Jakarta, (NalarpublikNews.com) || Pemerintah mempercepat pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela di Maluku untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa langkah ini menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian energi global.
Selain itu, dalam kunjungan kerja ke Jepang, Prabowo Subianto mengarahkan jajaran pemerintah agar fokus pada percepatan investasi transisi energi serta realisasi proyek migas Blok Masela. Dengan demikian, pemerintah mendorong proyek ini agar segera masuk tahap konstruksi setelah tertunda cukup lama.
Kepastian Investasi dan Skema Pengembangan
Selanjutnya, pemerintah menuntaskan berbagai pembahasan strategis terkait konsep pengembangan proyek. Pemerintah memilih skema pengolahan di darat sehingga investor memperoleh kepastian dalam menjalankan proyek.
Di sisi lain, pemerintah menetapkan nilai investasi awal sebesar 20,9 miliar dolar AS. Nilai tersebut sudah mencakup teknologi carbon capture and storage (CCS) untuk menekan emisi karbon. Namun demikian, pemerintah memperkirakan nilai investasi dapat meningkat hingga sekitar Rp300 triliun ketika proyek memasuki tahap implementasi.
Target Produksi dan Tahapan Proyek
Berikutnya, pemerintah menargetkan tender engineering, procurement, and construction (EPC) mulai berjalan pada 2026. Pada saat yang sama, pemerintah mempercepat penetapan final investment decision (FID) agar proyek segera bergerak ke tahap pembangunan.
Lebih lanjut, Blok Masela memiliki kapasitas produksi sekitar 1.200 juta kaki kubik gas per hari (MMscfd). Oleh karena itu, kapasitas ini menjadikan proyek tersebut sebagai salah satu penopang utama pasokan energi nasional.
Strategi Penyerapan Gas Domestik
Kemudian, pemerintah menyiapkan skema penyerapan gas dalam negeri untuk menjaga stabilitas pasokan. Bahlil mendorong pemanfaatan gas Masela melalui PT Perusahaan Gas Negara sehingga industri nasional mendapatkan pasokan energi yang stabil dan kompetitif.
Selain itu, pemerintah memperkuat hilirisasi energi agar nilai tambah tetap berada di dalam negeri. Dengan langkah ini, pemerintah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor industri berbasis energi.
Transisi Energi Berjalan Seiring
Sementara itu, pemerintah terus mengembangkan energi baru dan terbarukan. Pemerintah mengoptimalkan potensi panas bumi, tenaga air, energi surya, dan angin sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Pada akhirnya, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah menjalankan percepatan Blok Masela secara seimbang dengan agenda transisi energi. Dengan demikian, pemerintah menjaga pasokan energi tetap aman sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Sebagai hasilnya, pemerintah menargetkan kemandirian energi nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi global.
Saat ini belum ada komentar