AS serangan militer Timur Tengah

    13 Perkembangan Terbaru Perang Iran vs AS–Israel: NATO Cegat Rudal, Serangan Meluas hingga Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Ketegangan global meningkat ketika perang Iran vs AS-Israel terus meluas, memicu keterlibatan militer berbagai negara serta mengguncang stabilitas keamanan dan energi dunia.

  • Koordinasi KPK dan BP Batam bahas tata kelola kawasan industri FTZ KEK PSN Batam untuk cegah korupsi dan tumpang tindih kebijakan

    KPK Awasi Tata Kelola Kawasan Industri Batam, Soroti Potensi Tumpang Tindih dan Risiko Korupsi

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Batam – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperketat pengawasan tata kelola kawasan industri Batam. Langkah ini bertujuan mencegah korupsi serta menghindari tumpang tindih kebijakan antara Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Proyek Strategis Nasional (PSN). KPK melakukan koordinasi langsung dengan BP Batam untuk memperoleh data yang akurat. Upaya ini penting […]

  • Aksi Mahasiswa Desak KPK Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan PT TMS dan Aliran Dana Politik Pilgub Sultra

    Aksi Mahasiswa Desak KPK Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan PT TMS dan Aliran Dana Politik Pilgub Sultra

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com | Koalisi Mahasiswa Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Dalam aksi tersebut, mereka mendesak aparat penegak hukum untuk memeriksa istri Gubernur Sulawesi Tenggara terkait dugaan keterlibatan dalam kasus kejahatan lingkungan berupa penyerobotan kawasan hutan lindung yang diduga dilakukan oleh PT TMS. Desakan itu disampaikan oleh sejumlah […]

expand_less