Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » KSPI dan Partai Buruh Tolak Deal Dagang RI–AS, Said Iqbal Minta Prabowo Batalkan ART

KSPI dan Partai Buruh Tolak Deal Dagang RI–AS, Said Iqbal Minta Prabowo Batalkan ART

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menolak perjanjian ART Indonesia AS. Mereka menilai kesepakatan dagang tersebut merugikan pekerja dan kepentingan nasional.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut isi perjanjian tidak seimbang. Ia menjelaskan Indonesia hanya mengajukan enam poin. Sementara itu, dokumen kerja sama tersebut memuat sekitar 115 klausul yang mengikat Indonesia.

“Ini bukan perdagangan setara. Perjanjian ini merugikan Indonesia,” ujar Said Iqbal, Selasa (24/2/2026).

Ia menilai kesepakatan tersebut mencerminkan tekanan ekonomi global terhadap negara berkembang. Menurutnya, skema ini dapat melemahkan posisi tawar Indonesia dalam perdagangan internasional. Karena itu, KSPI dan Partai Buruh mendesak pemerintah segera meninjau ulang kesepakatan tersebut.

Ketimpangan Tarif dalam Kerja Sama Dagang RI–AS

Said Iqbal juga menyoroti kebijakan tarif dalam perjanjian tersebut. Ia menyebut Mahkamah Agung Amerika Serikat telah menetapkan tarif global sebesar 10 persen. Namun, Indonesia justru menghadapi tarif hingga 19 persen.

Menurutnya, kondisi ini tidak adil dan dapat menekan daya saing produk nasional. Ia menegaskan kebijakan tersebut berpotensi memperburuk kinerja ekspor Indonesia.

Selain itu, ia menilai aturan dalam kerja sama ini membuka peluang dominasi produk asing di pasar domestik. Dampaknya, industri lokal bisa tertekan dan peluang kerja berkurang.

Dampak Kesepakatan Dagang terhadap Industri Nasional

Kesepakatan ini juga memuat sejumlah klausul strategis yang menuai kritik. Salah satunya terkait pengecualian produk Amerika Serikat dari aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Kebijakan ini berpotensi melemahkan industri berbasis lokal.

Perjanjian ini juga melonggarkan kewajiban sertifikasi halal. Selain itu, kesepakatan tersebut mengatur perdagangan digital dan transfer data lintas negara.

Sejumlah pengamat menilai aturan tersebut dapat menggerus kedaulatan nasional. Tidak hanya sektor perdagangan, kebijakan ini juga berpotensi memengaruhi regulasi dalam negeri jika tidak dikaji secara menyeluruh.

Desakan Evaluasi Perjanjian ART Indonesia AS

KSPI dan Partai Buruh menegaskan akan terus mengawal isu ini. Mereka meminta pemerintah lebih transparan dalam proses perundingan serta melibatkan publik.

Mereka juga menilai pemerintah perlu memprioritaskan perlindungan tenaga kerja. Kebijakan perdagangan seharusnya mendorong pertumbuhan industri nasional, bukan meningkatkan ketergantungan pada produk asing.

KSPI berharap pemerintah mengambil langkah tegas. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar Indonesia tidak dirugikan dalam jangka panjang. Selain itu, kebijakan ekonomi harus tetap berpihak pada kepentingan nasional.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaksa Agung: 72 Pegawai Kejaksaan Dijatuhi Sanksi Disiplin Berat Sepanjang 2025

    Jaksa Agung: 72 Pegawai Kejaksaan Dijatuhi Sanksi Disiplin Berat Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com | ST Burhanuddin menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, sebanyak 72 pegawai Kejaksaan dijatuhi sanksi disiplin berat, mulai dari penurunan jabatan hingga pemberhentian, sebagai bagian dari penegakan disiplin internal institusi. Pernyataan tersebut disampaikan Jaksa Agung dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI. Ia menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 165 pegawai yang dikenai sanksi […]

  • serangan Israel di Lebanon menghancurkan jembatan Qasmiyeh di wilayah selatan.

    Serangan Israel di Lebanon: Jembatan Qasmiyeh Hancur

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 8
    • 2Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Serangan Israel di Lebanon kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah serangan udara menghancurkan Jembatan Qasmiyeh di wilayah selatan. Infrastruktur ini selama ini menjadi jalur utama yang menghubungkan berbagai wilayah penting dan menopang aktivitas ekonomi warga.  Militer Israel melancarkan serangan udara di sekitar Jembatan Qasmiyeh, wilayah selatan Lebanon, pada Kamis (16/4/2026). […]

  • GMNI: Intervensi AS di Venezuela Bentuk Penjajahan Modern

    GMNI: Intervensi AS di Venezuela Bentuk Penjajahan Modern

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    ‎Jakarta – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam keras operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela, yang dinilai telah melampaui batas kedaulatan negara dan mencederai prinsip hukum internasional. ‎Kecaman tersebut disampaikan Dewan Pimpinan Pusat GMNI setelah laporan terkait serangan militer AS termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. GMNI menilai tindakan itu merupakan bentuk […]

  • Tan Malaka: Arsitek Republik yang Dieksekusi Mati oleh Bangsa Sendiri

    Tan Malaka: Arsitek Republik yang Dieksekusi Mati oleh Bangsa Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Oleh: Redaksi NalarPublikNews.com Nama Tan Malaka menempati posisi unik sekaligus tragis dalam sejarah Indonesia. Ia adalah perumus gagasan republik jauh sebelum Proklamasi 1945, pemikir revolusioner berkelas dunia, tokoh pergerakan internasional, namun justru berakhir dieksekusi mati oleh bangsanya sendiri. Sejarah mencatat Tan Malaka bukan sekadar pejuang kemerdekaan, melainkan arsitek ideologis Indonesia merdeka yang lama disingkirkan dari […]

  • Nusantara Forest Watch Tolak Keras Penunjukan Idham Azis dalam Komisi Reformasi Polri

    Nusantara Forest Watch Tolak Keras Penunjukan Idham Azis dalam Komisi Reformasi Polri

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Jakarta, nalarpubliknews.com – Koalisi masyarakat sipil di bidang lingkungan, Nusantara Forest Watch (NFW), secara resmi menyatakan sikap penolakan terhadap masuknya mantan Kapolri, Idham Azis, sebagai anggota Komisi Reformasi Polri. Penolakan ini didasari oleh dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam praktik perambahan hutan ilegal melalui entitas bisnis yang dimilikinya. NFW menilai penunjukan tersebut mencederai semangat reformasi institusi […]

  • Budisatrio Djiwandono investigasi serangan UNIFIL konferensi pers DPR RI

    Gerindra Desak Investigasi Serangan UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Gugur

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Nalarpubliknews.com) || Investigasi serangan UNIFIL menjadi perhatian serius setelah insiden di Lebanon Selatan menewaskan tiga prajurit TNI. Oleh karena itu, Fraksi Partai Gerindra DPR RI mendesak langkah cepat dan transparan untuk mengungkap fakta. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, mengecam keras serangan tersebut. Ia menilai tindakan itu melanggar hukum humaniter internasional. Selain […]

expand_less